
Dan selesai mengatakan hal itu, pada akhirnya wanita renta itu segera dibawa masuk ke dalam kamar oleh Ruri dan juga kedua sahabat Mikaila. mereka bertiga kompak mencari alasan yang tepat agar wanita sepuh itu, mau diajak untuk masuk ke dalam kamar.
Sementara Mikaila yang masih berdiri di tempatnya, tiba-tiba saja langsung dibawa oleh Arthur dengan sedikit memaksa. bahkan, teriakan dari wanita itu, tak pernah di dengar oleh Arthur.
Seakan-akan, laki-laki itu saat ini benar-benar menulikan pendengarannya. yang ia hiraukan saat ini adalah ambisinya untuk mendapatkan Mikaila kembali.
"jangan sakiti anakku! lepaskan dia!" sentak Winarto dengan raut wajah merah padam. dengan rahang mengetat. pertanda, bahwa laki-laki paruh baya itu saat ini tengah menahan amarah yang luar biasa.
"jangan halangi aku Pah! dia masih istriku Dan Dia, menjadi tanggung jawabku jika papa lupa!"artis dengan tatapan yang sangat tajam.
Sepertinya, laki-laki itu sama sekali tidak memperdulikan. jika saat ini dirinya, telah bersikap kurang ajar kepada ayah mertuanya sendiri. sungguh Arthur sama sekali tidak memperdulikan hal itu. yang laki-laki pedulikan saat ini adalah bagaimana caranya agar dapat membawa Mikaila kembali ke pelukannya.
"kalian jangan pernah halangi aku untuk mendapatkan istriku kembali. karena aku, masih menjadi suaminya." ucapnya memperingati semua orang yang ada di sana.
Hingga pada akhirnya, orang-orang itu bungkam pada akhirnya. memilih membiarkan laki-laki itu membawa Mikaila. namun tanpa diduga-duga oleh semua orang. karena di detik berikutnya, wanita itu menyentuh perut bagian bawahnya yang terasa berdenyut nyeri. dan tiba-tiba saja,...
"awww. sakit sekali!"pekiknya tertahan dan tak lama berselang, terlihat raut wajah wanita itu merah padam dengan keringat yang sangat besar membasahi wajah cantiknya.
Tentunya Hal itu membuat Bahrun dan juga Claudia yang awalnya hanya bersembunyi di balik mobilnya, seketika memilih untuk keluar karena situasinya berubah begitu mencekam. tanpa pikir panjang lagi, Bahrun segera menepis tangan dari Arthur agar terlepas dari wanita itu.
"kau benar-benar menyakiti istrimu Arthur. kau benar-benar sudah gagal menjadi seorang laki-laki dan juga seorang suami!" ucap Bahrun Soraya melayangkan satu pukulan keras di wajah laki-laki muda itu.
Hingga membuat tubuh Arthur, seketika terhuyung ke belakang. dan kesempatan itulah yang dimanfaatkan oleh Winarto untuk menggendong Sang Putri. dan membawanya untuk ke rumah sakit. namun sebelum benar-benar pergi, laki-laki sempat melayangkan tatapan tajam tepat di hadapan Arthur.
"jika sampai terjadi apa-apa dengan anak dan juga cucuku, aku akan pastikan kau akan menyesal seumur hidupmu!"setelah mengatakan hal itu, Winarto benar-benar pergi dari sana. disusul oleh semua orang yang ada di rumah itu. termasuk juga, Nenek Kamila.
__ADS_1
wanita renta itu benar-benar sangat kebingungan apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan antara Mikaila dan juga Arthur. beberapa kali, wanita renta itu bertanya namun hanya senyuman yang didapat.
Tak lama berselang, mereka semua telah sampai di depan sebuah rumah sakit ternama di kota itu. dengan segera, Winarto sebagai ayah kandung dari Mikaila membopong tubuh wanita itu yang masih merasa kesakitan.
