
Beberapa hari kemudian,...
Saat ini Mikaila dan juga Arthur, Baru saja sampai di sebuah villa yang telah dipersiapkan oleh Arthur sebagai bentuk ucapan dari syukur karena wanitanya telah kembali.
"gimana kamu suka, nggak?"tanya laki-laki itu Seraya memeluk tubuh dari wanita yang sangat dia cintai itu.
Mikaila yang mendengarnya, ketika tersenyum malu."Makasih atas perhatiannya. aku benar-benar merasa begitu bahagia."ucapnya penuh dengan ketulusan.
Arthur segera menarik tangan sang istri untuk masuk ke dalam bangunan itu. dan disaat mereka membuka pintu, kedua mata dari Mikaila membulat sempurna.
"kalian? sejak kapan ada di sini?"tanya wanita hamil itu dengan raut wajah tak percaya.
Bagaimana tidak, Mikaila menemukan kedua sahabatnya tengah tertawa riang di dalam sana bersama dengan kedua orang tua dan juga sang nenek.
"nenek!" seru wanita itu Seraya berlari kecil untuk memeluk tubuh dari wanita yang paling ia cintai setelah kedua orang tuanya itu.
"Sayang, jangan lari-lari!"seru Arthur menegur. membuat Mikaila sendiri, seketika hanya cengengesan.
"Maaf sayang."ucapnya tersenyum lebar.
Arthur yang mendengar itu, hanya dapat mendengus.
pandangan mata dari wanita hamil itu seketika mengarah ke arah dua orang yang sejak tadi berdiam diri seperti dua orang yang membentengi diri masing-masing agar tidak saling bersentuhan.
Mikaila seketika menyipit saat menyadari akan sesuatu hal yang terjadi di antara Sarah dan juga Aditya.
"mereka ada masalah?"tanya Mikaila berbisik tepat di telinga Hana. membuat wanita yang terkenal kalem itu, seketika mengedikkan bahunya tidak mengerti.
__ADS_1
"aku juga nggak tahu dia kenapa tapi setelah kami pulang dari restoran waktu itu, dia menjadi berubah."balas Hana yang juga ikut berbisik di telinga Mikaila.
Membuat wanita hamil itu, seketika mengangguk-anggukkan kepala."cobalah nanti aku ngomong sama dia. siapa tahu saja, dia mau terbuka sama aku."
Hana hanya mengangguk kecil kemudian ikut bergabung bersama dengan Debby yang asik berbincang-bincang dengan Claudia dan juga Bahrun.
Setelah selesai mereka bersantai-santai, semua orang yang memang diundang oleh Arthur menginap di villa itu, memutuskan untuk menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat. karena kebetulan, hari ini masih pukul 12.00 siang. sedangkan acara mereka, nanti waktu menunjukkan pukul 06.00 sore. jadi menurutnya masih ada waktu untuk mengistirahatkan badan dan juga pikiran masing-masing.
"Mikaila kamu nggak mau ikut aku?"tanya Debby yang sekarang berada tepat di sampingnya.
"memangnya mau ke man--"ucapan Mikaila seketika menggantung di udara saat mendengar suara dari seseorang yang berada di belakang mereka.
"nggak ada ke mana-mana. Mikaila harus istirahat."sahut Arthur dengan cepat dan juga dengan nada yang sangat gendut menatap tajam ke arah sepupunya itu.
Membuat Debby seketika memutar bola mata malas."ih posesif banget sih. lagian aku mau ngajak sepupu aku itu, untuk main air di pantai. emangnya nggak boleh?"tanya wanita itu Seraya menatap tajam ke arah Arthur.
"dih, sejak kapan Mikaila jadi sepupu kamu?"tanya Arthur mencibir. tentunya Hal itu membuat Debby yang mendengarnya, seketika melebarkan kedua matanya.
Membuat Arthur yang melihat itu, seketika mendengus sebal. mulai lagi dramanya. Pikir Arthur malas. karena laki-laki itu, telah biasa mendapati dan menghadapi sifat absurd dari sepupunya itu. sementara Mikaila yang baru saja melihat sifat dari Debby, merasa panik.
