Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 84


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, terlihat Mikaila yang baru saja membuka matanya. wanita itu melihat jam yang terpasang di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 08.00 malam. itu artinya dirinya telah tertidur hampir seharian.


karena Mikaila pulang dari kantor polisi sekitar pukul 08.00 pagi. dan setelah itu, wanita itu benar-benar memejamkan mata hingga terbangun pukul 08.00 malam.


Sungguh saat ini, wanita itu benar-benar merasa sangat lelah karena harus mendapati kenyataan yang begitu menyakitkan dalam hidupnya.


"apa aku bisa kuat jika harus bersama dengan laki-laki yang telah menghancurkan hidupku?"tanya wanita itu pada dirinya sendiri.


Tak terasa, air mata dari wanita itu seketika mengalir begitu saja saat mengingat bagaimana hancurnya hatinya saat mendapati sang suami melakukan hal itu pada Putri mereka.


tok tok tok


Atensi dari wanita itu seketika teralihkan saat mendengar suara ketukan pintu yang berasal dari luar kamarnya.


"Sayang apakah kamu tidak ingin makan malam?"tanya Ruri Seraya mengetuk pintu itu berulang kali.


Berharap bahwa Putri cantiknya itu, berkenan untuk membukakan pintu. karena Ruri benar-benar merasa terpukul dengan sikap diam yang ditunjukkan oleh Putri semata wayangnya itu.


ceklek


Tak lama berselang pintu itu benar-benar terbuka. dan menampilkan wajah Mikaila yang masih terlihat sembab karena terus-menerus menangisi keadaan yang ada saat ini.


"ayo makan sayang. di bawah ada teman-teman dan juga Aditya. mereka datang khusus untuk menjenguk kamu."ucap Ruri dengan begitu lembutnya.


Bahkan tubuh wanita paruh baya itu, juga ikut bergetar karena menahan sesak di dalam dada. bagaimana tidak, cucu yang ia harapkan, harus berakhir mengenaskan seperti itu. siapapun orang pasti tidak akan pernah tega jika hal itu terjadi.


Apalagi kejadian itu, pelakunya adalah Ayah kandungnya sendiri. betapa biadabnya laki-laki itu. sudah sejak awal, menentang pernikahan mereka. wanita paruh baya itu, masih belum penuhnya percaya dengan laki-laki yang bernama Arthur Stanley itu.

__ADS_1


Tapi apa boleh buat, sifat keras kepala yang dimiliki oleh Mikaila, tidak bisa membuat wanita paruh baya itu berbuat apa-apa. dan pada akhirnya, wanita itu benar-benar menuruti permintaan dari Sang Putri.


"maafkan aku Ma,"entah kebetulan atau apa, tiba-tiba saja Mikaila memeluk tubuh Ruri dengan begitu eratnya. tak berselang lama, wanita yang baru saja kehilangan putrinya itu menangis tersedu-sedu di pelukan sang ibu.


"sssstttt sudah tidak usah dipikirkan sayang. sekarang lebih baik, kamu makan. karena bersedih juga butuh tenaga."wanita paruh baya itu segera menggandeng tangan dari putrinya untuk segera menuju ke ruang makan yang telah ditunggu oleh semua keluarga yang ada di sana.


"Mikaila, kau baik-baik saja?"tanya Sarah dan juga Hana yang langsung memeluk tubuh rapuh milik wanita itu.


Di sana tangis Mikaila kembali pecah. membuat siapa saja yang mendengar itu, juga ikut menangis karena merasa pilu dengan apa yang dialami oleh wanita malang itu.


"kenapa ini harus terjadi padaku?"tanya wanita itu dengan tubuh bergetar hebat. sementara orang-orang yang ada di sana, tidak ada yang menyahut pertanyaan dari wanita itu. karena mereka tahu, bahwa hati Mikaila saat ini benar-benar tengah hancur.


