Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 89


__ADS_3

Waktu demi waktu pun berlalu dengan begitu cepat hingga tak terasa, Mikaila kini sudah melewati masa terpuruknya. dan kini, adalah tahun kedua wanita itu melewati hidup seperti dulu lagi tanpa sosok suami dan juga anak di tengah-tengah kehidupannya. walaupun begitu, Mikaila tidak pernah merasa sendiri lagi. Karena Wanita itu, mendirikan sebuah panti yang dikhususkan untuk anak-anak yang tidak beruntung. dan peresmian itu, baru dibuka Beberapa bulan yang lalu.


Tentu saja itu berkat dukungan dari teman-teman dan juga keluarganya. bahkan Winarto sang ayah, menggelontorkan dana yang sangat fantastis untuk dapat mendirikan panti asuhan yang nyaman. laki-laki paruh baya itu tahu, tujuan putrinya mendirikan tempat itu.


Dan sekarang, panti asuhan itu telah diisi oleh 30 anak berkisaran usia sekitar 0 sampai 3 tahun. Terkadang, wanita itu merasa begitu miris saat melihat pemandangan di hadapannya saat ini.


Bagaimana tidak, dirinya yang sangat menginginkan seorang anak, malah diambil kembali oleh Tuhan. sementara mereka-mereka yang tidak memerlukan atau bahkan tidak menginginkan hadirnya seorang anak, malah sangat mudah untuk mendapatkan hati itu. dan berujung, dengan menelantarkan mereka.


Beruntungnya, Mikaila mendirikan tempat penampungan untuk marah anak-anak malang itu sehingga mereka mendapatkan fasilitas yang nyaman dan juga aman.


"ngapain ngelamun aja? masih mikirin mantan?"sindir Aditya Seraya mengagetkan sepupunya itu. hingga membuat Mikaila yang mendengarnya, menatap tajam kepada laki-laki itu.


"nggak usah rese!" ucapnya Seraya memukul lengan dari sepupunya itu. hingga membuat si pemilik, seketika tertawa.


"gimana hubungannya dengan Sarah?" pertanyaan dari Mikaila yang secara tiba-tiba itu sukses membuat laki-laki yang ada di sebelahnya seketika tersedak minumannya sendiri.


"kamu ini bicara apa, sih? siapa coba yang dekat dengan Sarah?"tanya laki-laki itu dengan nada yang tak suka.


"cih lagaknya!"cibir wanita itu Seraya melengos menatap ke arah lain.


"kenapa kalian masih ada di sini bukankah harusnya sudah berangkat?"pertanyaan dari seseorang itu, sukses membuat keduanya seketika menoleh.


"iya kami akan berangkat."sahut Aditya Seraya bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh Mikaila.


Mereka berdua menuju ke panti asuhan dengan menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh laki-laki itu sebelumnya.


"mau bawain apa ke sana?"tanya Aditya menoleh ke arah sepupunya itu. saat ini mereka tengah berada di jalan raya.


"bawain makanan aja lah. yang penting bergizi. kalau mainan, sepertinya mereka belum mengerti."sahut Mikaila Seraya menoleh ke arah laki-laki itu.

__ADS_1


Aditya segera menganggukkan kepala dan dengan segera menuju ke tempat yang menjual berbagai macam mainan mulai dari permainan edukasi sampai permainan multiguna.


"nggak usah banyak-banyak lagian anak-anak di panti itu kan hanya berjumlah 10 orang, itu pun masih bayi."cegah Aditya dengan cepat. laki-laki itu, melihat sepupunya hampir saja kalap dengan membeli barang-barang yang tidak berguna.


Mikaila sempat mendengus. namun begitu, wanita itu tetap menganggukkan kepala menurut apa perkataan dari sepupunya itu. apa disadari oleh keduanya, ada seseorang yang memperhatikan mereka dari jauh. orang itu dengan langkah terburu-buru, mendekati Mikaila.


