
Saat ini, mereka tengah berada di sebuah restoran yang berada di dalam pusat perbelanjaan itu. dan saat ini, sepasang anak Adam itu tengah menikmati makan mereka dengan sesekali, terdengar canda tawa diantara mereka berdua.
"Mas mau mencoba ini?"hanya Mikaila Seraya menunjuk ke arah sebuah piring yang berada tepat dihadapan wanita itu.
Arthur yang melihatnya, seketika merasa tertarik dengan kalimat yang diucapkan oleh istrinya itu. dan dengan segera, laki-laki tampan itu, menganggukkan kepala. meminta agar istri tercintanya menyuapi dirinya.
"ih, manja sekali suamiku ini seperti seorang anak kecil saja."kekeh Mikaila.
"biarkan saja. lagi pula, aku manja Dengan istriku sendiri. memang ada yang salah?"tanya laki-laki itu Seraya menaikkan salah satu alisnya.
Mikaila yang mendengar itu, ketika terdiam. wanita itu akan melambaikan bendera putih di hadapan kamera. pertanda, bahwa jika harus berdebat dengan Arthur, Mikaila memutuskan untuk mundur secara teratur. karena tahu, wanita itu pasti akan kalah jika berdebat dengan suaminya sendiri.
Mereka akhirnya melanjutkan aktivitas makan siangnya. hingga tak lama berselang, dua orang wanita datang menghampiri pasangan suami istri itu. dan Hal itu membuat Mikaila yang tengah menikmati makanan, seketika menghentikan aktivitasnya.
Kemudian dengan perlahan-lahan, wanita cantik itu menatap ke arah dua wanita yang tengah berdiri di hadapannya.
"ibu,"panggil Arthur dengan raut wajah terkejut. sebab mendapati ibunya, berada tepat di hadapannya saat ini.
__ADS_1
"apa boleh Ibu gabung?"tanya Claudia tanpa menoleh ke arah Mikaila yang juga saat ini tengah menatapnya.
Arthur yang mendengar pertanyaan dari ibunya itu, seketika menganggukkan kepala. dan hal itu disambut hangat oleh Claudia dan juga Citra. Yap. wanita paruh baya itu tidak sendiri. Melainkan, bersama dengan seorang wanita yang pernah dijodohkan oleh Arthur.
"Ibu mau pesan apa?"tanya laki-laki itu berusaha ramah dan berusaha mengabaikan tatapan mata dari Citra. yang sejak tadi, menatapnya dengan sangat lekat. membuat laki-laki itu, seketika merasa tidak nyaman.
"tidak usah Ibu sudah makan. sebaiknya kamu tawari saja Citra."ucap Claudia dengan entengnya.
Membuat Arthur dan juga Mikaila yang mendengar itu, seketika membelalakkan matanya. tidak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh wanita paruh baya itu. Bisa-bisanya, wanita itu menyuruh putranya untuk menawari wanita lain, padahal jelas-jelas, laki-laki itu membawa istrinya.
Sementara Citra yang mendengar itu, hanya dapat tersenyum malu-malu Seraya sesekali menatap ke arah laki-laki tampan yang ada di hadapannya saat ini.
Membuat Mikaila yang mendengar itu, seketika menatap tajam ke arah wanita itu. berani-beraninya wanita itu berkata demikian? seolah-olah, di hadapannya tidak ada siapa-siapa.
"ada ya, wanita yang tidak tahu malu seperti ini? bertanya tentang laki-laki dan mencoba untuk menggodanya. Padahal, dia tahu bahwa laki-laki itu telah memiliki seorang Istri."ucap Mikaila dengan suara yang sedikit keras.
Sontak saja hal itu membuat beberapa orang yang ada di sana, seketika menatap ke arah meja mereka dengan tatapan bingung. membuat Claudia dan Citra yang melihat itu, seketika menundukkan kepala.
__ADS_1
Sementara Arthur, laki-laki itu hanya menatap ke arah Mikaila dengan tatapan tak percaya. Arthur masih merasa tak menyangka jika wanita yang bergelar sebagai istrinya itu, mampu berkata dengan sedemikian rupa.
Jika dipikir-pikir, Arthur terlalu meremehkan wanita yang bergelar sebagai istrinya itu. karena laki-laki itu sempat berpikir, bahwa Mikaila adalah seorang gadis kecil yang akan menyusahkan hidupnya jika mereka menikah nantinya. Namun ternyata, apa yang dipikirkan laki-laki Itu adalah sebuah kesalahan besar.
Karena ternyata, Mikaila dapat membalas dengan nada suara yang sangat tenang. seperti seseorang yang telah terbiasa tersakiti. atau mungkin selama ini, wanita itu telah tersakiti dengan beberapa ucapan-ucapan menyusup yang dilontarkan oleh ibunya sendiri? entahlah Arthur juga tidak tahu.
Sementara dua wanita yang ada di hadapan Arthur dan juga Mikaila, memutuskan untuk segera pergi dari sana. Karena kedua Wanita itu, juga sama seperti Arthur tidak menyangka tentang tindakan dari wanita itu.
"kalau begitu, Ibu permisi dulu."setelah mengatakan hal itu, Claudia segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana sembari menarik tangan Citra.
**
"apakah kau baik-baik saja? atau kita mau pulang?"tanya Arthur saat mereka telah berdiam diri cukup lama.
Membuat Mikaila yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sang suami. dan tak berselang lama, wanita itu menganggukkan kepala. tanpa berniat, mengeluarkan suara indahnya.
Entah mengapa, ucapan dari Citra itu begitu sangat mengganggunya. hingga membuat Mikaila, seketika kehilangan nafsu makannya. sementara Arthur, memutuskan untuk membiarkan istrinya itu menenangkan diri.
__ADS_1
Karena jika dirinya nekat mengganggu Mikaila, maka kemungkinan besar, wanita itu pasti akan menjadikan dirinya sebagai sasaran kemarahan. dan Arthur, tidak menginginkan akan hal itu.