
Dita mengajak kami masuk dan mengantar ayah ke kamar, setelah menyuruh ayah untuk beristirahat aku pun mengganti pakaian, aku meminjam baju Dita untuk malam ini. Setelah mengganti pakaian aku pun menemui Dita di ruang TV.
"hy Raa kamu belum tidur?" tanya Dita saat melihat ku
"belum, aku baru liat ayah di kamar. Kayaknya udah tidur, syukurlah. Sepertinya ayah benar-benar lelah" ucap ku
"emang seharian ini kalian kemana?" tanya dita penasaran
"aku ke pengadilan agama Taa, Sidang perceraian ku di mulai hari ini" ucap ku
"what... kamu nggak ada cerita apa2 loh. Tiba-tiba kamu udah sidang" ucap Dita kaget
"iya aku sengaja belum kasih tau karena masih belum pasti kemarin" ucap ku
"terus, siapa yang menggugat? kamu atau Zean?"
__ADS_1
"aku yang mengirim gugatan ke pengadilan. Karena aku ingin kejelasan antara kami" ucap ku menjelaskan
"owh, baguslah kalau begitu, Kamu memang berhak untuk mendapatkan yang lebih baik Raa" ucap Dita
"tadi aku sangat gugup saat menghadiri sidang pertama ku, di tambah lagi sepertinya ayah sedikit terguncang dengan perceraian tadi"
"iya pastilah Raa, orang tua mana sih yang ingin anaknya menyandang status cerai di perkawinan mereka"
"yahh,,, dan tadi pun Zean sudah menemui ayah ku"
"yaa dia meminta maaf, bahkan ingin meminta kami berbaikan lagi"
"terus...? ayah mu bilang apa?"
"ayah menanyakan banyak hal kepadanya. Tapi sepertinya jawabannya tidak membuat ayah berfikir untuk membatu Zean memperbaiki semuanya"
__ADS_1
"ya gila aja lah Raa, dia ingin kembali kepada kamu kan bukan karena menyesal ataupun mencintai mu. Melainkan dia tau kalau dia sudah di campakan oleh wanita laknat itu, dan juga sudah tau kalau dia hanya sebagai bahan pelarian"
"ya begitulah, makanya saat dia meminta untuk kembali kepada ku aku memilih menolaknya. Bukan karena aku membencinya, melainkan karena aku lelah dengan perjuangan ku dan cukup untuk ku mengalah"
"baguslah kalau kamu berfikir begitu Raa, bagaimana pun situasi dan kondisi mu aku akan selalu mensuport kamu. Kamu itu udah seperti saudara ku Raa, jadi aku akan mendukung kamu habis-habisan. Semangat" ucap dita sambil mengepalkan tangannya ke arah ku
Aku pun tertawa mendengar ucapannya, aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti Dita. Dia selalu ada di saat apapun keadaan ku, bahkan dia orang pertama yang mendukung penuh aku.
Setelah larut kami memutuskan untuk masuk kamar dan tidur. Aku merebahkan badanku ke atas kasur dan menghela kan nafas panjang.
"syukurlah, hari ini berjalan lancar. Aku harap besok akan menjadi hari-hari yang lebih menyenangkan. Permudahkanlah semuanya ini tuhaannn" batin ku
Zean tiba di rumah, ia masuk kedalam rumahnya yang kosong. Tidak ada teriakan, tawa dan candaan dari Tiara. Semua sudut rumah terasa sangat kosong. Sekarang ia merasa sangat kehilangan Tiara, namun semua sudah terlambat. Kelakuannya selama ini membuat Tiara benar-benar meninggalkan ya dan pergi dari sisinya.
"aarrrgh sial. Aku benar-benar ingin mengulangi waktu, sangat ingin memperbaiki semua ini. Bodoh bodoh bodoh" umpat Zean berteriak di dalam rumah dan membuat gema setiap sudut.
__ADS_1
Zean pun menghempaskan tubuh di sofa dan memejamkan mata, berharap waktu bisa di ulang kembali dan memperbaiki semua