Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Babb140


__ADS_3

Saat ini, Arthur Tengah berada di sebuah taman yang tidak jauh dari tempat di mana Mikaila dan juga Fandy melangsungkan pernikahan. Sungguh, hati Arthur merasa begitu sakit saat menyaksikan pemandangan yang ada di hadapannya.


"aaaakkhh sialan! kenapa juga aku harus menikahi wanita itu?"dengan raut wajah merah padam karena menahan amarah luar biasa. saat mengingat, apa yang ia lakukan pada Mikaila dan itu semua karena Naima.


"Aku benar-benar sangat mencintaimu Mikaila.dan aku tidak bisa hidup tanpamu tolong kembalilah padaku."pada dirinya sendiri Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada seperti seseorang yang tengah memohon.


Perlahan tapi pasti,terdengar suara isak tangis dari dalam diri Arthur. Beruntungnya di sana tidak ada orang yang lalu lalang sehingga tidak membuatnya malu karena dilihat oleh orang-orang terlalu lemah.


Setelah puas melampiaskan amarah dan juga kesusahan hatinya,laki-laki yang memiliki tahi lalat di dunia itu segera memutuskan untuk kembali ke gedung itu dimana tempat Mikaila dan juga Fandy berada.


****

__ADS_1


"dari mana saja? kenapa kau meninggalkan kami begitu saja?" tanya Claudia saat wanita paruh baya itu melihat kedatangan dari putranya dan menghampiri ke arah mereka.


"Maafkan aku Bu, aku Tengah menenangkan diri dan sekarang aku sudah tenang dan aku ingin memberikan selamat untuk mereka berdua."sahut Arthur Saraya memperlihatkan senyuman tipis di wajah tampannya itu.


Claudia yang mendengar itu tampak sedikit terkejut. Namun demikian, wanita paruh baya itu sedikit merasa sangat megah karena tidak terjadi keributan seperti apa yang ada dalam benaknya waktu yang lalu.


"Baiklah! kalau begitu, apakah kau ingin ditemani oleh ibu ?"tanya wanita paruh baya itu menatap ke arah sang Putra dengan senyuman manis.


Karena pada kenyataannya laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu memang benar-benar belum bisa menerima semuanya.


'apa Aku melakukan kesalahan jika aku merebut dia kembali mintanya untuk bersanding dan berada dalam genggamanku? aku sungguh-sungguh sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangan dia,' Arthur melangkahkan kakinya Seraya membatin.

__ADS_1


Kedua bola matanya tidak lepas menatap ke arah Mikaila yang tersenyum manis di atas pelaminan itu.


'Seharusnya aku yang berada di sana dan merasakan bahagia luar biasa saat bersanding denganmu.'laki-laki itu masih tetap membatin dan tatapannya tidak pernah lepas dari Mikaila yang tampak sekali kecantikannya.


Sampainya di depan kedua pengantin itu, Arthur menatap ke arah Fandy dan juga Mikaila secara bergantian hingga membuat wanita itu sedikit tidak nyaman saat mendapati tatapan itu.


"heh sadar! yang kau lihat tanpa berkedip itu, adalah istriku sekarang. jadi, jagalah pandanganmu sebelum aku memberikan pelajaran berharga untuk dirimu!"desis Fandy Seraya menatap tajam ke arah Arthur yang kini terdiam membisu.


Perlahan tapi pasti, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu mengulurkan tangan untuk memberikan selamat pada kedua pasangan pengantin itu.


"selamat atas pernikahan kalian semoga kalian bisa menjadi keluarga yang harmonis ditunjukkan langgeng sampai tua. "ucap Arthur Seraya mengeluarkan tangannya pada mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2