Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
Pembalasan


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu, Mikaila dan juga Arthur menjalankan aktivitasnya seperti biasa.


"aku mau ke kantor. apa kamu mau bareng?"tanya Arthur pada istrinya itu. membuat Mikaila yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya


"ndak usah aku berangkat sendiri saja."jawab wanita itu dengan padat singkat dan jelas. Setelahnya, Mikaila segera mempersiapkan dirinya.


***


"maaf tuan di ruangan ada tamu yang ingin bertemu dengan anda."ucap salah satu karyawan yang tidak sengaja berpapasan dengan laki-laki itu.


Membuat Arthur yang mendengarnya, sejenak terdiam. dan tak berselang lama, laki-laki itu menganggukkan kepalanya.


"ibu, ngapain ada di sini?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah heran. karena melihat ibu yang telah melahirkan itu, datang ke kantor bersama dengan seorang wanita.


"Ibu ke sini Mau mengajak untuk membeli sesuatu. apakah kamu ada waktu?"tanya wanita paruh baya itu menatap ke arah putranya.


Arthur yang mendengarnya, sejenak terdiam. tak lama berselang, dirinya pun menganggukkan kepala.


"nanti makan siang aku ada waktu luang."jawab laki-laki itu dengan nada tegasnya.


"baik kalau begitu aku tunggu."setelah mengatakan hal itu, Claudia keluar dari ruangan itu bersama dengan Citra.


***


Sementara itu di tempat lain, terlihat Mikaila sangat sibuk menyiapkan barang-barang yang akan digunakan untuk promosi menu terbaru restorannya. bahkan wanita itu beberapa kali tidak memperdulikan suara ponselnya yang berdering sejak tadi.


Hingga seseorang karyawan, datang menghampirinya dan mengatakan bahwa ponselnya sejak tadi berdering.


"Maaf Bos. ponsel Anda sejak tadi berdering."ucap karyawan itu Serang yang menunjuk ke arah ponsel milik Mikaila.


Membuat wanita itu yang tersadar, segera mengambil benda pipih kesayangannya itu. dan dengan segera, mencoba untuk menghubungi si penelpon yang tak lain adalah suaminya sendiri.

__ADS_1


"Ada apa Mas?"tanya Mikaila saat wanita itu telah berhasil menyambungkan panggilannya kepada sang suami.


"kamu ada di mana kenapa lama sekali mengangkat telepon?"tanya Arthur dari seberang sana yang terdengar sangat cemas.


"maafkan aku. aku sedang sibuk untuk mempromosikan produk baru di restoran. aku tidak sempat untuk menyentuh ponselku."wanita itu tersenyum sembuh.


"huh kebiasaan."gumam Arthur namun masih didengar oleh istrinya itu.


"memangnya ada apa?"tanya wanita itu dengan raut wajah heran.


"siang nanti, Ibu menyuruhku untuk mengantar dan menemani dia untuk membeli sesuatu. apakah aku diperbolehkan untuk itu?"tanya Arthur meminta izin pada sang istri.


Membuat Mikaila yang mendengar itu seketika terdiam. sepertinya, wanita cantik itu mulai memahami apa yang akan dimaksud oleh ibu mertuanya itu.


"boleh tapi aku mau ikut juga. bagaimana?"tawar Mikaila pada suaminya itu.


"baiklah kalau begitu. nanti aku jemput."ucap Arthur Soraya tersenyum.


"oke kalau begitu."setelah mengatakan hal itu, mereka kembali untuk melanjutkan pekerjaan masing-masing.


***


"Arthur, apakah kamu sudah siap?"tanya Claudia membuka ruangan dari putranya itu.


"sudah Bu, ayo kita berangkat."ucap laki-laki itu Seraya menggandeng tangan ibunya.


Di sinilah mereka sekarang di tempat sebuah gaun yang sangat indah. tentu saja hal itu membuat Arthur yang baru menyadarinya merasa sedikit panik.


"ibu untuk apa mengajak aku ke sini?"tanya Arthur menatap ibunya dengan raut wajah tegang.


"tidak usah tegang seperti itu. Ibu ke sini ingin membelikan kado pada teman ibu yang akan menikahkan putrinya. Ibu bingung mau memilih apa. dan pada akhirnya, Ibu memutuskan untuk membelikan mereka sepasang gaun pengantin dan juga jas."Claudia berusaha untuk meyakinkan putranya.

__ADS_1


Arthur yang mendengar itu akhirnya menurut. dan dengan segera dirinya dituntun untuk mengenakan jas itu. sementara Citra, juga dituntut untuk mengenakan gaun pengantin itu. dan secara diam-diam, Claudia memotretnya dan mempostingnya di sosial media.


***


"apa-apaan ini?"tanya Mikaila yang merasa sangat geram. sepatu wanita itu baru saja membuka ponselnya, ada sebuah notifikasi yang masuk yang tak lain adalah dari sosial media Milik ibu mertuanya.


"dia ingin bermain-main denganku rupanya."setelah mengatakan hal itu, Mikaila segera meninggalkan ruangannya untuk menuju ke tempat di mana suaminya berada.


**


Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpangi oleh Mikaila telah sampai di tempat tujuan. dengan segera, mulai masuk ke ruangan itu.


"sayang kamu sudah datang?"tanya Arthur yang mulai terkejut saat melihat istrinya berdiri tepat di hadapannya.


"Tentu saja aku datang. aku tidak ingin suamiku digoda oleh wanita murahan seperti dia."ucap Mikaila menunjuk ke arah Citra yang berada di samping laki-laki itu.


"tenanglah Sayang kamu ini salah paham dia tidak --"ucapan Arthur terhenti saat ponsel milik Mikaila diangkat ke atas dan menunjukkan sebuah postingan beserta dengan caption di dalamnya.


Arthur yang melihat itu, seketika membulatkan kedua matanya. kemudian menatap ibunya dengan ekspresi wajah tak percaya.


"aku tidak menyangka ibu akan melakukan hal ini."ucap laki-laki itu Seraya menggelengkan kepala. kemudian melangkahkan kakinya untuk mengikuti langkah istrinya keluar dari butik itu.


Meninggalkan Claudia yang masih memanggil nama putranya untuk tetap tinggal di sana. sungguh Arthur tidak memperdulikan akan hal itu.


"maafkan aku sayang. aku sama sekali tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh ibuku. mulai sekarang, aku akan hati-hati."ucap laki-laki itu bersungguh-sungguh.


"sudahlah Mas, Ini semua bukan salah Mas. ini hanya akal-akalan ulat bulu itu."ucap Mikaila mencebik. membuat Arthur yang mendengar itu, seketika tertawa.


"istriku ini kalau marah-marah mengerikan sekali."ucapnya Seraya mengacak-acak rambut milik wanita itu.


"itu sudah jelas. jangan pernah bermain-main dengan singa betina."ucapnya dengan bangga.

__ADS_1


Mikaila merasa sangat puas karena telah melakukan pembalasan terhadap wanita itu. berani-beraninya dia menggoda laki-laki yang ia sayangi.


__ADS_2