Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
Mengelak


__ADS_3

setelah Mikaila tertidur pulas, Arthur segera bangkit dari pembaringan. laki-laki tampan itu menatap sekilas wajah damai sang istri. kemudian dengan segera, memalingkan wajahnya ke arah lain Seraya menghembuskan nafasnya secara perlahan.


"huh, kenapa aku menjadi cemburu seperti ini?"tanya Arthur pada dirinya sendiri. perlahan tapi pasti, laki-laki itu juga ikut merebahkan dirinya di tempat tidur yang sama.


Sepertinya, baik Mikaila ataupun Arthur sama-sama tidak menyadari bahwa mereka telah melanggar perjanjian yang telah mereka sepakati sebelumnya. dimana perjanjian itu, mereka tidak diperbolehkan untuk saling menyentuh satu sama lain. dalam artian, mereka tidak diperbolehkan tidur dalam satu ranjang.


Namun sepertinya, malam ini mereka melanggar kesepakatan itu. di samping karena masalah yang melanda mereka saat ini, juga karena di bawah sana masih ada keluarga dari laki-laki itu yang entah kapan perginya.


pagi harinya,..


Mikaila menggeliatkan tubuhnya Seraya sesekali mengerjapkan matanya dengan tangan yang tepat mengusap kedua matanya. saat menoleh ke samping, wanita itu langsung terduduk. dan dengan segera, menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang ada di hadapannya.


"Om!"teriak Mikaila dengan suara yang sangat lantang. hingga membuat laki-laki itu, seketika terbangun dan langsung terduduk.


"apa sih? kenapa kamu teriak-teriak seperti itu?"tanya Arthur dengan raut wajah kesalnya. Sekali, laki-laki itu mengusap dadanya yang terasa berdenyut karena masih merasa terkejut dengan suara wanita itu.


"apa Om bilang? kenapa Om ada di sini?"hanya Mikaila dengan raut wajah penuh dengan kesedihan. tak berselang lama, wanita itu pun seketika berlinang air mata.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Arthur yang melihatnya, merasa sangat terkejut. laki-laki itu langsung mengangkat kedua tangannya.


"Ma...maafkan aku. aku sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan semua ini. ingat! malam tadi, kita keadaan penuh dengan pikiran negatif. dan tentu saja, apa yang kita lakukan itu adalah campur tangan setan."ucap Arthur mencoba untuk mengelak semuanya.


Kedua mata Mikaila seketika membulat sempurna."a..apa yang telah Om lakukan?"tanya wanita itu semakin menangis terisak.


Membuat Arthur yang melihat itu, merasa sangat kebingungan. untuk beberapa saat, laki-laki itu terdiam. dan setelah itu, Arthur membulatkan kedua matanya. saat laki-laki itu, mengetahui apa yang dimaksud oleh sang istri.


"astaga bukan itu maksudku!"ucap laki-laki itu Seraya menepuk keningnya sendiri."maksudku itu, aku Dan kamu tidur dalam satu ranjang itu, dalam keadaan tidak sadar. bukan berarti, aku melanggar perjanjian kita. demi Tuhan, aku hanya tidur di sampingmu bukan menyentuhmu."ucap laki-laki itu dengan raut wajah serius.


"bohong"hardik Mikaila dengan cepat.


Mikaila yang mendengar penuturan dari sang suami, segera menuruti perkataan laki-laki itu. dan dengan perlahan, wanita itu segera menurunkan kaki jenjangnya. dengan perasaan yang sangat was-was.


Sungguh, Mikaila tidak ingin jika sesuatu yang sangat ia jaga, direnggut oleh seorang laki-laki. walaupun laki-laki itu, status sebagai suaminya sendiri. Namun, pernikahan mereka adalah pernikahan di atas kertas dan saling menguntungkan satu sama lain. dan Mikaila tidak ingin, apa yang ia punya menjadi terenggut sia-sia.


drrrttt drrttt

__ADS_1


Lamunan Mikaila seketika terhenti, saat mendengar suara dari ponsel miliknya. dan dengan segera, wanita itu mengangkatnya.


"halo, Ada apa Dit?"tanya Mikaila dengan nada suara yang sangat ketus.


"ih kamu kenapa nona? kenapa kamu ketuk seperti itu?"tanya Adit dari seberang sana dengan raut wajah kebingungan.


"apa yang kamu lakukan? kamu memposting gambar kita berdua di story ku?"bukannya menjawab, Mikaila justru malah balik bertanya dengan suara yang sedikit meninggi.


Bukannya merasa takut dengan suara tinggi dari sepupunya itu, Adit justru malah bersikap seolah-olah dirinya tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh Mikaila.


"kamu itu ngomong apa sih? aku nggak ngerti."ucap Aditya dari seberang sana yang mencoba untuk mengelak tuduhan dari sepupunya itu.


"sudahlah aku males dengan kamu."ucapnya mendengus kesal. setelah mengatakan hal itu, Mikaila segera memutuskan sambungan telepon itu.


Tak berselang lama, Arthur baru saja menyelesaikan mandinya. dan tak berselang lama, laki-laki itu segera keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk sebatas pinggang.


"aaakkkhhhh!"Mikaila seketika langsung berteriak dan dengan segera langsung menutup kedua matanya menggunakan telapak tangan.

__ADS_1


Sementara Arthur, laki-laki itu tidak memperdulikan teriakan dari sang istri dan langsung berjalan lucu walk in closet. mengganti pakaiannya.


__ADS_2