"sakit sekali Pah! aku sudah merasa tidak tahan!" pekik wanita itu secara perlahan dengan keringat yang begitu banyak mengucur dari dalam tubuhnya.
Tentunya Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, semakin terlihat sangat panik. terutama Ruri sebagai ibunya.
Sesampainya di sana, Mikaila segera dibawa ke ruangan untuk segera ditangani. sementara orang-orang itu, menantikan sebuah kabar dengan perasaan cemas luar biasa.
"apa yang sebenarnya terjadi?"Tanya nenek Kamilah Saat semua orang sudah terlihat lebih tenang dari sebelumnya.
Dengan perasaan yang membuncah, pada akhirnya Ruri memutuskan untuk memberitahukan semua hal yang menyangkut tentang pernikahan Mikaila pada wanita renta itu. karena menurutnya, percuma juga harus ditutup-tutupi.
Dengan nafas yang memburu, Ruri mulai menceritakan semuanya pada Ibu mertuanya itu. dan sudah sesuai prediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. nenek Kamila seketika lemas tidak bertenaga.
"aku menyesal karena telah menerimamu dengan baik! lebih baik sekarang, kamu pergi saja dari sini!"ucap wanita sepuh itu dengan nada suara yang begitu tinggi. tak lama berselang, tubuh dari nenek Kamila pun lemas hingga harus dibawa ke ruang perawatan.
"apakah kamu sudah puas untuk menghancurkan keluargaku?"tanya Winarto dengan langkah tegasnya. menghampiri laki-laki yang menjadi menantunya itu. hingga tiba-tiba saja,...
plak
Satu tamparan keras seketika mendarat mulus di wajah milik Arthur. hingga membuat Bahrun dan juga Claudia yang melihat itu, sedikit terperangah.
"bawa anakmu itu pergi dari sini!"ucap Winarto dengan raut wajah datar dan juga tatapan yang begitu mengerikan.
__ADS_1
Arthur menggelengkan kepalanya."aku mohon, jangan pisahkan aku dari Mikaila. aku sangat mencintai dia."ucapnya Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.
"pergi saya bilang!" bentak laki-laki itu dengan suara yang semakin menggelegar. karena tidak ingin membuat suasana semakin buruk, pada akhirnya Claudia segera membawa putranya itu pergi dari sana.
"sudah lebih baik kita pergi dulu dari sini. jangan sampai, membuat mereka semakin murka. dan hal itu, akan semakin membuat mereka membulatkan tekadnya." bisik Claudia.
Dengan berat hati, pada akhirnya Arthur putuskan untuk mengalah. biarkanlah dulu dirinya mengalah untuk beberapa saat ini. sebelum nantinya, akan kembali membujuk wanita itu agar dapat bersanding dengannya.
****
"bagaimana keadaan putri saya?" tanya Winarto. saat melihat kedatangan seorang tenaga medis yang berjalan ke arahnya.
"Nona Mikaila harus melakukan bedrest untuk beberapa hari ke depan."ucap Dokter wanita itu Seraya menghela nafas panjang.
"apa kandungannya melemah?" tanya Ruri dengan raut wajah khawatirnya.
Lantas, Dokter wanita itu mengangguk. Tentu saja itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat sedih.
" lalu, apa yang harus kita lakukan?"tanya Aditya.
"jaga perasaan dia! jangan sampai dia kembali stress ataupun histeris. karna mungkin saat ini, batin dari Nyonya Mikaila sangatlah terkencang.
Tanpa pikir panjang lagi, Aditya segera pergi dari sana. hingga membuat semua orang, tidak ada yang menyadari kepergian dari laki-laki itu. hanya satu orang yang menyadarinya minta lain adalah Sarah.
'mau ke mana dia?'tanya Sarah membatin dengan tatapan mata yang tidak lepas dari Aditya. namun hal itu segera disalah artikan oleh Hannah yang juga menatap interaksi antara mereka berdua.
__ADS_1
"kau masih memiliki perasaan padanya?"tanya Hana berbisik.