
Arthur dengan segera melambaikan tangan tepat di wajah wanita itu. hingga membuat Mikaila, seketika menatap laki-laki itu dengan tatapan terkejut.
"kenapa?"tanya Mikaila dengan raut wajah bingung.
"Kau Yang kenapa, kenapa kau terdiam seperti itu?"tanya Arthur menatap wanita yang akan ia nikahi itu dengan tatapan aneh. kemudian, melirik ke arah Adit yang masih terdiam di tempatnya.
"Mikaila ayo!"seru Adit Seraya menarik tangan wanita itu. hingga si pemilik badan, seketika sedikit terhuyung ke samping. namun dengan cepat, tubuhnya ditahan oleh Adit. hingga membuat tubuh mereka, hampir tidak ada jarak satu sama lain.
"makanya jangan terlalu melamun. ayo sekarang kita pergi. sebelum ibumu, mengomeli ku nanti."setelah mengatakan hal itu, Adit segera menarik tangan Mikaila untuk menjauh dari tempat itu.
Sementara Arthur, laki-laki tampan itu hanya menatap kepergian wanita yang akan menjadi istrinya itu dengan tatapan yang sangat tajam dan juga tersirat akan amarah di dalamnya.
"kenapa kamu melihat dia seperti itu?"tanya Debby Soraya tersenyum tipis ke arah depan. di mana saat ini, Mikaila dan juga laki-laki itu mulai menjauh dan akhirnya menghilang di balik tembok.
"tidak apa-apa ayo lanjutkan!"ucap laki-laki itu Seraya melangkahkan kakinya untuk melanjutkan tujuannya.
Sebenarnya, Arthur sudah sangat malas jika harus keluar rumah malam-malam begini. namun apa daya. dirinya harus menuruti keinginan dari sepupunya itu. karena jika tidak, maka wanita yang ada di samping Arthur itu, akan mengamuk seperti singa kelaparan. dan Arthur sama sekali tidak menginginkan hal itu. untuk itulah, laki-laki tampan itu terpaksa menurutku keinginan dari sepupunya itu.
Akan tetapi Sungguh malang nasibnya malam ini. karena dirinya bertemu dengan laki-laki yang sejak tadi, mengganjal pikirannya. yang membuat laki-laki itu, malas untuk pergi ke mana-mana.
"ini tidak boleh dibiarkan. aku harus mempercepat semuanya."ucap Arthur penuh dengan tekad.
****
Sementara itu di lain tempat, terlihat Mikaila yang sesekali menoleh ke arah belakang sana. hingga membuat Adit yang ada di hadapannya, menatap wanita itu dengan tatapan kebingungan.
__ADS_1
"kamu ini kenapa sih?"tanya Adit pada Mikaila.
"oh tidak apa-apa."jawab Mikaila Seraya kembali memasukkan barang-barang itu ke dalam keranjang belanjaannya.
hening,...
Suasana diantara Mikaila dan juga Adit seketika menjadi hening. karena dua anak manusia itu, sama-sama terdiam dengan pikiran yang menerawang jauh entah ke mana.
"kamu kenal dengan laki-laki itu?"hingga pertanyaan dari Adit itu, membuat Mikaila seketika menoleh dengan raut wajah terkejut.
"maksud kamu?"tanya Mikaila yang memang tidak mengerti apa yang dimaksud dengan sepupunya itu.
"apa kamu kenal dengan laki-laki yang baru saja menabrakmu itu? karena aku melihat kalian tadi sore."tanya Adit memperjelas semuanya.
Wanita cantik itu membawa Adit keluar dari supermarket dengan langkah terburu-buru. hingga wanita itu tidak sadar, jika sedari tadi, dirinya mendapatkan pengawasan dari seseorang yang ada di belakang sana.
Siapa lagi orangnya jika bukan Arthur. bahkan laki-laki itu saat ini, tengah mengepalkan tangannya kuat-kuat karena menahan amarah yang luar biasa. sementara Debby yang ada di samping laki-laki itu, saat ini tengah tersenyum senang karena berhasil mengerjai laki-laki secuat Arthur itu.
