
Karena merasa tidak berguna jika dirinya berdebat dengan wanita yang ada di hadapannya, Arthur memutuskan untuk pergi dari sana. karena suasana hatinya saat ini, sedang kacau. sehingga laki laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu tidak ingin terlalu pusing meladeni orang gila seperti Naima itu.
Tanpa pikir panjang lagi, Arthur segera memutuskan untuk kembali melajukan kendaraannya untuk menemui sang ibu yang masih berada di rumah sakit.
Namun sebelum itu,Arthur sempat memberikan beberapa ultimatum kepada wanita yang saat ini telah resmi menjadi istrinya.
"jika sampai aku mendapatkan informasi tentang kecurigaanku ini, maka bersiap-siaplah untuk menuju kehancuran yang sangat menyakitkan!"ucapnya penuh dengan penekanan.
Sementara Naima wanita itu hanya terdiam Seraya menatap lurus ke depan entah apa yang dipikirkan olehnya. sehingga memiliki tatapan mata yang begitu mengerikan.
"tunggu Oma! Oma mau ikut!" teriak wanita renta itu saat menyadari bahwa cucu laki-lakinya telah pergi meninggalkan rumah.
__ADS_1
Arthur yang mendengar teriakan dari Omanya itu seketika langsung menoleh."ayo Mah aku sudah merasa tidak kuat berada di tempat seperti ini rasanya kepalaku ingin pecah!" sahutnya langsung masuk ke dalam mobil.
Di sepanjang perjalanan itu Oma Juwita henti-hentinya menangis. saat Arthur dengan segera menceritakan apa yang terjadi pada Claudia.tentu hal itu bukanlah atas sukarela.melainkan atas paksaan dari wanita tua itu sendiri yang ingin mengetahui Apa yang sebenarnya terjadi.
"lalu apa sekarang yang akan kita lakukan?"tanya wanita tua itu dengan raut wajah yang begitu panik. karena walaupun mereka berdua sering cekcok, akan tetapisebenarnya Oma Juwita sangat menyayangi ibunda dari Arthur itu.namun sayangnya semua itu tertutup karena gengsi satu sama lain yang tidak ingin mengalah.
Sehingga, merekaberdua tampak sekali jarak yang membentang tinggi.walaupun satu sama lain saling menyayangi.
"bagaimana keadaan dari penentu saya?"tanya Oma Juwita menatap ke arah parati medis Yang masih berlalu lalang di ruang kamar itu.
"pasien dalam keadaan baik-baik saja. beruntungnya, kadar racun itu sangat kecil. sehingga hanya membuatnya sedikit merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Sontak saja, hal itu membuat Arthur dan yang lain seketika bernafas dengan sangat lega. "kalau begitu Apakah kita boleh menjenguknya ?"tanya Arthur dengan nada suara yang sangat tidak sabar.
Dokter yang menangani Claudia, seketika mempersilahkan dan langsung memutuskan untuk keluar dari sana.agar tidak mengganggu acara quality dan yang dilakukan oleh keluarga itu.
"ibu, ibu baik-baik saja, kan?Bu Ada yang sakit atau tidak kalau ada yang sakit bilang sama Arthur. supaya kita, bisa tetap berada di sini "begitu laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu masuk segera memberikan beberapa pertanyaan pada sang ibu.
Hal itu sukses membuat semua orang yang ada di sana seketika menepuk keningnya masing-masing. karena mereka melihat dan mendengar sendiri bagaimana cerewetnya laki-laki itu bersama dengan sang ibu.
"CK, kau ini cerewet sekali!" decak Claudia kesal.
Arthur yang mendengar penuturan dari ibunya itu, seketika mencebikkan bibirnya ke bawah."aku kan merasa khawatir Bu. memangnya aku salah kalau harus mengkhawatirkan wanita yang telah membuatku terlahir ke dunia ini?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah sedih.
__ADS_1