
Sesampainya di tempat perbelanjaan itu, mereka segera berlomba-lomba untuk membeli kebutuhan yang mereka inginkan. tentunya, semua itu ditanggung oleh Aditya. hingga membuat laki-laki itu, seketika mend*sah pasrah.
"gue harus minta pertanggungjawaban dari suami Mikaila ini. nggak bisa dibiarkan ini."dumel laki-laki itu Seraya merogoh saku celananya dan mengambil benda pipih yang tersimpan di dalam sana.
(gue minta pertanggungjawaban lu sebagai suami dari Mikaila. karena Istri lo itu, datang-datang langsung malakin gue.) begitulah isi pesan dari Aditya terhadap Arthur.
"huh, Untung aja dia sepupu gue. kalau nggak, nggak akan pernah mau gue!"ucapnya bersungut-sungut Seraya menatap tajam ke arah mereka berempat yang tengah bercanda tawa itu.
Sementara itu di depan sana, Mikaila tengah heboh memilih barang-barang yang akan digunakan oleh anaknya nanti.
"ini lucu banget, aku mau yang ini ya?"katanya wanita itu dengan sangat bersemangat dan juga menatap ke arah teman-temannya yang masih berada di belakang sana.
"emangnya lu udah tahu jenis kelamin anak lu?"tanya Debby menatap gemes ke arah istri dari sepupunya itu
Sesaat kemudian, wanita yang tengah hamil 7 bulan itu seketika terdiam. hingga tak lama berselang, menggelengkan kepalanya. Seraya sesekali meringis kecil.
"belum tahu sih." cengirnya seraya menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal.
Membuat mereka semua yang berada di sana, seketika memutar bola mata malas. dan berdecak gemas. melihat kelakuan dari istri seorang Arthur itu.
"Ya udah kita beli dua pasang aja ya. aku lagi pengen banget ini sekarang."ucap wanita hamil itu dengan setengah memaksa.
Hingga membuat mereka semua, pada akhirnya hanya menurut saja."Ya udah ayo."ajak mereka semua secara bersamaan. tentunya Hal itu membuat Mikaila yang mendengarnya, tersenyum lebar.
Tak membutuhkan waktu lama pada akhirnya Mikaila bersama dengan teman-temannya, membawa beberapa kantong belanjaan. tentu saja hal itu membuat Aditya yang melihatnya seketika menganga lebar. karena laki-laki itu merasa tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.
"se... sebanyak ini?"tanya laki-laki itu sedikit tergagap.
"memangnya kenapa kamu nggak suka?"tanya wanita hamil itu dengan raut wajah yang sudah dibuat dramatis mungkin.
__ADS_1
Aditya yang melihat itu, seketika menggelengkan kepalanya dengan kuat."nggak nggak papa terserah kamu aja."ucapnya Seraya tersenyum simpul.
Tentunya hal itu kembali membuat mikayla yang mendengarnya, merasa senang bukan main. dan pada akhirnya, wanita hamil itu memutuskan untuk berbelanja makanan dan juga membeli beberapa minuman yang akan dibagikan kepada orang-orang yang tidak mampu yang kebetulan lewat di sana.
'ini mah gue Yang tekor!"dengusnya merasa sangat kesal. Namun demikian laki-laki itu tidak bisa berbuat apa-apa. selain hanya menuruti keinginan dari wanita hamil itu.
puk
Aditya seketika menoleh ke arah belakang saat merasakan pundaknya ditepuk oleh seseorang.
"buat ganti semuanya."ucap laki-laki itu Seraya kembali melangkahkan kakinya menjauh dari sana.
Sementara Aditya yang merasa terkejut, masih terdiam di tempatnya. hingga beberapa saat kemudian, kedua sudut bibir laki-laki itu terangkat membentuk sebuah senyuman.
"loe memang laki-laki bertanggung jawab dan sayang istri! Makasih atas uangnya ini!"serunya merasa bahagia.
