Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 97


__ADS_3

"pasien yang anda maksud sudah di bawa keluarganya pulang bu Tiara. Saya kira mereka sudah memberi tahu kalian semua" ucap dokter


Aku hanya diam mendengar ucapan dokter, tak lama kemudian dokter pun berlalu dari ruangan ku. Semua orang terdiam, tak satu pun membuka suara untuk memberi tahu tentang keadaan Zean.


"haruskah aku mencari tahu sendiri keadaan Zean sekarang?" tanya ku lemah


"Raa kamu istirahat dulu, kalau kondisi kamu udah pulih kita akan ajak kamu jumpain Zean ok" ucap Andre menenangkan ku


"bagaimana mungkin kalian semua tidak ada yang tau kalau dia sudah pulang dari rumah sakit ini. Tidak adakah di antara kalian yang menungguinya selama ini?" tanya ku marah


"maaf Raa, kami terlalu cemas akan keadaan mu. Lagian dia masih selamat dan tak separah kamu, jadi kami tak terlalu mengkhawatirkannya" ucap Andre beralasan


"kalau begitu, alangkah baiknya jika Zeantak menolongku saat kecelakaan itu"

__ADS_1


"kok kamu ngomong gitu Raa?"


"setidaknya dia tidak akan lumpuh karena menyelamatkan ku" ucap ku meninggi


".... aku kira kalian bisa menghargai pengorbanan orang walau pun sedikit. Walau pun dia berbuat salah padaku dulu, tapi itu sudah berakhir" ucap ku lagi


"aku minta maaf Raa, aku tau ini kesalahan kami yang menelantarkan Zean di rumah sakit"


"entahlah, terima kasih karena kalian sush mengurusku selama ini. Aku lelah, aku mau istirahat" ucap ku kesal


"syukurlah nduk sampean wes pulih. Maaf ya nduk, aku nggak bisa bantuin kamu lihat Zean. Kalau kamu tau ati ku pas dengar kamu kecelakaan itu, rasanya jantung ayah ini berhenti berdetak" ucap ayah sedih


"Raa nggak nyalahin ayah kok yah, cuma Raa sedikit kesal aja sama Dita dan Andre. Raa tau kalau mereka cemas dengan keadaan Raa, tapi Zean itu kan masih suami Raa. Apa salahnya sih mereka gantian gitu nungguin Zean, dan yang lebih parahnya lagi kita nggak tau keluarganya yang mana yang jemput Zean. Ntah orang tuanya, adiknya tau sepupunya" ucap ku kesal

__ADS_1


"yang ayah tau, Adi datang ke rumah sakit setelah 3hari kecelakaan. Itupun Dita yang ngasih tau ayah" ucap ayah memberi tahu


"Adi...? Bahkan ayah pun nggak ketemu sama dia, apa tanggapan keluarga mereka terhadap kita nanti yah?" tanya ku cemas


"udah udah, nggak usah kamu pikirin itu. Sekarang kamu istirahat, jangan banyak fikiran lagi. Takutnya nanti kondisi mu malah drop lagi dan berujung lebih buruk" ucap ayah menenangkan


"iya yah, tapi Raa bener-bener kepikiran saat ini"


"ntar kalau udah keluar ayah temanin liat Zean di rumahnya ok. Sekarang kamu istirahat"


Aku pun menyetujui ucapan ayah dan berbaring di kasur ku. Aku mencoba untuk memejamkan mata dan tertidur, walaupun fikiranku masih tertuju pada keadaan Zean saat ini.


"Zean... tunggu aku, kalau aku udah pulih nanti aku akan jemput kamu. Aku rindu sama kamu, sangat sangat rindu" batin ku sambil memejamkan mata

__ADS_1


Aku selalu berharap keadaan Zean baik-baik saja, dan aku tak perduli dengan kondisi dia saat ini. Mau bagaimanpun aku akan tetap mencintai Zean sepenuh hati ku, dan aku ingin merawat Zean sampai dia bisa pulih lagi. Walaupun kemungkinan kecil untuk sampai ke situ


__ADS_2