Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 121


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,...


Kini, semua tamu undangan tengah menikmati hidangan yang telah disediakan oleh keluarga yang menyelenggarakan pesta pernikahan itu. termasuk juga, Fandy dan juga Mikaila. dua anak manusia itu, juga tengah menikmati hiburan yang memang disuguhkan tuan rumah pada tamu-tamu undangan.


Jangan kalian pikir, 'hiburan' yang dimaksud, adalah dangdutan. Karena itu adalah salah besar. yang dimaksud hiburan di sini, adalah penampilan dance para dancer profesional. yang memang sengaja, didatangkan oleh keluarga dari Naima untuk menyambut hari bersejarah Putri mereka.


Tentunya hal itu membuat wanita yang saat ini tengah duduk di samping Arthur di atas pelaminan itu, begitu sangat bahagia. wanita itu tak henti-hentinya tersenyum ke berbagai penjuru ruangan itu.


Sementara Arthur sendiri, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu malah menatap burung ke salah satu tamu yang tengah bercengkerama dengan asyiknya bersama dengan seorang laki-laki. siapa lagi orangnya jika bukan Fandy dan juga Mikaila.


Jika tidak ingat status, Arthur sudah pasti akan memberikan satu pukulan yang sangat keras untuk Fandy. karena laki-laki itu, berani-beraninya bersikap manis dan juga sesekali menggoda wanita yang masih ada dalam hatinya saat ini.


"bangsul! berani-beraninya laki-laki itu bersikap seperti itu pada wanita yang paling aku cintai."ucap Arthur dalam hati dengan kedua tangan yang terkepal kuat-kuat.


Setelah satu jam berada di tempat itu, pada akhirnya Fandy mengajak Mikaila untuk selamat pada kedua mempelai. sebenarnya, wanita cantik itu sama sekali tidak berminat untuk memberikan selamat pada kedua mempelai yang telah berbahagia di atas pelaminan itu.


Namun, mau bagaimana lagi? dirinya di sini adalah sebagai tamu. dan seorang tamu, memang seharusnya memberikan selamat pada mempelai pengantin itu.


Dan pada akhirnya, Mikaila pun menurut. saat tangannya, ditarik oleh Fandy untuk segera naik ke atas pelaminan.


"selamat ya atas pernikahan kalian. semoga keluarga kalian selalu mendapatkan lindungan dan juga kebahagiaan dari Tuhan."ucap Fandy Seraya menjabat tangan dari Naima. dan setelah itu, beralih pada Arthur.


Sementara Mikaila sendiri, wanita cantik itu hanya terdiam untuk beberapa saat kemudian. namun tak lama berselang, Mikaila tersadar. wanita itu langsung menyelami kedua mempelai setelah disenggol oleh Fandy yang ada di sebelahnya.


Namun saat bersalaman dengan Arthur, Wanita itu sangat terkejut saat merasakan punggung tangannya sempat digenggam dengan erat oleh laki-laki itu. hingga setelahnya, Mikaila pun, menghempaskan tangan laki-laki itu dengan kasar. hingga membuat Naima seketika menoleh dan merasa sedikit terkejut. karena memang, wanita licik itu sempat memperhatikan tempat lain saat Mikaila berjabat tangan dengan Arthur.

__ADS_1


"apa yang terjadi?"tanya Naima dengan raut wajah yang sedikit keruh.


Mikaila yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya."nggak ada apa-apa aku cuma kaget aja tadi ada semut yang nempel di kakiku."jawab wanita itu dengan asal.


Lalu tanpa memperdulikan respon dari orang-orang yang ada di sana, wanita cantik itu segera menarik tangan dari Fandy untuk segera pergi dari sana.


"ngapain sih buru-buru banget?"tanya Fandy namun tidak digubris oleh wanita cantik itu. karena Mikaila, tetap melajukan langkahnya dengan ekspresi wajah kesal. hingga mereka berada di luar bangunan itu, Mikaila langsung masuk ke dalam mobil milik Fandy.


