
Beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi oleh Fandy dan juga kedua orang tuanya, telah sampai di sebuah gedung yang disulap dengan begitu mewah oleh keluarga laki-laki itu.
Saat Fandy turun dari atas mobil, kedua sudut bibir dari laki-laki itu seketika terangkat membentuk sebuah senyuman. laki-laki itu merasa sangat puas saat melihat gedung itu disulap menjadi tempat yang begitu mewah dan juga berharga sesuai dengan requesan dari Mikaila -wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya setelah ini.
"bagaimana ? apakah kamu suka dengan konsep yang kita berikan ini?"tanya salah seorang laki-laki Seraya menghampiri Fandy yang masih berjalan menuju ke dalam gedung itu.
Fandy yang mendengar itu, ketika menganggukkan kepala Seraya tersenyum puas.
"kinerja kalian sangat bagus aku menyukainya."setelah mengatakan hal itu, Fandy segera memasuki gedung itu dengan langkah angkuhnya.
Karena acara memang belum dimulai, jadi tidak ada orang selain keluarga dari Fandy yang memasuki gedung itu. karena memang sudah dibooking oleh laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu.
"kapan dia akan datang? kenapa lama sekali?"tanya laki-laki itu Seraya sesekali menatap ke arah jam tangan dan juga menatap ke arah depan secara berulang kali.
Membuat Ratih dan juga Arga yang melihat itu, seketika saling pandang satu sama lain. dan tak lama berselang, keduanya pun memutar bola mata malas karena merasa jengah dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh Putra tunggal mereka itu.
"kamu ini kayak anak ABG yang tidak ketemu sama pacarnya berbulan-bulan aja!"ucap Ratih menyindir putranya itu.
Namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan olehnya. karena memang Fandi masih menatap ke arah depan sana. berharap orang yang tengah ia tunggu segera datang.
Tak lama berselang, orang-orang penting yang mengurus pernikahan Fandy dan juga Mikaila memasuki gedung. dan tak lupa pula pemuka agama di tempat itu juga diundang untuk menjadi saksi pernikahan antara Fandy dan juga Mikaila.
"kenapa aku menjadi gugup seperti ini?"tanya laki-laki itu Seraya merasa salah tingkah. rasa ini bahkan seperti dirinya baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. padahal kenyataannya tidak seperti itu.
__ADS_1
Fandy sudah pernah melakukan menjalin hubungan dengan wanita-wanita sebelum Mikaila. bahkan pernah dengan wanita yang sangat ia cintai. dan digadang-gadang akan menjadi pendamping hidupnya. tapi apa boleh buat ternyata alam semesta dan juga yang maha kuasa tidak menginginkan hal itu terjadi. sehingga Fandy dan juga wanita itu, memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka sebelum memasuki manisnya pernikahan.
Dan saat rasa bahagia karena memiliki wanita yang dicintai itu tiba, rasanya sangat berbeda dengan sekarang. entah kenapa, Fandy merasakan bahagianya kali-kali lipat dari yang sebelumnya.
"apakah acaranya sudah bisa dimulai?"tanya salah seorang pemuka agama Seraya menatap ke arah Fandy dan juga keluarganya. dan tak lama berselang, menatap ke arah jam dinding yang tergantung di belakang sana.
"apakah kau tidak bisa menunggu sebentar? atau kalau tidak, Kau boleh pergi sekarang!"ucap Fandy dengan ketus.
Namun balasan itu langsung ditanggapi oleh Ratih dengan mengikut perut milik laki-laki itu. kemudian melayangkan tatapan mautnya pada Putra semata wayangnya itu.
Bisa-bisanya Fandy bersikap arogan seperti itu di saat orang-orang menghormati para petinggi negara itu. sungguh anaknya benar-benar sangat barbar.
****
Tentu saja suara tapak kaki itu membuat orang-orang yang ada di sana, memusatkan fokusnya pada wanita itu.
Mikaila tampak begitu cantik menggunakan gaun berwarna putih dan jangan lupakan mahkota kecil yang bertengger di kepalanya. sementara rambutnya disanggul rendah dan di belakangnya diberikan jepit rambut yang bertahtakan berlian begitu indah.
Tak lupa pula, ujung rambut yang berada di kiri dan kanan wajah wanita itu tampak dibiarkan menjuntai dan sedikit di Curly. membuat penampilan dari Mikaila, benar-benar berubah menjadi seorang bidadari yang luar biasa.
Hal itu membuat Aditya sedikit menganga lebar. karena laki-laki itu tidak menyangka jika adik sepupunya akan berubah menjadi sosok yang begitu cantik bak Dewi kayangan.
Begitu pun juga dengan Ruri dan juga yang lain Mereka tampak tidak berkedip sama sekali saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
"kenapa kalian malah terdiam seperti itu? apakah penampilanku aneh?"tanya Mikaila tanpa akhiran menatap ke arah orang tua dan juga sahabat-sahabat itu yang menatapnya tidak berkedip sama sekali.
Refleks, mereka semua yang ada di sana menggelengkan kepalanya."enggak kamu malah terlihat sangat cantik. aku yakin pasti calon suamimu tidak akan pernah membiarkan istrinya pergi seorang diri jika tahu yang akan dinikahinya secantik ini."ucap Hana Seraya langsung menggandeng tangan wanita itu untuk membawanya ke dalam mobil.
Mereka semua memutuskan untuk segera berangkat menuju ke gedung yang telah diberitahu oleh keluarga Fandy sebelumnya. jika kalian bertanya mengapa keluarga Fandy justru yang malah mengurus semuanya? jawabannya adalah dipaksa.
Yap. setelah lamaran itu diterima, Fandy dan juga keluarganya memutuskan untuk mengelola dan itu semua ditanggung oleh keluarga Fandy. dan dengan sangat terpaksa, Mikaila dan keluarganya pun menyetujui akan hal itu. karena mereka mengancam akan membatalkan pernikahan ini dan membawa Moza pergi dari tempat itu.
Tentunya Hal itu membuat Mikaila sangat ketakutan. Karena Wanita itu sama sekali tidak ingin kehilangan Moza entah apa yang terjadi.
***
setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, pada akhirnya Mikaila dan juga keluarganya telah sampai di tempat tujuan dengan selamat. dan tanpa basa-basi lagi, mereka segera memasuki gedung itu.
Dan disaat mereka berjalan untuk masuk ke sana, pandangan semua orang tertuju pada Mikaila. Karena Wanita itu saat ini benar-benar menjelma menjadi sosok bidadari yang begitu anggun dan juga rupawan.
Sementara Fandy, laki-laki itu menatap ke arah wanita yang akan menjadi calon istrinya itu dengan tatapan mata yang bahkan tidak berkedip sama sekali.
"jangan diliatin terus nanti kamu akan lemah."bisik Ratih mencoba untuk menggoda sang anak.
Karena wanita paruh baya itu juga merasakan bahwa aura yang ditunjukkan oleh Mikaila saat ini, benar-benar sangat menyilaukan mata.
"benar-benar sangat cantik."gumam laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu dengan tersenyum simpul. rasa-rasanya Fandy merasa tidak rela jika Mikaila dilihat oleh banyak orang seperti ini.
__ADS_1