
Setelah pertemuan Arthur dengan Mikaila, laki-laki itu memutuskan untuk mempercepat semuanya. bahkan tidak main-main, Arthur segera mempersiapkan dan memerintahkan semuanya selesai dalam waktu satu hari. entahlah mengapa dirinya menjadi cemburu seperti itu. padahal niat awal laki-laki itu, hanya ingin menghindari perjodohan yang dilakukan oleh sang ibu. Namun ternyata lambat laun, dirinya menjadi benar-benar merasakan debaran jantung yang sangat kuat saat berada di dekat Mikaila.
"apa kamu sudah siap?"tanya Bahrun yang mulai menyembul di balik pintu kamar laki-laki itu.
"eh, Ayah. iya aku sudah siap dan selesai."jawab laki-laki itu Seraya beranjak dari tempat duduknya kemudian keluar dari dalam kamar hotel yang memang sudah di booking oleh laki-laki itu.
Arthur saat ini sedang duduk di depan seorang laki-laki tua yang merupakan penghulu pernikahannya. tubuhnya seketika meremang. saat menyadari, bahwa sebentar lagi dirinya akan menyebutkan sebuah nama dalam ikrar pernikahan itu. nama yang sebelum-sebelumnya, tidak pernah terpikir menjadi nama yang akan ia sebut di dalam pernikahan itu.
Atensi semua orang seketika teralihkan, saat mendengar suara sepatu high heels yang menuruni anak tangga yang ada di hotel itu. dan begitu pula dengan Arthur. laki-laki itu bahkan tidak berkedip sama sekali saat melihat penampakan wanita yang membuatnya kesal saat pertama kali mereka bertemu itu.
Bahkan saat Mikaila berjalan dengan perlahan mendekatinya, Arthur masih tetap saja terdiam dengan pandangan mata yang begitu mendamba. hingga satu kali senggolan, membuat laki-laki itu seketika tersadar dari apa yang baru saja ia lakukan itu.
Sementara orang-orang yang ada di sana ketika menahan senyum. terutama Oma Juwita. wanita tua itu juga ikut menyaksikan sang cucu menikah dengan wanita yang ia cintai. sementara itu, ada seseorang yang menatap pernikahan itu dengan tatapan yang sangat rasanya ingin sekali orang itu menggagalkan semuanya. namun apa daya, kekuasaan dan kekuatannya tidak sehebat itu.
Sehingga pada akhirnya, orang itu memutuskan untuk berdiam diri di tempatnya Seraya memendam kekesalan yang terpancar jelas di wajahnya.
"bagaimana apa semuanya sudah siap?"tanya laki-laki tua itu pada semua orang yang ada di sana.
"sudah Pak."jawab Arthur dengan mantap. sementara Mikaila, hanya berdiam diri di samping laki-laki itu. dengan pandangan, menunduk ke bawah. dan tubuh yang bergetar hebat. karena menahan sesuatu di dalam dadanya.
Laki-laki tua itu segera mengulurkan tangan kepada Arthur untuk mengatakan dan mengikrarkan sebuah janji di hadapan Tuhan melalui proses ijab kabul itu.
"baik kalau begitu, saya nikahkan dan saya kawinkan Ananda Arthur Stanley bin Bahrun Stanley, dengan putri cantik bernama Mikaila Sahara Putri Wardani binti Winarto Wardani dengan mas kawin berupa satu buah hotel dan juga sebuah rumah beserta mobil Lamborghini berwarna putih, tunai!"
"saya terima nikah dan kawinnya Mikaila Sahara Putri Wardani. binti Winarto Wardani dengan mas kawin tersebut, tunai!"ucap Arthur dengan satu kali tarikan nafas.
__ADS_1
"bagaimana Saksi, sah?!"
Sah!
"alhamdulillahirobbilalamin!"seru mereka semua secara bersamaan. bahkan Oma Juwita, sampai menitihkan air mata karena merasa terharu dengan prosesi pernikahan cucunya itu.
Begitu pula, dengan kedua orang tua Mikaila. terutama, sang ibu. yang juga ikut menitikan air mata kebahagiaan. walaupun hati wanita paruh baya itu, masih tidak terima jika putrinya memilih orang lain dibandingkan dengan laki-laki yang telah susah payah dirinya jodohkan.
