
Sementara itu di sebuah kamar yang cukup mewah yang terdapat di sebuah hotel ternama di kota itu, terdapat sepasang anak Adam yang baru saja selesai melaksanakan kegiatan mereka yang cukup melelahkan hari ini.
"Mas kamu mau mandi dulu atau langsung makan malam?"tanya Mikaila menatap ke arah Fandy yang masih berkutat dengan gadget di tangannya itu.
Laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu, langsung menoleh ke arah sumber suara. kemudian setelahnya tersenyum simpul suara yang menatap ke arah wanita yang kini telah menjadi istrinya itu.
"kalau aku langsung makan kamu gimana?"tanya laki-laki itu Seraya menaik turunkan alisnya menggoda wanita cantik yang ada di hadapannya.
"ih, kenapa Mas mesum banget?!"tanya wanita itu Seraya memajukan bibirnya hingga beberapa senti. hingga membuat Fandy, seketika merasa sangat gemas kemudian memberikan beberapa kali kecupan di wajah cantik milik wanita itu.
"udah ah Mas. lebih baik Mas mandi saja sana!"usir wanita itu dengan nada suara sedikit ditekankan.
__ADS_1
Bukan karena marah atau apa akan tetapi, wanita itu merasa jantungnya kurang aman jika harus berdekatan terlalu lama dengan laki-laki yang saat ini telah sukses memasuki relung hatinya itu.
Fandy yang melihat itu, seketika terkekeh kecil. kemudian dengan segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Meninggalkan Mikaila yang saat ini, tengah bernafas dengan sangat lega karena dapat terbebas dari cengkraman laki-laki itu. bukan maksud menolak ataupun apa. akan tetapi Mikaila masih belum mampu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri malam ini juga.
'aku harus mencari cara, agar Fandi tidak menyentuhku untuk malam' batin Mikaila dengan sangat kuat.
Ceklek
"Ma .Mas mau ngapain?"saking takutnya, wanita itu sampai tidak sadar mengeluarkan pertanyaan bodoh yang tiba-tiba saja meluncur bebas dari dalam mulutnya.
__ADS_1
' arrrggggghhh! kenapa kau bodoh sekali bertanya seperti itu tentu saja kamu tahu apa yang akan dilakukan oleh laki-laki dewasa seperti ucap Mikaila merutuki dirinya sendiri.
"Kau benar-benar sangat cantik Mikaila. aku benar-benar sangat beruntung mendapatkanmu."ucapnya dengan tatapan yang begitu memuja.
Membuat wanita cantik itu sendiri, seketika menundukkan kepala karena merasa malu dengan pujian yang dilontarkan oleh Fandy itu.
Cup
Mikaila seketika mematung. saat pipinya disentuh oleh benda lembut dan juga kenyal milik Fandy. entah mengapa, sentuhan yang dilakukan oleh laki-laki itu, membuat sekujur tubuhnya sedikit meremang. padahal perbuatan ini bukanlah perbuatan pertama yang dilakukan oleh Mikaila. namun entah mengapa, rasanya sungguh sangat beda.
Hingga tanpa sadar, laki-laki yang telah berstatus sebagai suaminya itu sudah berada di atas tubuhnya.
__ADS_1
"aku menginginkannya malam ini juga."bisik laki-laki itu tepat di telinga Mikaila. hingga membuat wanita cantik itu, seketika merinding dibuatnya.
"a .. aku --"Mikaila sendiri, saat ini tengah dilanda kebingungan yang luar biasa. sebenarnya wanita itu ingin menolak permintaan dari Fandy. tapi sepertinya hal itu sudah tidak mungkin. karena mengingat, saat ini mata dari laki-laki itu terlihat begitu sayu.