Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 57


__ADS_3

Selesai makan, kami pun keluar dari restoran tersebut dan menuju mobil. Tak terasa waktu sudah menunjukan jam tengah malam. Tapi kota ini masih ramai seperti biasanya. Saat akan memasuki mobil aku pun melihat sosok yang ku kenal dari jauh. Dan ternyata itu Richard, aku pun meneriakinya.


"Richard...." Teriak ku


Richard menoleh ke sumber suara dan melihat ku, ia pun menghampiri ku.


"Hy Raa... Kamu ngapain di sini malam-malam?" Tanya Richard


"Owh aku baru selesai makan. Kamu kok jalan sendirian, dari mana?" Tanya ku


"Hmm aku lagi antar teman ku pulang, buat cari taksi di sekitar sini kan lebih mudah" ucapnya


Zean pun mendekati kami, aku pun mengenalkan dia ke Richard.


"Oleh ya, kenalin ini Zean. Dan Zean, ini Richard" ucap ku mengenalkan mereka


"Hy Sean, suaminya Tiara" ucap Zean sambil mengulurkan tangan


"Oleh, iya. Aku Richard" sambut Richard membalas 

__ADS_1


Tak lama kami mengobrol tiba-tiba ada wanita yang menghampiri Richard dan merangkulnya. Dan alangkah terkejutnya aku saat ku lihat wanita itu salah melati.


"Richard kamu ngapain di sini? Kita nunggu taksinya di sana aja" Tanya Melati yang merangkul Richard dari belakang


"Owh aku ketemu teman ku. Di sini juga bisa dapet taksi" ucap Richard sambil melepaskan rangkulan Melati


Melati pun melihat kami yang berdiri di depan  Richard, secepat kilat ia melepaskan rangkulannya dari Richard. Zean merasa tak percaya dengan apa yang di lihatnya barusan. Dan aku pun kaget bukan kepalang, karena Tuhan terlalu cepat memberitahukan semua ini ke Zean.


"Kenalin, ini Melati" ucap Richard


"Hy Melati, senang ketemu kamu saat ini" ucap ku tersenyum gembira


"Owh, dia pacar kamu ya Richard? Bukannya kamu lagi dekat sama Dita?" Tanya ku serius


"Bukan... Bukan. Dia cuma masa lalu" ucap Richard sambil melihat ke Melati, untuk menegaskan siapa dirinya sekarang


"...lagian aku udah membuka lembaran baru sekarang, jadi aku mau fokus ke yang sekarang" lanjut Richard


"Owh, bagus lah kalau begitu" ucap ku

__ADS_1


"Kalau gitu, kami duluan ya" ucap Zean tiba-tiba


Kami pun pergi meninggalkan mereka berdua. Zean menarik tangan ku dan menggenggamnya erat. Ia membukakan pintu mobil dan menyuruh ku masuk. Dari gerakannya, aku tau kalau dia marah. Sepanjang perjalanan aku hanya diam dan Zean pun terlihat emosi.


Tuhan memang mempunyai caranya sendiri untuk membalaskan sakit hati ku selama ini. Aku menyusun belanjaan kami tadi di meja dapur. Sedangkan Zean langsung naik ke atas, aku rasa dia akan menelepon Melati. Aku hanya tersenyum melihat kejadian hari ini.


Zean mencoba menghubungi nomor telepon Melati, namun lagi-lagi nomor tersebut tidak dapat tersambung. Ia sangat geram melihat tingkah Melati, ia sangat tak menyangka kalau Melati menemui mantannya di saat mereka sedang bersama sekarang. Di ulanginya lagi untuk menghubungi ponsel Melati tapi tetap saja tak terhubung. Zean pun membanting ponselnya ke lantai, sampai-sampai bunyinya mengagetkan Tiara yang ada di bawah.


"Kamu kenapa? Ya ampun tuhan, kamu banting hp ya?" Tanya ku ke Zean yang duduk di atas kasur


"Tadi aku nggak sengaja ngejatuhin ya, terus ke injak" ucap Zean beralasan


"Kalau jatuh nggak gini hancurnya" ucap ku sambil memungut ponselnya yang berserakan


"Nggak usah di ambilin, biar Anggi aja yang bersihin besok" ucap Zean


"Nanti kacanya kena kaki kamu. Malah jadi tambah repot" ucap ku yang masih memilih serpihan lcd ponselnya


Zean hanya diam melihat ku memilih serpihan-serpihan lcd itu. Ia sangat tak menyangka akan apa yang terjadi hari ini. Ia merasakan sangat sakit hati melihat kelakuan Melati yang bertemu laki-laki lain tanpa sepengetahuannya.

__ADS_1


__ADS_2