Bagaimana tidak bahagia, saat seseorang dikasih sebuah cek yang berisikan nominal yang begitu banyak. Rasa-rasanya, Tidak ada manusia yang ingin menolak hal itu. termasuk juga, dengan Aditya. walaupun laki-laki itu juga sama-sama memiliki kekuasaan yang setara dengan Arthur, tapi laki-laki itu masih tetap senang jika diberikan uang seperti ini.
"ya sudah. terserah lu mau tulis berapa."ucapnya atuh kembali bermain ponsel.
Aditya yang mendengarnya, seketika tersenyum bahagia. dan dengan segera, laki-laki itu menuliskan nominal yang ada di dalam cek itu. setelah itu, kembali menyerahkan cek itu pada Arthur untuk ditandatangani.
Sesaat, laki-laki yang bergelar sebagai suami dari Mikaila itu terdiam. menatap Aditya dan juga cek itu secara bergantian.
"loe yakin nulis nominal ini?"tanya laki-laki itu seperti memastikan.
"yakinlah. memangnya kenapa? apakah seorang Arthur Stanley sudah tidak mampu membayar sekarang?"cibir Aditya lemes.
Hal itu membuat Arthur yang mendengarnya, seketika memutar bola mata malas. dan tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu segera menandatangani kertas berwarna putih itu. kemudian dengan segera, menyerahkan kertas itu Aditya lagi.
__ADS_1
Senyuman laki-laki itu, seketika merekah seperti sebuah bunga yang sedang mekar mekarnya.
*Makasih lu emang sepupu yang baik.*ucapnya Seraya terkekeh pelan dan langsung menghampiri sepupu dan juga sahabat-sahabatnya itu.
sementara Arthur sendiri, laki-laki itu seketika memutar bola mata malas dan mencibir sepupu dari istrinya itu.
"kenapa gue bisa di pertemukan sama laki-laki model begini?"keluhnya Seraya berlalu pergi dari sana.
Arthur tidak ingin istrinya marah besar jika tahu dirinya benar-benar mengikuti wanita itu. karena laki-laki itu, sudah benar-benar janji tidak akan mencampuri urusan istrinya untuk hari ini. dan Arthur masih terbayang bagaimana raut wajah kesal dan juga ngambek dari wanita itu.
****
"semuanya jadi berapa?"tanya Aditya serayo menghampiri perkumpulan para wanita itu yang tengah asik berbincang-bincang.
"murah nggak sampai 20 juta."jawab Mikaila santai.
"loh katanya tadi hampir 100 juta. tapi ini kenapa malah jadi cuma 20 juta?"tanya Aditya dengan robot aja bingung.
"nggak jadi aku berubah pikiran."setelah mengatakan hal itu, Mikaila dan teman-temannya segera pergi dari sana. meninggalkan Aditya yang masih kebingungan di tempatnya.
Dan pada akhirnya, laki-laki itu memutuskan untuk kembali pada Arthur untuk mengembalikan uang dari suami sepupunya itu.
"loh kenapa dibalikin?"tanya Arthur sedikit terkejut karena mendapati cek itu sudah berada kembali di tangannya.
"nggak jadi! ngabisin uang 20 juta. makanya gue kembaliin lagi. nggak mau dihukum Tuhan karena serakah."ucapnya hendak terlalu pergi dari sana.
Namun, langkahnya seketika terhenti saat mendengar ucapan dari laki-laki itu."udah nggak papa aku ikhlas kok."ucapnya Seraya kembali menaruh kertas putih itu di telapak tangan Aditya.
Membuat si pemilik tangan, ketika mendelik kecil ke arah Arthur."lu pikir gue orang susah?"semprot laki-laki itu Seraya menatap tajam ke arah suami dari sepupunya itu.
__ADS_1
"gue nggak bilang kayak gitu kok lo aja yang sensian."balasnya kelewat santai. dan pada akhirnya, Arthur memutuskan untuk menyusul Mikaila dan mengawasi Wanita itu dari jarak jauh. meninggalkan Aditya yang saat ini, sudah mengumpat kesal.