Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 106


__ADS_3

Tak lama selesai makan, Andre menghampiriku di ruang keluarga. Andre menghempaskan tubuhnya ke sofa dan mengambil remot TV dari meja, ia pun mengganti film yang sedang ku tonton.


"Kok di ganti sih? Aku kan lagi nonton, kamu resek banget ih jadi orang" ucap ku sebal


"Apaan sih nonton sinetron begituan. Yang di tonton itu yang berfaedah, bukan sinetron yang gak jelas gitu" ucap Andre menjelaskan 


"Bodo amat ih, lagian kamu bukannya masih sama ayah ya?" tanya ku


"Bapak ke belakang, mungkin mau merokok sebentar. Kan gak mungkin juga aku ikutin bapak sampe segitunya" ucap Andre


"Hmm, kirain tadi kalian masih cerita. Kamu dari mana siang tadi?" tanya ku penasaran


"Dari lihat Melati, aku sama Richard ke kantor polisi. Buat mastiin kalau dia benar-benar dapat hukuman setimpal" ucap Andre menjelaskan


"Owh, jadi gimana hasilnya? Aku juga berharap kalau dia benar-benar di beri hukuman yang setimpal" ucap ku

__ADS_1


"Ada sedikit kendala Raa, teman Richard bilang dia mengalami gangguan kejiwaan. Kalau benar itu terjadi, kesempatan untuk menghukum dia akan sulit" jelas Andre


"Aku enggak yakin dia mengalami gangguan kejiwaan. Jelas-jelas dia melakukan ini semua sudah terencana" ucap ku


"Iya.... Itulah yang sedang di selidiki pihak kepolisian. Semoga kita mendapatkan hasil yang lebih baik" jawab Andre


Aku hanya menganggukan kepala ku menyetujui ucapan Andre, aku benar-benar berharap kalau Melati mendapatkan hukuman yang setimpal. Karena dia aku jadi kehilangan Zean untuk selamanya, rasa sakit hati ku terukir jelas dan sangat besar keinginan untuk membalaskan dendam ini.


"Jadi, apa rencana mu selanjutnya Raa?" tanya Andre tiba-tiba


"Kalau kamu mau, kamu bisa kerja di tempat ku. Kebetulan aku mencari seorang analisis data" tawar Andre


Aku terdiam mendengar tawaran dari Andre, ada sedikit rasa senang namun ada juga rasa canggung di hati ku. Aku sedikit canggung untuk menerima pekerjaan itu karena aku tidak mau merepotkan orang lain. Dan lagi aku sudah bergantung banyak hal dengan Andre untuk beberapa waktu ini.


"Aku fikir-fikir dulu ya Ndre, aku nggak mau terlalu mudah untuk masuk ke suatu perusahaan" ucap ku

__ADS_1


"Kenapa memangnya? Kan gak ada yang salah dari tawaran ku. Apa kamu kurang suka dengan posisi yang aku berikan?" tanya Andre


"Bukan.... Bukan begitu Ndre, kalau aku terlalu mudah masuk ke perusahaan mu. Aku kasihan sama yang sudah melamar duluan, mereka kan juga berhak untuk ikut seleksi" ucap ku


"Ya aku kan bisa bilang kalau mereka enggak memenuhi standar karyawan perusahaan" jelas Andre


"Jangan gitu ih, lagian aku masih mau coba dengan cara dan kemampuan ku sendiri" ucap ku


"Baiklah kalau begitu keputusan mu, tapi kamu harus ingat ya. Kalau kamu belum dapat juga, kamu bisa hubungin aku" ucap Andre


"Siap bos ku..." jawab ku meledeknya


Dari arah dapur ayah melihat Tiara dan Andre tertawa bersama. Ayah berharap alangkah baiknya jika Andre bisa menggantikan posisi Zean di hati Tiara saat ini.


"Kamu juga harus bisa bahagia nduk, ayah hanya bisa mendoakan yang terbaik buat mu. Dan juga ayah sangat ingin selalu melihat senyum mu" batin ayah

__ADS_1


__ADS_2