
Pagi harinya,...
Terlihat seorang laki-laki yang baru saja menggeliat di atas tempat tidur. karena baru saja meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. dan tak lama berselang, kedua mata dari laki-laki itu, perlahan-lahan mulai terbuka.
Dan setelah terbuka cukup lama, laki-laki itu baru menyadari akan sesuatu. hingga tak lama berselang,...
Arrrggggghhh
Teriakan yang sangat nyaring, seketika menggema di ruang kamar itu. nggak membuat wanita yang berada di samping Arthur, seketika itu terbangun. dan tak lama berselang, tersenyum lebar karena baru saja tersadar dengan apa yang telah mereka alami beberapa waktu yang lalu.
"kau sudah bangun sayang?" tanya wanita cantik itu dengan suara yang mendayu-dayu. dan tak lama berselang, segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri Arthur yang masih terlihat syok di tempatnya berdiri saat ini.
"a... apa yang telah kau lakukan padaku?!"tanya laki-laki itu dengan tubuh bergetar hebat. dan dengan nada suara yang terbata-bata.
"kenapa memangnya? bukankah kamu juga menikmati permainan yang telah kita lakukan malam tadi?"dengan entengnya, Naima segera mengatakan hal itu.
Membuat Arthur yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepalanya."tidak itu pasti tidak mungkin!"ucap laki-laki itu Seraya menggelengkan kepalanya.
"kau masih tidak percaya dengan apa yang aku katakan ini?"tanya wanita itu semakin lama semakin mendekat. hingga membuat jarak diantara keduanya, seketika semakin terkikis.
klik
Secara tiba-tiba, sebuah proyektor kecil berbunyi nyaring. tak lama berselang, ada sebuah bayangan yang tampak memantul dari dinding kamar itu. dan hal itu sukses membuat kedua mata dari Arthur, membuat sempurna.
Lantas, laki-laki itu pun menggelengkan kepalanya dengan keras karena merasa dijebak dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"tidak! Kau pasti menjebakku, bukan?"hanya laki-laki itu Seraya menatap tajam ke arah wanita yang menjadi mantan kekasihnya itu.
"hahaha."
Seketika itu pula tawa yang begitu menggelegar, terdengar mengudara."kenapa kau menuduhku bahwa aku menjebakmu? bukankah kamu melihat sendiri rekaman itu?"tanya Naima dengan nada suara yang begitu sinis.
__ADS_1
Arthur yang mendengar itu seketika merasa begitu frustasi. laki-laki itu seketika terduduk di atas lantai dengan kedua tangan yang menutupi area wajah.
Sementara Naima sendiri, wanita itu segera masuk ke dalam kamar mandi dengan hati yang begitu gembira.
Setelah beberapa saat kemudian, wanita itu kembali menghampiri Arthur yang masih sama dengan posisi terakhir saat wanita itu masuk ke dalam kamar mandi.
"aku ingin kita menikah."ucap wanita itu tanpa aba-aba. dan hal itu sukses membuat Arthur yang mendengarnya, seketika mendongakkan kepala menatap ke arah Naima dengan tatapan mata tak percaya.
"apa maksudmu?!"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang sangat marah.
Sementara Naima yang mendengarnya, seketika tersenyum sinis."bukankah kau tidak ingin keluargamu kembali tercoreng karena rekaman ini? Jadi aku minta, kau segera nikahi aku."ucap wanita itu penuh dengan kepuasan.
Sementara Arthur sendiri, laki-laki itu segera melayangkan tatapan tajamnya ke arah wanita yang menurutnya tidak tahu diri itu.
"aku sama sekali tidak---"
"baik jika kau tidak mau, maka aku akan langsung menyebarkan video kita ini ke khalayak ramai. Kau pasti tahu kan apa yang akan terjadi selanjutnya?!"tanya wanita itu Seraya tersenyum remeh.
"aaaaarrgghhh!" Teriak atur dengan nada suara yang begitu menggema. bahkan laki-laki itu, sampai harus menjambak rambutnya sendiri karena merasa frustasi dengan apa yang dialami saat ini.
Hingga tiba-tiba saja, Arthur mengingat akan sesuatu."oh, Shiitt! Di mana mereka? kenapa mereka malah meninggalkanku seorang diri di sini?"tanya laki-laki itu Seraya mengeram kesal.
Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu segera mengambil ponsel dan memencet nomor dari kedua sahabatnya itu.
"halo, kenapa kau meninggalkan aku?" sembur Arthur saat panggilan itu telah terhubung pada dua sahabat.
("sorry bos. kita sekarang berada di jalan kita ke kepung semalam Karena ada tawuran di jalan.")
Kening dari Arthur seketika mengerut. saat mendengar kata 'jalan'.
"di jalan? memangnya, semalam kalian ada di mana?"tanya laki-laki itu saat mendengar penuturan dari kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
Dengan langkah hati-hati dan juga sedikit merasa takut, pada akhirnya Morgan dan juga Bastian segera menceritakan apa yang terjadi pada mereka dari awal hingga akhir.
"oh, Shiitt!" umpatan itu, seketika terdengar menggema di seluruh penjuru ruang kamar yang kebetulan kedap udara itu.
Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu sejarah membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya kembali. setelah selesai bersiap-siap, pada akhirnya Arthur memutuskan untuk segera pulang ke rumah. karena dapat dipastikan, anggota keluarga yang lain pasti sudah merasa begitu cemas atas dirinya yang hilang kabar begitu saja.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat Mikaila yang begitu bahagia. karena pada saat ini, wanita itu dihadapkan dengan sosok gadis cantik yang beberapa waktu ini, telah berhasil mencuri perhatiannya.
"Moza! akhirnya kamu datang juga!" seru Mikaila dengan ekspresi wajah yang begitu girang.
Hingga membuat Fandy yang melihat itu, seketika ikut tersenyum.
"mau cari sarapan bareng atau tidak?"tanya laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu.
Mikaila tampak terdiam untuk beberapa saat kemudian. hingga tak berselang lama, wanita itu pun menganggukkan kepalanya.
"yeah Tante cantik ikut !" seru Moza girang. yang membuat Mikaila dan juga Fandy, seketika tertawa karena merasa gemes dengan tingkah bocah berusia 2 tahun itu.
"let's go!"teriak mereka bertiga secara kompak. dan tak lama berselang, cara masuk ke dalam mobil milik Fandy untuk menuju ke tempat makan yang sudah mereka janjikan sebelumnya.
Sesampainya di tempat itu, mereka bertiga segera masuk ke dalam sebuah restoran dan langsung memesan sesuatu yang menurut mereka begitu menikmati.
"aku mau bakso bakar sama sosis bakar. Minumannya, es teh tanpa gula."ucap wanita itu dengan nada antusias.
"kalau Moza, mau apa?"tanya Fandy pada bocah kecil itu.
"mau minta sosis bakar campur mayones dan juga es jeruk."ucapnya dengan gembira.
Fandy segera menganggukkan kepala dan menuruti permintaan dari dua wanita yang mulai masuk ke dalam hatinya itu. walaupun itu semua, tidak disadari oleh si pemilik hati.
__ADS_1
Setelah menunggu makanan hampir cukup lama, pada akhirnya pesanan mereka pun datang. dan dengan segera menyantap makanan itu dengan kondisi hati yang begitu riang. karena mereka bertiga, sama-sama merasakan kebahagiaan yang cukup besar di dalam hatinya.