Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
Nyaman


__ADS_3

beberapa waktu kemudian,....


Hubungan antara Arthur dan Mikaila, semakin lama semakin membaik. membuat keduanya, tampak seperti pasangan suami istri pada umumnya. dan sekarang ini, Wanita itu sudah tidak memanggilnya dengan sebutan 'Om' lagi.


Tentu saja hal itu membuat laki-laki dewasa itu, merasa sangat bahagia. dan entah mengapa, Arthur merasa sangat nyaman. saat wanita yang bergelar sebagai istrinya itu, memanggilnya dengan sebutan 'Mas'. seperti pagi ini, mereka tengah menikmati makanan di atas meja makan, suasana terlihat sangat mencair.


"Mas mau makan apa?"tanya Mikaila menatap ke arah Arthur. yang saat ini, tengah mengambilkan nasi beserta lauk pauk ke dalam piring.


"saya mau makan nugget dan juga saus mayones saja."jawab laki-laki itu dengan sesekali menatap ke arah Mikaila yang berada di sampingnya. membuat wanita itu yang mendengarnya, seketika hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, mulai memberikan piring itu kepada Arthur.


"Hari ini kamu mau ke mana?"tanya laki-laki itu. sesaat, setelah suasana di meja makan itu hening.


"mungkin ke restoran untuk mengecek semuanya."jawab Mikaila Seraya melanjutkan aktivitas makannya.


"apa Mau diantar?"tanya Arthur Seraya meletakkan sinduk dan juga garpu itu ke tempat semula. karena laki-laki itu, telah menyelesaikan sarapan paginya. dan hal itu, juga dilakukan oleh Mikaila. Karena Wanita itu ,juga telah menyelesaikan aktivitas sarapannya.


Tak berselang lama, terdengar suara ketukan dari arah pintu rumah mereka. benar itu membuat Arthur dan juga Mikaila yang mendengarnya, seketika saling pandang. siapa yang bertamu sepagi ini? pikir mereka berdua.


Tak lama berselang, seorang wanita paruh baya datang menghampiri pasangan suami istri itu.


"Maaf Tuan, Nyonya, di luar ada nyonya besar dan juga ada Oma Juwita."adu sang asisten rumah tangga.

__ADS_1


Seketika membuat Mikaila dan juga Arthur yang mendengarnya, saling pandang. untuk apa mereka datang kemari? Bukankah baru saja pulang dari sini?pikiran-pikiran itu mulai berputar dalam pikiran sepasang suami istri itu.


****


"Oma kenapa datang kemari lagi?"tanya Arthur saat mereka sudah berada di ruang keluarga rumah itu.


"tidak apa-apa Oma hanya ingin berjalan-jalan saja dan menjenguk cucu-cucu kesayangan Oma."jawab wanita sepuh itu dengan senyuman manisnya.


Sementara Claudia, wanita paruh baya itu hanya menatap ke arah menantunya dengan tatapan sinis. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Mikaila. karena wanita muda itu, sibuk mengawasi Arthur dan juga Oma Juwita yang tengah berbincang-bincang dengan seru itu.


"jadi kapan Oma dibuatkan cicit?"tanya wanita sepuh itu secara tiba-tiba. hingga membuat Mikaila yang tengah sibuk memperhatikan mereka, seketika tersedak salivanya sendiri.


uhuk uhuk uhuk


"kamu kenapa sayang?"tanya Oma Juwita mencoba menghampiri cucu menantunya itu.


"ah aku baik-baik saja Oma. hanya sedikit terkejut saja."ucap wanita itu Seraya menunjukkan kepala karena merasa malu dengan jawabannya sendiri.


"tidak apa-apa Oma mengerti kok."ucap Oma Juwita dengan lembut. akhirnya mereka semua berbincang-bincang seperti biasa. niat awal dari Arthur ingin berangkat ke kantor dan juga Mikaila yang ingin berangkat ke restoran, akhirnya mereka undur. dan pada akhirnya, pasangan muda itu tidak jadi untuk menuju ke tempat masing-masing.


Karena ternyata Oma Juwita betah berada di sana. wanita tua itu masih saja berceloteh tentang apa yang ia ketahui. dan memberikan nasehat-nasehat kecil kepada pasangan muda itu.

__ADS_1


****


"kalau begitu Oma dan yang lain, pamit dulu. kapan-kapan Oma ke sini lagi. kamu tidak keberatan, kan?"tanya wanita renta itu menatap ke arah cucu dan juga cucu menantunya itu.


"Oma ini bicara apa sih? Mana mungkin aku terganggu? aku sama sekali tidak keberatan."ucap Arthur menggelengkan kepalanya.


"Bagus kalau begitu. jaga istrimu baik-baik. kalau begitu, kami permisi. selamat malam cucu cucuku."ucap wanita itu mengusap kepala Mikaila dengan lembut.


Kemudian diikuti dengan Claudia dan juga Bahrun di belakang rumah Juwita. dan setelah kepergian mereka, Mikaila memutuskan untuk segera membersihkan diri dan beristirahat. begitu juga yang dilakukan oleh Arthur.


***


"nyaman sekali."ucap wanita itu Seraya menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur. tangannya sesekali, memainkan ponsel miliknya itu. kemudian, mencoba untuk menghubungi anak buahnya yang ada di restoran itu. hanya untuk sekedar memantau keadaan di sana.


"syukurlah semuanya baik-baik saja."gumam wanita itu. kemudian tangannya memencet sebuah aplikasi novel online yang berwarna biru yang ada di sana. kemudian dengan perlahan, mulai membacanya. dan tanpa disadari oleh wanita itu, bahwa saat ini kepala Arthur, telah berada di kedua paha wanita itu.


"eh, Mas Arthur ngapain ada di sini?"tanya Mikaila yang sedikit terkejut dengan tingkah laku suaminya itu.


"tentu saja tidur di paha istriku. memangnya kenapa? ada yang salah?"tanya laki-laki itu mendongakkan kepalanya. menatap ke arah wanita itu dengan seksama.


"tapi kenapa?"tanya Mikaila tak mengerti.

__ADS_1


"karena aku nyaman."jawabnya santai.


__ADS_2