Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
Meledak


__ADS_3

Saat ini Arthur tengah berada di kantor perusahaannya. Laki-laki itu sejak tadi merasa sangat tidak tenang. apalagi saat ingatannya, kembali berputar di mana saat itu, istrinya dijemput oleh laki-laki lain. dan hal itu dilakukan oleh Mikaila, tepat di hadapannya. Tentu saja itu membuat Arthur yang melihatnya, seketika merasa sangat sebal.


tring..


Di saat pikiran laki-laki itu tengah kacau, terdengar suara pesan masuk dari ponselnya. membuat Arthur dengan segera, menyambar benda pipih dan canggih itu.


Kedua mata laki-laki itu, seketika membulat sempurna. saat mendapati sebuah foto yang dikirimkan oleh seseorang yang tidak ia kenal. dengan caption, "my sweety girl"


Tentu saja, hal itu membuat dada Arthur seketika bergemuruh hebat. dengan nafas yang naik turun. menunjukkan bahwa laki-laki itu saat ini, tengah menahan amarah yang luar biasa.


"berani-beraninya dia melakukan hal seperti ini?"tanya Arthur dengan tangan terkepal kuat karena menahan amarah yang luar biasa yang menyeruak dari dalam dadanya itu.


Dengan gerakan secepat kilat, laki-laki tampan itu segera bangkit dari tempat duduknya dan berusaha untuk menghubungi Mikaila. Arthur juga sama sekali tidak mengetahui mengapa dirinya bisa lepas kendali seperti itu hanya karena melihat postingan di story istrinya.


"kemana dia?"tanya Arthur dengan nada suara yang sangat geram. karena merasa tidak tahan terus diabaikan seperti itu, Arthur memutuskan untuk mencari keberadaan wanita itu.


Sungguh tingkah laku dari Mikaila saat ini, benar-benar membuatnya hampir melepaskan seluruh amarahnya. dan untuk alasannya, laki-laki itu pun juga tidak tahu.


***


Sementara itu di tempat lain, Mikaila yang baru saja masuk ke dalam rumah neneknya itu, bergegas berjalan untuk menuju kamar milik wanita tua itu.


" nek, nenek kenapa?"tanya Mikaila dengan raut wajah khawatir. wanita itu dengan cepat berjalan untuk menghampiri ranjang yang terdapat wanita tua itu di atasnya.

__ADS_1


"nenek tidak apa-apa sayang. kata ibumu, kamu sudah menikah? lalu, di mana suamimu?"tanya sang nenek pada cucunya itu.


Mikaila yang mendengar penuturan dari neneknya itu, sejenak terdiam. karena memang, wanita itu merasa sangat kebingungan harus mengatakan apa pada sang nenek.


"emm dia ada di kantor Nek."ucapnya duduk di sebelah wanita renta itu.


Nenek yang bernama Kamila itu, seketika tersenyum tipis. kemudian tangannya, mengusap pucuk rambut milik Mikaila dengan penuh kasih sayang.


"tolong jangan sakit lagi. jangan membuat aku dan juga Adit merasa sangat bersalah. karena kami belum pernah membuat nenek bahagia."ucap wanita itu dengan menitihkan air mata.


Nenek Karmila yang melihat itu, seketika tersenyum kecil. kemudian, menarik tangan cucunya itu agar lebih mendekat ke arahnya.


"kalian tidak usah khawatir kalian sudah melaksanakan tugas kalian dengan baik. nenek bersyukur, mempunyai cucu-cucu yang sangat berbakti seperti kalian."ucap Kamila Seraya tersenyum simpul.


Tak membutuhkan waktu lama, pasangan nenek dan juga cucu itu saling bercerita satu sama lain. dengan sesekali tertawa riang. sampai pada akhirnya pandangan mereka semua teralihkan saat melihat Adit masuk ke dalam kamar itu dan bergabung bersama mereka.


"nanti kalau ada waktu luang."ucapnya acuh tak acuh. karena adik merasa sangat kesal. jika berkunjung ke rumah neneknya, hanya pertanyaan itu yang muncul dari bibir wanita renta itu.


plak


Mikaila dengan segera, memukul bahu sepupunya itu. membuat laki-laki itu seketika meringis. dan menatap sebal ke arah wanita yang menjadi kakak sepupunya itu.


"jangan bicara sembarangan."ucapnya dengan tatapan yang sangat tajam. membuat Adit yang mendengar itu, seketika mendengus kesal.

__ADS_1


Mereka bertiga kembali melanjutkan aktivitas berbincang-bincang nya. hingga Mikaila merasakan, ada getaran dari saku celananya. dan dengan segera, wanita itu mengangkatnya tanpa membaca terlebih dahulu siapa yang menelpon.


"hal..."Mikaila segera menghentikan ucapannya saat mendengar sebuah suara yang terdengar sangat menyeramkan dari seberang sana.


"cepat datang kemari aku tunggu kamu di jalan S."setelah mengatakan hal itu, panggilan itu segera terputus. membuat Mikaila, seketika merasa bingung.


"kenapa sayang?"tanya Kamila saat melihat raut wajah dari cucunya yang berubah.


"emmm. tidak apa-apa nenek. kalau begitu aku pulang dulu, aku lupa sudah ada janji dengan Hana dan juga Sarah."setelah mengatakan hal itu, Mikaila segera berpamitan dengan wanita renta itu.


"mau aku antar?"tanya Adit menawarkan diri.


"tidak usah."jawabnya dengan cepat dan langsung keluar dari rumah itu.


***


Sesampainya di jalan S, Mikaila segera menghentikan langkahnya. saat wanita itu, mendapati sosok laki-laki yang tengah berdiri tepat di depan mobil mewahnya.


Dengan gerakan cepat, wanita itu menghampiri Arthur yang telah memandangnya dengan wajah yang sangat garang. tanpa basa-basi, laki-laki itu segera menonton istrinya untuk masuk ke dalam mobil itu.


"sudah puas berselingkuhnya?"tanya Arthur menatap tajam ke arah wanita itu.


"berselingkuh apaan ya?"tanya Mikaila yang memang tidak mengerti.

__ADS_1


"tidak usah banyak mengelak! apa kamu tidak menghargai aku sebagai suamimu?!"tanya Arthur mulai tersulut emosi. membuat Mikaila yang sejak tadi diam, seketika beringsut mundur karena melihat kemarahan dari laki-laki itu yang sangat meledak.


Tanpa mengatakan sesuatu lagi, laki-laki itu segera melesatkan mobilnya membelah padatnya jalan raya.


__ADS_2