
Saat ini Mikaila berada tepat di depan laki-laki itu yang tengah beristirahat. dan sesekali Arthur akan melirik ke arah istrinya itu, dengan tatapan yang sedikit kesal. Karena sejak tadi, wanita itu hanya sibuk dengan pekerjaannya.
"Kau sedang apa?"tanya Arthur pada wanita itu.
"aku sedang mencoba untuk mengawasi para pekerja ku yang ada di restoran cabang milikku."jawab Mikaila tanpa berniat menoleh ke arah sang suami barang sebentar.
"ehem. aku sedang sakit loh, kamu tidak ada niatan untuk memperhatikanku?"tanya Arthur dengan sedikit canggung. karena selama ini, laki-laki itu tidak pernah meminta perhatian atau meminta belas kasihan pada seorang wanita.
Membuat Mikaila yang mendengar itu, seketika terdiam. wanita itu, menatap ke arah Arthur dengan tatapan bingung. lalu tanpa sadar, wanita itu menghentikan aktivitasnya.
Kemudian secara perlahan-lahan, mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati laki-laki itu. hingga beberapa saat kemudian, wanita itu menyadari tentang apa yang ia lakukan saat ini.
"astaga! apa yang aku lakukan?!"tanya wanita itu dengan nada suara panik. dengan cepat, wanita itu melangkahkan kakinya untuk menghindar.
Namun ternyata kesadarannya itu telah terlambat. karena disaat wanita itu hendak berbalik arah dan melangkah pergi, Arthur sudah berada tepat di belakangnya. laki-laki itu dengan segera menarik tangan dari wanita yang bergelar sebagai istrinya itu.
Hingga pada akhirnya, mereka berdua seketika berguling tepat di atas tempat tidur itu."mau ke mana kau?"tanya Arthur dengan nada suara yang sangat berat. Karena sekarang ini, sesuatu yang paling berharga miliknya tengah disentuh oleh Mikaila dengan lututnya.
"a...aku ingin ke kamar mandi sebentar."ucap wanita itu dengan gugup. karena Mikaila sendiri, juga merasakan hal yang sama. dirinya tiba-tiba saja merinding.
"apa kau tidak bisa memperlakukan aku seperti selayaknya seorang suami?"tanya Arthur secara tiba-tiba. tentu saja hal itu membuat Mikaila yang mendengarnya, merasa sangat kebingungan. karena mendapati laki-laki yang ada di atasnya saat ini, tiba-tiba saja bersikap manja terhadapnya.
__ADS_1
bruuakk
"aww!"Arthur seketika meringis saat mendapatkan dorongan dari wanita yang ada di bawah tubuhnya saat ini.
Sementara Mikaila yang menyadari tentang apa yang ia lakukan, seketika langsung bangkit dan langsung menolong laki-laki itu dengan sesekali meminta maaf.
"eh maaf nggak sengaja."ucap wanita itu Seraya menarik tangan Arthur untuk kembali duduk di atas tempat tidur.
"lagi pula kenapa Om bersikap seperti ini?"tanya Mikaila memprotes tindakan dari laki-laki itu.
Arthur yang mendengar itu seketika mendengus kesal."memang apa salahnya? pernikahan kita itu saat di mata hukum dan agama."ucapnya mencebik.
Tanpa basa-basi, laki-laki itu segera menarik tangan dari Mikaila dan membawanya di atas tempat tidur dan setelah itu meletakkan kepalanya tepat di paha istrinya. tentu saja hal itu membuat Mikaila, dapat berkutik sama sekali. dan pada akhirnya, wanita itu membiarkan Arthur memeluk pinggangnya. hingga tak berselang lama, terdengar dengkuran halus dari laki-laki itu. yang menandakan, bahwa Arthur telah terbang ke alam mimpi.
Sementara Mikaila, wanita itu hanya menatap laki-laki yang berada di pahanya itu dengan tatapan penuh kebingungan.
"kenapa dia berubah menjadi seperti ini?"tanya wanita itu yang tiba-tiba saja merasa sangat mengantuk. Dan sesaat kemudian, Mikaila pun menyusul suaminya untuk terbang ke alam mimpi.
****
"euuumm."terdengar lenguhan panjang dari mulut Mikaila. hingga perlahan tapi pasti, wanita itu mulai membuka kedua matanya. dan seketika itu pula, kedua mata jernih itu langsung membulat sempurna. saat mendapati dirinya tengah berada dalam pelukan suaminya itu. sementara Arthur, menempelkan bibirnya tepat di pucuk kepala wanita itu.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Mikaila yang melihatnya, ketika berusaha untuk menghapuskan diri. wanita itu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika sepasang suami istri telah dalam posisi seperti itu.
"kau sudah bangun?"tanya Arthur. yang secara tiba-tiba, membuka matanya. tentu saja, hal itu membuat Mikaila semakin merasa terkejut. dengan refleks, wanita itu melompat dari tempat tidur dan langsung berlari menuju ke kamar mandi.
Karena kebetulan, saat ini telah masuk waktu makan malam. semua orang pasti sudah menunggu di bawah untuk makan malam.
"Om mau ikut turun atau makan di kamar?"tanya Mikaila pada laki-laki itu.
"di kamar saja. lagi pula, aku masih merasa tidak enak badan akibat ulah dari mantan pacarmu itu."membuat Mikaila yang mendengarnya, seketika membulatkan kedua matanya.
"enak aja. dia bukan pacarku."setelah mengatakan hal itu, Mikaila segera keluar dari dalam kamar. dan tak lama berselang, wanita itu kembali dengan membawa dua piring makanan.
"suapi aku."pinta Arthur dengan manja. membuat Mikaila yang mendengar itu, sejenak terdiam.
"Om, Om bener-bener nggak papa kan?"tanya wanita itu seraya mencoba memeriksa kepala dari suaminya itu.
Arthur yang melihat itu segera menepis tangan cantik sang istri."memangnya aku kenapa?"tanya Arthur sedikit sewot.
"aku pikir Om mengalami benturan hebat. karena tiba-tiba saja Om bersikap manja seperti ini."sahut wanita itu dengan santainya.
Arthur yang mendengar itu Seketika mendengus kesal."emangnya apa salahnya jika kita bermanja-manja seperti ini? tidak akan ada yang melarang." sahutnya sambil membuka mulut mau minta istrinya itu untuk menyuapi dirinya.
__ADS_1