Namun, apa daya. karena semua keputusan berada di tangan Mikaila. Karena bagaimanapun juga, yang menjalani semua kehidupan itu, adalah Mikaila sendiri. bukan orang lain.
Di saat mereka semua tengah merasa bahagia atas pernikahan itu, ada seseorang yang menatap pemandangan itu dengan tatapan yang sulit diartikan. karena di dalam mata orang itu, bercampur semua rasa yang ia rasakan. siapa lagi orangnya jika bukan Claudia. wanita paruh baya itu, masih tetap menentang pernikahan putranya dengan Mikaila. Namun demikian, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. karena ada ibu mertuanya yang ikut campur atas berhasilnya pernikahan Arthur dan juga wanita itu.
"selamat ya cucu cucuku. semoga kebahagiaan selalu menghampiri kalian berdua."ucap Oma Juwita Seraya menghampiri pasangan pengantin baru itu.
"Oma janji sayang. Oma akan tetap sehat demi kalian berdua."setelah tersenyum simpul, wanita tua itu memutuskan untuk kembali ke tempatnya dengan didorong oleh seseorang menggunakan kursi roda.
****
Prosesi pernikahan itu pun akhirnya selesai. membuat mereka, memutuskan untuk segera menginap di salah satu kamar yang memang telah disiapkan oleh Oma Juwita bersama dengan yang lain.
"aku lelah sekali bolehkah aku tidur?"tanya Mikaila saat mereka tengah berada di kamar pengantin itu.
"tidurlah! karena nanti malam, kau akan bekerja keras!"ucap Arthur dengan santainya.
membuat Mikaila yang mendengarnya, membuat kedua matanya, seketika membulat sempurna."ma.. maksudnya?"tanya wanita itu dengan nada suara sedikit gagap.
__ADS_1
stuk
Arthur dengan segera menjentikkan jarinya di kening wanita yang telah sah menjadi istrinya itu. hingga membuat si pemilik, seketika meringis kesakitan.
"buang pikiranmu jauh-jauh. malam nanti, kita akan mengadakan resepsi. apakah kau lupa?"tanya laki-laki itu mencibir.
Membuat Mikaila yang mendengar itu, seketika meringis. sungguh otaknya kali ini benar-benar telah tercemar. bisa-bisanya dirinya menganggap bahwa Arthur akan melakukan sesuatu padanya.
Karena tidak ingin menahan malu terlalu lama, akhirnya mikhaila memutuskan untuk berlari masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar itu. sementara Arthur yang melihat itu, hanya menyunggingkan senyuman. sepertinya menggoda istrinya itu, adalah kesenangan tersendiri bagi laki-laki itu.
tok tok tok
Ketukan dari luar pintu kamarnya, membuat Arthur seketika menoleh. dan dengan segera, berjalan untuk membuka pintu itu.
"Ayah, ada apa?"tanya Arthur dengan raut wajah bingung. saat mendapati Bahrun berdiri tepat di hadapannya.
"tidak apa-apa Ayah hanya ingin memastikan apakah kamu sudah mengundang semua tamu?"tanya laki-laki paruh baya itu.
"Ayah Tenang saja semua sudah aku lakukan. bahkan aku sudah mengosongkan hotel ini untuk acara nanti malam."ucapnya dengan sebuah senyuman kecil.
Arthur segera kembali ke dalam kamar setelah berbincang-bincang singkat dengan laki-laki yang berstatus sebagai Ayahnya itu. Karena bagaimanapun juga, dirinya juga harus beristirahat untuk menambah stamina demi kegiatan nanti malam.
Yap. hotel tempat mereka melangsungkan pernikahan ini, adalah hotel milik Arthur sendiri. Tentu saja laki-laki itu akan mengundang semua orang yang dirinya kenal untuk menghadiri pesta nanti malam. karena Arthur ingin memperlihatkan pada orang-orang yang tidak menyukainya, bahwa dirinya memiliki kehidupan normal seperti orang-orang kebanyakan.
Karena tak kunjung menikah, Arthur sempat digosipkan memiliki perasaan yang menyimpang terhadap seorang wanita. untuk itulah, Claudia sangat gencar untuk menjodohkannya.
__ADS_1