"hai Mikaila, apa kabar?"wanita itu menyapa dengan ramah. hingga membuat si empunya nama, seketika menoleh. dan tak lama berselang, melenturkan wajah cerianya.


"ngapain lo ada di sini?"tanya Aditya menatap tajam ke arah wanita itu yang tak lain adalah Naima. wanita yang membuat semua kekacauan ini bermula.


"loh emangnya kenapa? bukankah ini tempat umum?"tanya wanita itu dengan raut wajah tidak bersalahnya. hingga membuat Aditya yang mendengar itu, seketika mengumpat kasar.


dan tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu segera menarik Mikaila untuk menjauh dari tempat umum itu. karena memang, telah selesai.


Mikaila sesekali akan menoleh ke arah wanita yang mengakibatkan huru-hara ini tuh terjadi. dan di sana, Naima akan tersenyum begitu manis Seraya menatap ke arahnya. tentunya Hal itu membuat Mikaila yang melihatnya, seketika melengos kembali melanjutkan perjalanannya.


****


Sementara Mikaila sendiri, wanita itu lebih banyak diam setelah bertemu dengan wanita masa lalu dari sang mantan. bahkan wanita itu, tidak memperdulikan ocehan yang dilakukan oleh Aditya. pikirannya menerawang jauh entah ke mana.


puk


Mikaila seketika tersentak. saat pundaknya disentuh oleh Aditya secara tiba-tiba. membuat wanita itu seketika melebarkan kedua matanya.


"jangan terlalu sedih. jangan pernah memperlihatkan raut kesedihanmu itu."ucap Aditya mencoba untuk memperingatkan. membuat Mikaila yang mendengarnya, seketika tersenyum lebar.


"Makasih udah selalu ada untuk aku."ucapnya dengan senyum ketulusan. Aditya hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


***

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain terlihat seorang laki-laki matang tengah menggendong seorang anak perempuan berusia sekitar 2 tahun.


"Pipi mau kerja?"Tanya bocah menggemaskan itu menatap lucu ke arah sang ayah. dan langsung dijawab anggukan kepala oleh laki-laki itu.


"terus kapan main sama Moza?"tanya bocah itu dengan polos.


Fandy yang mendengar itu, seketika tertawa pelan. dengan segera mencubit pipi putrinya itu dengan sangat gemas.


Yap. dia adalah Moza Cantika. putri cantik dari Mikaila dan juga Arthur. yang dirawat oleh keluarga Fandy dengan penuh kasih sayang. Ratih dan juga Arga, menganggap Moza seperti cucu mereka sendiri.


Walaupun pada awalnya, Ratih dan juga Arga menginginkan Moza menjadi Putri mereka. namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa saat bocah kecil itu sendiri, yang merentangkan tangan kepada Fandy. ditambah lagi, laki-laki itu menyambut rentangan tangan itu dengan penuh kegembiraan.


Hingga saat ini, bocah kecil itu masih menganggap bahwa Fandy adalah Ayah kandungnya. dan melarang semua orang yang ada di rumah itu, untuk mengungkap jati diri Moza apapun Yang terjadi.


"nanti setelah pulang kerja."jawab Fandy dengan senyuman. Moza pun, hanya menganggukkan kepala.


Setelah mencium kedua pipi bocah kecil itu Fandy segera masuk ke dalam mobil pribadinya. untuk selanjutnya menuju ke kantor.


drrrttt drrttt


Di tengah-tengah laki-laki itu sedang fokus menyetir, suara getaran dari dalam ponsel miliknya, membuat fokus laki-laki itu teralihkan.


Kening laki-laki itu sempat mengerut. Namun demikian, tetap mengangkatnya.


"iya Naima, ada apa?"tanya Fandy dengan sebelah tangannya.


("aku baru saja bertemu dengan seseorang.")


Alis laki-laki itu sudah terangkat ke atas. merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh wanita yang ada di seberang sana.

__ADS_1


"siapa memangnya?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah sedikit tidak perduli.


__ADS_2