"tenanglah Mikaila. akan aku pastikan, suamimu itu akan mendekam di penjara. Jika perlu, nyawa harus dibalas dengan nyawa supaya sepadan."ucap Aditya secara tiba-tiba dan langsung memeluk tubuh Mikaila dengan begitu eratnya.


Suasana malam itu, menjadi suasana yang begitu haru dan juga penuh air mata. karena mikaila dan juga teman-temannya, tak henti-hentinya menangis walaupun mereka juga ikut menikmati makan malam itu.


****


"bagaimana bisa Arthur berperilaku seperti itu? Oma merasa ini sesuatu hal yang janggal."ucap wanita tua itu mencoba untuk mengawali pembicaraan di antara mereka semua.


"aku juga merasa hal yang sama Oma. tapi kita tidak ada bukti kuat untuk mengelak tentang tuduhan itu. apalagi saksi dan juga bukti tengah mengarah ke arah Arthur saat ini. membuat situasinya benar-benar menyudutkan laki-laki itu." sahut Debby dengan ekspresi wajah muramnya.


"kita harus selidiki semuanya."putus Bahrun pada akhirnya. hal itu langsung dijawab anggukan kepala oleh semua orang yang ada di sana.


*****


Pagi harinya....

__ADS_1


Hari ini, sesuai dengan rencana mereka bertiga, hari ini, Fandy akan menjalankan aksinya. karena memang, laki-laki itu, memiliki dendam tersendiri pada Arthur. karena berkat ulah dari laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu, membuat Fandy gagal untuk menguasai harta milik Mikaila. dan kini laki-laki itu berakhir di dalam penjara.


"kali ini gue akan membalas rasa sakit hati yang telah gue alami selama ini!"ucap laki-laki itu Seraya mengepalkan tangan di kedua sisi tubuhnya.


"semua orang yang ada di sini, silakan keluar kita akan mulai kegiatannya."intruksi dari sipir penjara itu, membuat perhatian dari semua orang teralihkan termasuk juga Fandy. laki-laki itu segera tersenyum lebar.


"let's go!"baru laki-laki itu dengan semangat yang luar biasa.


Sementara itu di dalam sel tahanan yang lain, terlihat Arthur keluar dari dalam sana dengan keadaan lesu. hingga tak lama berselang, tubuhnya tersentak karena mendapatkan tabrakan dari salah satu teman narapidananya. membuat laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidung itu, mundur untuk beberapa langkah.


"ternyata lu di sini?"pertanyaan bernada sinis itu, sukses membuat Arthur seketika mendongakkan kepalanya. kedua matanya sedikit melebar. saat melihat, siapa orang yang ada di hadapannya saat ini.


"lo, lo ternyata ada di sini?"tanya Arthur terkejut.


"kenapa memangnya? Lo nggak terima kalau gue ada di sini?"tanya laki-laki itu dengan nada menantang. namun hal itu sama sekali tidak digubris oleh Arthur. karena laki-laki itu, memilih untuk melanjutkan perjalanannya.


Namun ucapan dari laki-laki itu, membuat Arthur menghentikan langkahnya.


"kalau lo gak bisa ngebahagiain Mikaila, kayaknya jangan bikin dia bersedih. apalagi buat darah daging kalian tak terselamatkan seperti itu. dasar berengsek!"umpat laki-laki itu dengan begitu lantangnya.


Tentunya itu membuat Arthur yang mendengarnya, seketika menoleh ke arah laki-laki itu Seraya melayangkan tatapan seperti seorang iblis yang tengah kelaparan.


bacot lo!"


bugh, bugh bugh


Terlihat Arthur beberapa kali memukul wajah Fandy dengan begitu brutalnya. namun anehnya, laki-laki itu sama sekali tidak melawan

__ADS_1


Hal itu sempat membuat Arthur yang melihatnya, sejenak tertegun. Namun karena rasa kesalnya yang sudah terlanjur mendarat daging, hingga membuat laki-laki itu lupa segalanya.


__ADS_2