"apa dia gangguin kamu ?"tanya laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu dengan hati-hati.


Karena entah mengapa, laki-laki itu menjadi sangat takut saat melihat raut wajah dan juga aura dari Mikaila yang tengah terdiam di tempat duduknya itu.


"kenapa aku merasa begitu takut saat melihat ekspresi wajah dari wanita yang ada di sebelahku ini? perasaan macam apa ini sebenarnya?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri.


Karena memang jujur Saja, Fandy tengah kebingungan dengan perasaannya sendiri. beberapa kali laki-laki itu mencoba untuk mengelak perasaannya yang mulai tumbuh dan berkembang.


Mikaila yang mendengar pertanyaan dari Fandi, seketika menggelengkan kepalanya. dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ditebak.


"kita pulang sekarang."tak lama berselang, wanita cantik itu mengatakan kalimat pulang dengan nada datar dan juga aura yang begitu dingin.


Gluk


Untuk beberapa saat kemudian, laki-laki itu merasa kepayahan untuk menelan salivanya sendiri. namun tak lama berselang, Fand pun menganggukkan kepala. laki-laki itu langsung tancap gas untuk segera mengantarkan Mikaila pulang ke tempat tinggalnya masing-masing.


****

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di bangunan terpencil, terlihat seorang wanita yang baru saja terbangun dari pingsannya.


"hey lepaskan aku dari sini!"teriak wanita itu dengan menggema.


Brakkk.... Braaakk.... Braaakk....


Citra dengan brutal mulai menghantamkan tubuhnya beberapa kali agar pintu ruangan itu segera terbuka. Karena Wanita itu, memang sudah dikurung oleh seseorang di tempat itu untuk beberapa hari.


"sialan kau Naima! kenapa kau malah menusukku dari belakang seperti ini?!"teriak wanita itu dengan suara yang begitu nyaring.


Dada dari Citra naik turun. Menandakan, bahwa wanita itu saat ini benar-benar merasakan amarah yang luar biasa. awas aja kalian berdua. jika aku bisa lolos dari sini, maka aku akan memberikan pelajaran pada kalian! camkan itu!"teriaknya di akhir kalimat.


Yap. saat ini Citra tengah dikurung oleh Naima dan juga Fandy. dua manusia licik itu memang sengaja menyingkirkan Citra agar tidak menjadi penghalang untuk keuntungan mereka berdua nantinya. saat ini, wanita malang itu entah berada di mana.


Karena memang, Naima dan juga Fandy menyembunyikan wanita itu di pulau terpencil. mereka hanya memberikan makanan berupa buah-buahan dan juga air mineral yang memang sengaja diletakkan di kolong pintu ruangan itu.


"dasar kalian biadab!"teriak Citra dengan tubuh bergetar hebat. tak lama berselang dari itu, terdengar isakan tangis yang begitu memilukan dari bibir wanita itu.


"kenapa aku malah menjadi sial seperti ini setelah membantu mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan?"tanya Citra dengan nada suara yang begitu lirih.


Setelah puas mengamuk seperti orang tidak waras, pada akhirnya wanita itu segera memejamkan mata karena memang begitu lelah dan menguras tenaga setelah berteriak-teriak sepanjang hari.


"apa aku akan mati di tempat ini?"tanya wanita itu entah pada siapa.


"Mama, Papa, aku merindukan kalian!"wanita itu kembali berucap dengan deraian air mata yang membasahi pipi.

__ADS_1


Karena merasa begitu lapar, pada akhirnya wanita cantik yang sekarang sudah tidak terlihat cantik itu, segera menyantap buah-buahan yang ada di hadapannya. Citra harus bisa mengatur takaran buah yang ada di hadapannya saat ini. Karena Wanita itu tidak mau kembali kelaparan seperti sebelum-sebelumnya.


__ADS_2