Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
Mencoba Menyelamatkan


__ADS_3

Saat ini Arthur tengah dibuat panik. oleh wanita yang sangat ia cintai. bagaimana tidak panik, wanita itu sama sekali belum memberikan kabar sejak pagi tadi. dan sekarang, hari sudah berganti. mata laki-laki itu sudah memerah karena menahan tangis akibat frustasi mencari keberadaan wanita pujaannya itu.


drrrttt drrttt


Terdengar suara deringan ponsel yang berdering dengan cukup kuat. membuat fokus dari laki-laki itu seketika teralihkan.


"hal...."belum sempat Arthur melanjutkan ucapannya, laki-laki itu telah dibuat terkejut dengan ucapan dari seseorang di seberang sana.


"jika kau ingin bertemu dan menyelamatkan wanita kesayanganmu ini, maka datanglah ke tempat yang aku sebutkan."


Tut


Setelah mengatakan hal itu, sambungan telepon itu terputus. Tentu saja itu membuat Arthur tanpa pikir panjang, segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke alamat yang dikirim oleh seseorang melalui pesan singkat.


"semoga aku bisa tepat waktu ke sana."gumam laki-laki pada dirinya sendiri. kemudian, segera melajukan kendaraan itu untuk meninggalkan kediaman mewahnya.


Tak membutuhkan waktu lama, Arthur telah sampai di tempat yang ada di dalam ponselnya itu. segera laki-laki itu mengarahkan kakinya untuk memasuki bangunan yang ada tempat di hadapannya saat ini.


"kenapa sepi sekali?"tanya laki-laki itu penuh dengan keraguan.


ceklek


Pintu bangunan itu dibuka oleh Arthur secara perlahan. namun suasana di dalam sana terlihat sangat gelap. tak menyerah begitu saja, laki-laki itu segera menyalakan senter yang ada di ponsel miliknya itu.

__ADS_1


"shiitt."seketika itu pula, Arthur mengumpat kesal. saat menyadari dirinya telah ditipu mentah-mentah oleh orang yang menelponnya itu. tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu mencoba untuk menghubungi nomor yang baru saja mengirimi alamat palsu itu.


Namun sesuai dengan dugaannya, nomor itu sama sekali tidak aktif. tentu saja hal itu membuat Arthur semakin merasa ketakutan. laki-laki itu bergegas masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya meninggalkan tempat itu.


****


Sementara itu di lain tempat, terlihat seorang wanita tengah tertawa terbahak-bahak. karena berhasil mengecoh pergerakan dari seorang laki-laki.


"hahaha dasar bodoh dia percaya saja atas alamat yang aku kirim!"ucap wanita itu masih dengan tawa yang menggema.


Sementara di sebelahnya, terlihat seorang laki-laki yang tengah menggendong seorang wanita cantik yang tak sadarkan diri. tatapan mata dari laki-laki itu seperti seekor binatang buas yang sedang kelaparan.


"Citra apakah aku sudah bisa untuk mengambil bagianku?"tanya laki-laki itu yang terlinda adalah Fandy.


Yap Citra dan juga Fandy memang telah merencanakan semuanya. kedua orang yang memang terobsesi pada Mikaila dan juga Arthur itu, menyusun rencana untuk menculik incaran mereka masing-masing. Karena rasa obsesi yang terlalu besar di hati Fandy dan juga Citra itu. mereka sepertinya tidak akan pernah bisa terima jika kedua sepasang anak Adam itu bersatu dan hidup bahagia.


Tiba-tiba saja pandangan mereka semua teralihkan, saat mendengar suara gaduh di luar bangunan itu. Fandy dengan segera membawa tubuh Mikaila masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di bangunan itu.


Tepat saat Fandy menutup pintu, pintu pertama bangunan itu terbuka dengan paksa. dan tak lama berselang, muncullah seorang laki-laki dari balik pintu bangunan itu. siapa lagi orangnya jika bukan Arthur.


Laki-laki tampan bersetubuh tegap itu segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri Citra yang tersenyum ke arahnya.


"Di mana kau sembunyikan istriku?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah merah padam karena menahan amarah.

__ADS_1


"apa maksudmu? siapa yang kau maksud menyembunyikan istrimu?"tanya Citra dengan raut wajah bingung.


prang!!


"tidak usah banyak mengelak! sekarang katakan saja di mana istriku berada?!"tanya laki-laki itu Seraya menatap tajam ke arah Citra.


Membuat wanita itu sedikit merasa gugup. apalagi saat melihat ke belakang tubuh Arthur. di mana wanita itu, menyaksikan semua anak buahnya telah terkapar dengan bersimbah darah.


***


"mari kita bersenang-senang sayang."ucap Fandy. saat laki-laki itu, telah selesai meletakkan Mikaila di atas tempat tidur.


Namun tiba-tiba saja mata wanita itu terbuka lebar. dan tak berselang lama, terdengar teriakan yang sangat menggema dari mulut Mikaila. tentu saja, suara teriakan dari wanita itu segera terdengar oleh semua orang yang ada di luar. karena ruang kamar itu tidak menggunakan alat peredam suara.


brakkk


Terdengar suara pintu yang di dobrak dengan sangat kencang. dan tak lama berselang, Arthur datang menerjang tubuh Fandy.


bugh


bugh


"sialan kau! apa yang kau lakukan pada istriku?!"tanya laki-laki itu Seraya mencengkeram kerah baju milik Fandy. membuatnya seketika gelagapan.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari laki-laki itu, Arthur kembali melayangkan beberapa pukulan tepat mengenai wajah Fandy. hingga membuat laki-laki itu, seketika terkapar di atas lantai.


"Sayang ayo kita pergi."ucap laki-laki Itu Seraya menarik tangan sang istri untuk segera keluar dari sana. Arthur merasa sangat lega. karena berhasil menyelamatkan istrinya dari sebuah kemalangan. karena jika sampai laki-laki itu terlambat sedikit saja, mungkin penyesalan akan menemani Arthur di sisa umurnya.


__ADS_2