Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 56


__ADS_3

Aku memutar balikan ponsel ku, bingung apa yang harus aku lakukan sekarang. Haruskah aku memberi tahu Zean tentang kebusukan Melati? Tapi untuk apa? Bukankah lebih baik dia mengetahui sendiri? Ahh entah lah...


Tak lama, aku mendengar suara mobil Zean memasuki garasi. Aku pun turun untuk melihatnya. Rasanya sangat ingin aku mengungkapkan apa yang aku ketahui saat ini.


"Hy, kamu udah pulang?" Sapa ku


"Hy Raa, iya. Kamu lagi ngapain?" Tanyanya


"Owh nggak, barusan Dita pulang. Tadi seharian dia di sini, dia habis belanja bulanan" ucap ku memberi tahu


"Hmm, kamu udah belanja? Kalau belum, ayo ku temani keluar" ajaknya


"Nggak usah, kamu capek dari luar" elak ku


"Udah, ayo. Nanti keburu malam" paksa Zean


"Ok, tunggu bentar aku ganti baju ya" ucap ku sambil lari ke dalam kamar

__ADS_1


Setelah itu kami pergi ke swalayan untuk berbelanja kebutuhan rumah. Sangat canggung ku rasa, entah karena telah lama kami tidak berbelanja lagi atau karena rasa di hati yang sudah memudar. Aku pun pergi memilih-milih barang yang perlu untuk di beli, sedangkan Zean mendorong kan trolley untuk ku. 


"Kamu udah stok sayuran di kulkas banyak banget. Apa mau beli lagi?" Tanya ku ke Zean


"Terserah mu, mending beli lagi aja. Yang di kulkas kan udah lama" ucap Zean


"Terus...? Di buang. Kan sayang" 


"Ya siapa tau udah nggak fresh lagi kan?" 


"Udahlah, nggak usah beli yang banyak. Yang penting-penting aja. Ayo kita ke sana" ajak ku menuju tempat sosis dan nugget


"Udah malem, kamu lapar nggak?" Tanya Zean


"Iya loh, aku paper banget. Belanja nggak terasa, sekarang baru terasa" ucap ku sambil memegang perut


"Iya udah, kamu mau makan apa?" 

__ADS_1


"Gimana kalau kita ke McD?" 


"Kamu nggak bosan makan junk food?"


"Nggak, tapi kalau kamu nggak mau ya gak papa" 


"Hmm, ayok lah. Lagian aku takut kamu bosan makan itu terus, dan juga nggak sehat loh" 


"Iya, besok-besok nggak lagi lah" ucap ku sambil tersenyum


Kami pun menuju McD dan memesan makanan. Entah karena kelaparan atau cuma lapar mata, aku memesan banyak makanan yang aku pun belum tau akan habis atau tidak. Namun hati ku sangat puas melihat makanan itu bertahta di meja ku. Zean melihat ku sambil tersenyum.


"Percaya nggak, orang-orang di sini pasti mikir yang banyak makan itu aku. Padahal ini semua kamu yang punya" ucap Zean sambil berbisik


"Di awal memang milik aku, tapi kalau aku udah kenyang nanti kan punya mu juga" jawab ku sambil tersenyum manis


Zean hanya menggelengkan kepala melihat tingkah ku. Ia membantu ku menghabiskan makanan yang aku pesan. Dan kami pun bercerita hal-hal menarik di sekitar kami, yang membuat kami tertawa terbahak-bahak. Terkadang Orang di sekeliling kami melihat kami yang tertawa keras, dan seketika kami menghentikan tawa kami.

__ADS_1


Hal seperti ini yang membuat ku susah untuk melepaskan Zean, rasa nyaman. Nyaman karena ia memperlakukan ku sebagai istri, nyaman karena dia sering membuat ku tertawa dan juga nyaman karena dia enak di ajak berbicara. Entah itu hal-hal yang serius atau pun bercanda. Ia bisa mengimbangi ku untuk sharing.


__ADS_2