
Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang membawa Arthur dan juga Mikaila telah sampai di sebuah warung makan yang terlihat sangat ramai. bukan sebuah warung makan biasa. melainkan, sebuah restoran cepat saji yang menjual berbagai makanan seafood ataupun yang lain.
"kita turun sekarang."ucap Arthur pada istrinya itu. Mikaila yang mendengar itu, segera melakukan kepala. mereka berdua turun Seraya melangkahkan kakinya beriringan memasuki restoran itu.
Beberapa pengunjung yang melihat pemandangan itu, seketika menatap tidak percaya pasangan yang ada di hadapan mereka itu. apalagi laki-laki yang menggandeng tangan Mikaila. laki-laki itu, adalah idola para kaum hawa.
"tidak usah dilihat abaikan saja."ucap Arthur berbisik di telinga sang istri. membuat Mikaila yang mendengar itu seketika menganggukkan kepala kemudian melajukan langkahnya untuk duduk di tempat yang kosong di dalam restoran itu.
"Tuan Mau pesan apa?"tanya salah seorang pelayan yang datang menghampiri Arthur dan juga Mikaila.
"aku pesan makanan yang paling enak di tempat ini. dan juga minuman yang paling enak."jawab Arthur melirik ke arah sang istri yang masih terdiam di tempatnya.
"baik kalau begitu ditunggu."ucap pelayan itu Seraya kembali masuk ke dalam restoran itu.
"tempatnya sangat nyaman."Celetuk Mikaila Seraya menatap ke sekeliling bangunan itu.
Sementara Arthur yang melihat itu, tanpa sadar kedua sudut bibir laki-laki itu terangkat membentuk sebuah senyuman tipis.dan saat Mikaila menatap ke arah sang suami, laki-laki itu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"kalau nanti kamu suka, kita bisa datang ke mari setiap hari atau setiap waktu jika kamu mau."ucapkan tersenyum simpul.
Tak berselang lama, makanan yang mereka pesan akhirnya datang. dan dengan segera, dihidangkan di depan pasangan suami istri muda itu.
"bagaimana masakannya apakah enak?"tanya Arthur pada sang istri.
__ADS_1
"Ini enak sekali aku suka."jawab Mikaila Seraya tersenyum simpul. dengan tangan yang masih sibuk menyantap makanan itu.
"syukurlah kalau kamu senang."ucap laki-laki itu dalam hati Seraya tatapannya masih menatap ke arah Mikaila.
"kenapa Om tidak makan? kenapa lihatin aku seperti itu?"tanya Mikaila yang menyadari bahwa sejak tadi laki-laki itu menatapnya sampai tak berkedip sedikitpun.
"tidak tuh siapa yang melihatmu. aku melihat sekeliling tempat ini. terlihat sangat asri dan juga nyaman."elak Arthur.
Membuat Mikaila yang mendengar itu, seketika mencebikkan bibir. dan pada akhirnya, mereka kembali menyantap makanan masing-masing dalam keadaan diam.
**
"bagaimana apa kamu sudah kenyang?"tanya Arthur saat mereka telah selesai menghabiskan makanan yang ada di hadapan mereka saat ini.
bugh
Satu buah pukulan, seketika mendarat mulus di wajah tampan Arthur. hingga membuat laki-laki itu seketika tersungkur. dan membuat Mikaila melihat itu, seketika memekik. dengan raut wajah yang sangat ketakutan. dan tak lama berselang, Mikaila menatap ke arah orang yang baru saja memukulnya itu.
"Fandy, apa yang kamu lakukan?"tanya wanita itu Seraya menatap tajam ke arah laki-laki yang membuat suaminya itu tersungkur ke lantai.
"kau Itu milikku Mikaila. sampai kapanpun, kau akan tetap menjadi milikku!"bukannya menjawab pertanyaan dari wanita itu, Fandy dengan segera menarik tangan Mikaila untuk ikut bersamanya.
Tentu saja, Mikaila seketika berontak."lepaskan aku aku tidak mau ikut kamu."ucapnya masih berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Fandy.
__ADS_1
Sementara Arthur, laki-laki itu perlahan-lahan mulai bangun dan berusaha untuk mengejar laki-laki yang telah membawa kabur istrinya itu.
"lepaskan istriku!"
bugh
Seketika itu pula, satu pukulan keras Madarat tepat di wajah Fandy. hingga membuat laki-laki itu seketika tersungkur. dan Hal itu, membuat Mikaila langsung bersembunyi di belakang tubuh Sang suami.
"kau jangan takut. biar ini, aku yang menghadapi."ucap laki-laki itu, sejenak menoleh ke arah sang istri.
Mikaila yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. kemudian, Arthur kembali menatap Fandy dengan tatapan penuh dengan amarah.
"beraninya kau menyentuh istriku, akan ku buat tanganmu itu patah karena berani menyentuh apa yang telah aku miliki."ucap Arthur penuh dengan kilatan amarah yang membara.
bugh
bugh
bruuakk
"aaakkkhhhh!"
Seketika itu pula, terdengar suara baku hantam dari kedua laki-laki itu. sementara Mikaila, wanita itu hanya terdiam dengan tubuh yang masih bergetar hebat menyaksikan dua laki-laki itu berkelahi karenanya.
__ADS_1
"aku harus bagaimana ini. aku tidak ingin sesuatu terjadi pada suamiku."tanpa sadar, Mikaila mengatakan bahwa Arthur adalah suaminya.