Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 40


__ADS_3

Andre merebahkan tubuhnya di kasur, fikiranya masih berfokus kepada Tiara. Keinginannya untuk menggantikan posisi Zean sangatlah besar, namun sampai sekarang ia belum cukup berani untuk mengatakan semua ini kepada Tiara. Terlebih lagi karena Tiara mungkin hanya menganggapnya teman biasa. Jadi ada rasa minder pada dirinya untuk mengungkapkan rasa.


ke esokan harinya, Melati pergi berbelanja ke mini market dekat rumahnya. Dia membeli beberapa barang yang di perlukan. Saat memilih sabun, ia melihat sosok wanita yang sangat di kenalnya.


"Nay.... Naya...."panggil Melati


Wanita itu pun menoleh ke sumber suara dan melihat ke arah Melati. Mukanya langsung berubah kesal melihat sosok yang memanggilnya. Ia berusaha menghindari Melati.


"Naya.... kamu kah itu?" tanya Melati lebih dekat


"mau ngapain sih manggil-manggil aku? aku nggak mau ada urusan sama orang kayak kamu" ucap Naya kesal


"Nay... kapan kamu ke sini? terus kamu tinggal di mana?" tanya Melati girang


"nggak penting. Udah lah, aku mau pergi dulu"


"Nay, aku tau kamu masih marah banget sama aku. Aku minta maaf banget sama kamu"


"nggak perlu minta maaf sama aku kok. Lagian kamu kan nggak ada hubungannya dengan aku"


"hmm... gimana kalau kita ngobrol bentar, aku beliin minuman ya"


"nggak usah aku mau pergi"

__ADS_1


"please Nay, aku bakalan ceritain semuanya sama kamu. Ini penting banget" bujuk Melati


Naya pun duduk di salah satu meja-meja yang di sediakan oleh pihak mini market. Melati membayar belanjaannya dan membeli beberapa makanan dan minuman lalu menghampiri Naya.


"nih,,,, buat kamu. Kamu suka ini kan?" tanya Melati sambil memberikan minuman dan makanan ke Naya


"kamu mau ceritain apa? buruan, aku mau pergi"


"Nay, kamu jangan salah paham. Aku pulang ke Indonesia ini karena papa ku yang minta. Dia mau aku kerja dan menikah di sini, karena cuma papa yang aku punya"


"jadi kamu cuma mau bilang alasan kamu pulang ke sini aja?"


"itu bukan alasan Nay, aku juga tersiksa. Tapi apa yang harus aku lakuin, di posisi lain aku sangat tidak ingin pulang, tapi aku harus pulang demi papa ku Nay"


"iya Nay, jadi kamu nggak marah sama aku lagi kan Nay?"


"udah aku bilang, aku nggak pernah marah sama mu. Aku cuma sedikit kecewa dengan sikap mu yang tiba-tiba memilih pulang"


"makasih Nay, karena kamu udah mau ngertiin aku. Aku benar-benar nggak tau mau gimana"


Naya hanya mengangguk mendengar perkataan Melati.


"jadi, kenapa kamu bisa ada di sini Nay?"

__ADS_1


"owh, aku lagi magang. Jadi aku pilih pulang dan magang di sini. Karena aku juga mau lihat keadaan di sini sekarang" jelas Naya


"owh begitu, udah lama banget kan kamu nggak pulang ke sini. Kalau kamu masih bingung aku bisa temani kamu"


"nggak juga, aku udah mulai terbiasa. Nggak terlalu banyak yang berubah di sini"


"owh.... kuliah di luar sangat menyenangkan, apa kamu baik-baik aja di sini. Ya setidaknya kamu harus punya teman kan?"


"aku juga udah punya teman kok, tenang aja"


"owh, baguslah kalau begitu. Hmm Nay... bagaimana keadaan Richard? Maaf aku mendadak menanyakan ini"


"aku udah tau kok, tujuan kamu manggil aku cuma buat nanyain dia. Dan dia sekarang sangat amat baik-baik aja"


"owh syukurlah, aku sangat ingin menjelaskan semua ini ke dia. Tapi, aku nggak berani melakukannya"


" ya itu pasti,,,, kamu ninggalin dia dan sama sekali nggak ada penjelasan tentang kepergian mu itu. Menurutku lebih baik kamu nggak usah hubungin dia"


"tapi, bisakah kau membujuknya untuk berbicara sekali saja dengan ku?"


"maaf, aku nggak bisa ngelakuin itu. Aku harus pergi, terima kasih traktirannya" ucap Naya sambil pergi meninggalkan Melati


Naya masih sangat kecewa akan keputusan Melati yang meninggalkan Richard begitu saja. Dan entah kenapa ia harus bertemu lagi dengan Melati di sini. Ia sangat tak ingin Richard mengetahui kalau ia bertemu dengan Melati. Ia sangat ingin Richard melupakan Melati sepenuhnya.

__ADS_1


__ADS_2