Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~bab 145


__ADS_3

saat tubuh dari Mikaila sudah tidak bisa menolak lagi, oleh wanita itu hanya memejamkan matanya.karena jujur saja Mikaila benar-benar sangat merasa grogi untuk saat ini. karena memang semenjak Mikaila berpisah dengan Arthur, wanita cantik itu sama sekali belum pernah melakukan hal-hal kontak fisik seperti ini. percaya atau tidak, Mikaila hanya sebatas bergandengan tangan saat keluar bersama dengan Fandy.


Sungguh wanita cantik itu benar-benar menjaga dirinya agar tidak terjerumus ke dalam sesuatu yang lebih dari itu. walaupun statusnya adalah seorang janda.


"Kau benar-benar sangat seksi Sayang,"laki-laki itu berbisik tepat di telinga Mikaila. seketika sedikit merasa merinding karena nafas yang berbau sangat segar itu.


"tap--"ucapan dari Mikaila seketika berhenti saat benda kenyal yang ada di hadapannya itu sudah menghisapnya. tentu saja hal itu membuat kedua bola mata milik wanita itu membulat dengan sempurna.


karena memang Mikaila belum siap jika harus melakukan hal itu untuk waktu saat ini.


" kau jangan pernah menolakku."bisik Fandy yang mengetahui apa yang diinginkan oleh wanita yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


Membuat Mikaila yang mendengar itu seketika terdiam dan mengurungkan niatnya untuk menolak permintaan dari laki-laki yang saat ini telah resmi menjadi suaminya itu. namun tiba-tiba saja,...


Tok tok tok tok


"Pipi Tante!"


Mikaila dan juga Fandy seketika menatap satu sama lain saat mendengar teriakan dari seseorang yang berada di depan pintu kamarnya. tentu saja hal itu membuat laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itumenjambak rambutnya frustasi karena merasa kesal sendiri dengan anak itu.


"Pipi! Tante Kenapa Pintunya dikunci? Ayo buka. Moza mau masuk mau ikut main sama kalian!"teriak bocah itu dengan nada suara melengking.dan tak lama berselang terdengar suara tangis yang begitu menyayat hati.


Mikaila yang tidak melihat pergerakan dari laki-laki itu seketika mendengus kesal. tanpa pikir panjang lagi, Mikaila langsung langkahkan kakinya untuk membuka pintu kamar itu kemudian menggendong tubuh

__ADS_1


dari pulsa dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Terlihat bocah kecil itu yang masih terisak di dalam pelukan Mikaila.sementara Fandi yang sudah merasakan sesuatu di seberang sana sudah membuncah,seketika langsung menatap tajam ke arah bocah kecil itu.


"Kamu itu kenapa teriak-teriak? Bukankah sudah Pipi bilang, kalau Pipi dan juga tante Mikaila mau istirahat ?!"karena merasa sangat kesal laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu segera membentak Moza.


Tentu saja hal itu membuat dua wanita itu, seketika terkejut luar biasa. tak lama berselang wajah dari Moza terlihat sangat sedih. karena memang, gadis kecil itu tidak pernah dibentak sedikitpun oleh Fandy.


"Fandy tolong jangan kasar-kasar sama Moza. "tegur Mikailapada laki-laki yang saat ini telah resmi menjadi suaminya itu.


Namun tidak seperti biasanya yang langsung akan menurut, Fandy justru menatap itu dengan Tatapan yang sangat tajam.

__ADS_1


"sudah tidak usah drama seperti itu! lebih baik sekarang, kamu keluar ikut Oma!" sentaknya dengan raut wajah yang sangat galak. wajah muda seketika berubah menjadi ketakutan yang luar biasa.


__ADS_2