Bahkan wanita yang tengah mengandung 6 bulan itu, beberapa kali membujuk wanita yang berstatus sebagai sepupu suaminya itu. karena memang, Mikaila tidak mengetahui sifat asli dari wanita itu.
"udahlah Deb. nggak usah drama!"serunya dengan nada yang begitu kesal.
"Mas Arthur nggak boleh seperti itu!"tegur Mikaila Seraya menatap tajam ke arah suaminya itu. tak berselang lama dari itu, mikayla segera membawa Debby untuk pergi dari sana. tentunya Hal itu membuat Arthur yang melihatnya, merasa begitu kesal karena sudah merasa kalah dengan trik sepupunya itu.
Dan pada akhirnya dengan terpaksa, laki-laki yang berusia 37 tahun itu, memutuskan untuk mengikuti langkah dari sang istri. karena entah mengapa, laki-laki itu merasa begitu khawatir dengan melepaskan wanita yang paling ia cintai setelah ibunya itu seorang diri.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya, tidak benar-benar sendirian. karena pada kenyataannya, Mikaila bersama dengan sepupu dan juga sahabat-sahabat wanita itu. namun tetap saja, kekhawatiran yang dirasakan oleh Arthur itu tidak berubah sedikitpun. bahkan semakin lama semakin banyak dan juga menguat.
"kau ini cari apa sih?"tanya Debby yang kesal saat melihat sepupunya itu masih menatap kesana kemari entah apa yang dicari oleh laki-laki itu.
"entahlah aku merasa nggak nyaman berada di tempat ini. apa sebaiknya kita balik aja, ya?"tanya laki-laki itu menatap ke arah sepupu dan juga istrinya itu secara bergantian.
"dih kalau mau balik balik aja sana! orang kita masih mau di sini."sahutnya sewot.
Arthur yang mendengar itu, seketika mengacak-acak rambutnya frustasi."kamu kenapa sih, Mas? kenapa dari tadi aku perhatiin begitu khawatir dan juga gelisah?"tanya Mikaila dengan raut wajah penasaran.
Laki-laki itu tidak menjawab. malah setelah mendengar pertanyaan dari istrinya itu, sikap dari Arthur semakin menjadi-jadi. laki-laki itu menjadi begitu posesif.
"kamu di sini aja. jangan pernah jauh-jauh dari aku."ucapnya memperingati dengan keras menatap serius ke arah wanita yang bergelar sebagai istrinya itu.
Mikaila yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala saja. karena saat ini, wanita yang tengah mengandung itu sangat malas untuk berdebat.
***
"kamu ini kenapa sih?"tanya Hana yang merasa frustasi. karena sahabat yang biasanya cerewet, kini mendadak menjadi pendiam. hingga membuat Hana sendiri, seperti tidak mengenali siapa yang ada di sebelahnya saat ini.
"memangnya aku kenapa? aku kan emang nggak kenapa-napa."sahut Sarah dengan entengnya. dan dengan segera, wanita yang sedikit tomboy itu memasukkan daging sapi ke dalam mulutnya.
"ada masalah sama Adit?"pertanyaan tiba-tiba dari Hana itu, sukses membuat Sarah seketika tersedak.
uhuk uhuk
Tanpa pikir panjang lagi, Aditya yang memang berada tidak jauh dari kedua wanita itu, memutuskan untuk memberikan minum.
__ADS_1
Saat ini mereka semua, tengah berada di pinggir pantai. rencana yang awalnya ingin beristirahat setelah sampai di villa itu, akhirnya gagal. dan membuat semua orang, pada akhirnya mengikuti ide dari Debby. termasuk juga, kedua orang tua Mikaila, kedua orang tua Arthur, dan juga Nenek Kamila. yang memang sengaja dijemput untuk mengikuti liburan singkat itu.
Sementara Oma Juwita sendiri, belum bisa datang karena alasan pekerjaan. dan akan datang, mungkin besok pagi.