"kurang ajar!"geram laki-laki itu dalam hati. dan tanpa menunggu lama, Arthur segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari minimarket itu dan meninggalkan sepupunya seorang diri.
Tentu saja hal itu membuat Debby, seketika mengeram kesalahan."menyebalkan! kenapa malah aku yang ditinggal?"tanya wanita itu Seraya menghentak-hentakkan kakinya.
Namun sesaat kemudian, senyuman dari wanita itu pun terbit saat mengingat pertunjukan apa yang akan terjadi setelah ini.
"lebih baik aku segera ke sana. aku tidak ingin, melewatkan adegan-adegan yang akan terjadi di antara mereka."ucap wanita itu girang. bahkan Debby sama sekali tidak menghiraukan tatapan-tatapan mata dari orang-orang yang ada di sana yang menatapnya dengan tatapan aneh.
__ADS_1
****
"jadi laki-laki itu adalah calon suamimu?"tanya Adit dengan raut wajah tak percaya. karena beberapa hari yang lalu, dirinya sempat mendapatkan kabar dari sang tante, jika Mikaila akan menikah dengan laki-laki yang bernama Fandy Setiawan. Dan Adit tahu, bukan laki-laki itu yang bernama Fandy.
Mikaila yang mendengar ucapan dari sepupunya itu, berusaha keras untuk menampilkan ekspresi wajah biasa saja. Karena Wanita itu tidak ingin, semuanya menjadi berantakan karena dirinya yang keceplosan.
"iya karena aku, sudah berpacaran dengan laki-laki itu hampir 1 tahun. dan aku tidak ingin dijodohkan dengan laki-laki lain."ucap wanita itu senatural mungkin.
"tapi bukankah kata tante, kamu itu tidak memiliki kekasih. makanya tante sampai berniat ingin menjodohkan mu dengan anak-anak dari teman-teman tante?"tanya Adit lagi.
"itu karena aku masih belum siap untuk memperkenalkan kekasihku pada kalian semua. karena menurutku, hubungan kami itu masih baru. kan nggak lucu kalau baru seumur jagung dikenalkan, tiba-tiba ada yang menikung."ucap Mikaila memberikan jawaban logis.
Membuat sepupu dari wanita itu, seketika mengangguk-anggukkan kepala mengerti."bener juga apa katamu. Ya sudah kalau begitu, kita pulang saja."jawab Adit Soraya mulai melajukan mobilnya meninggalkan minimarket itu.
Karena sejak tadi, saudara sepupu itu berada di dalam mobil untuk membahas masalah itu. dan tanpa disadari oleh Mikaila, Arthur melihat pemandangan itu. tentu saja hal itu membuat amarahnya, seketika membludak.
"sudah jangan terlalu dipikirkan. siapa tahu itu mantan calon istrimu. mereka sedang melakukan meet up untuk melepas kerinduan. Karena setelah ini aku yakin, kau tidak akan membiarkan wanita itu menemui laki-laki lain."ucap Debby mengompori.
Membuat Arthur yang mendengar itu seketika menatap tajam ke arah sepupunya itu. kemudian tanpa basa-basi, laki-laki itu segera berjalan dengan cepat dan langsung masuk ke dalam mobil. tentu saja hal itu membuat Debby yang melihatnya, gelagapan dibuatnya. wanita itu dengan cepat, langsung mengikuti langkah kaki dari sepupunya itu untuk masuk ke dalam mobil.
"kenapa malah ninggalin aku?"protes wanita itu menatap tajam ke arah Arthur.
"karena kau lama!"jawabnya dengan ketus. membuat Debby yang mendengarnya, seketika memutar bola mata malas.
"dasar laki-laki cemburuan!"cibir Debby terang-terangan. membuat laki-laki itu, seketika menatap tidak suka.
__ADS_1