Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 77


__ADS_3

Setelah selesai berbelanja dan juga bersenang-senang, pada akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke tempat tinggal masing-masing. mereka berlima, memutuskan untuk segera keluar dari area pusat perbelanjaan itu.


Namun sesaat kemudian, Mikaila terhenyak di tempatnya berdiri saat ini. karena wanita yang tengah mengandung itu, mendapati sang suami sudah berdiri dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


Membuat wanita hamil itu, sedikit merasa Takut. karena Mikaila mengira, suaminya itu akan marah karena dirinya membelanjakan barang-barang yang sebenarnya belum perlu untuk dibeli. Mengingat, anak mereka masih di dalam kandungan dan belum makan lahir.


"ma.. maafkan aku Mas. aku nggak bermaksud untuk menghambur-hamburkan uang."ucap wanita itu dengan nada terbata-bata dan juga raut wajah yang begitu ketakutan.


Membuat Arthur yang melihatnya, seketika tersentak. tak lama berselang, laki-laki itu segera membawa Mikaila ke dalam pelukannya.


"sssstttt kamu ini ngomong apa, sih? nggak ada yang mau marahin kamu. jadi kamu nggak usah ketakutan seperti itu."ucapnya mencoba untuk menenangkan wanita kesayangannya itu.


Entah mengapa, akhir-akhir ini Mikaila seperti orang yang begitu rapuh. wanita yang tengah mengandung 7 bulan itu, sesekali akan merasa tersinggung dengan ucapan atau tindakan dari orang-orang di sekitarnya. dan air matanya jadi sering keluar hanya karena masalah sepele.


"udah udah ya lebih baik kita pulang aja."ucap laki-laki itu Seraya membawa tubuh istrinya untuk menuju ke dalam mobil. sebelum masuk ke dalam kendaraan itu, Arthur sempat melihat ke belakang meminta para pengawalnya untuk membawa barang belanjaan milik sang istri.


"kalau gitu kita balik semua ya,"pamit Debby pada Arthur dan juga Mikaila dan hanya dijawab anggukan kepala oleh mereka berdua.


Mobil segera melesat menjauh dari tempat keramaian itu. membelah padatnya jalan raya yang hari itu, benar-benar padat merayap. karena bertepatan dengan kepulangan orang-orang dari pekerjaannya.


"Mas sudah makan apa belum?"tanya Mikaila menatap ke arah Arthur yang saat ini tengah menyetir.


Membuat laki-laki itu seketika menoleh dan tersenyum kecil ke arah sang istri."kebetulan tadi udah. tapi aku juga ingin makan sesuatu. apakah kamu ingin menemani?"tanya laki-laki itu dengan sorot mata memohon.


"mau minta makan apa?"tanya Mikaila Seraya mengusap perutnya yang semakin lama semakin membuncit itu.

__ADS_1


"aku pengen makan sate dengan lontong beserta kuahnya."ucapnya Seraya mendungakan kepalanya ke atas membayangkan betapa lezatnya makanan itu.


Mikaila yang mendengarnya seketika tersenyum simpul. dan tak lama berselang, wanita itu pun menganggukkan kepala. tentunya hal itu disambut Arthur dengan hebohnya. membuat wanita hamil itu seketika terkekeh kecil.


Tak berselang lama, mobil yang dikendarai oleh Arthur telah sampai di tempat tujuan mereka. itu sebuah tempat makan angkringan.


"kamu beneran kamu makan?"Arthur menawarkan sebelum benar-benar membuka pintu mobilnya.


Dan hal itu dijawab gelengan kepala oleh wanita yang tengah mengandung itu. pada akhirnya, Arthur hanya turun dari mobil seorang diri.


Sementara Mikaila sendiri, wanita itu membuka kaca mobil Seraya melihat pemandangan di sekitar tempat itu yang begitu indah. hingga tak lama berselang, wanita itu sedikit memicingkan matanya karena menangkap sesuatu hal yang menurutnya janggal.


"apakah yang aku lihat itu memang benar-benar nyata?"tanya Mikaila pada dirinya sendiri. dan setelahnya, wanita itu kembali menatap ke arah yang sama. namun tidak mendapatkan sesuatu yang mencurigakan.


"ah mungkin itu hanya perasaanku saja."gumam wanita itu pelan. dan saat itu, bertepatan dengan Arthur yang telah kembali bersama dengan makanan yang ada di tangannya.


"nggak papa aku khawatir sama kamu."sahutnya Seraya tersenyum simpul. kemudian dengan segera, mulai menyantap makanan yang ada di tangannya itu.


Dan entah mengapa, lama-kelamaan Mikaila menjadi sedikit merasa tergoda dengan makanan yang ada di tangan suaminya itu. hingga pada akhirnya, wanita itu memberanikan diri untuk meminta satu tusuk sate dan satu potong lontong pada sang suami.


"kenapa nggak bilang kalau mau? kan aku bisa membelikan lagi untukmu."ucapnya saat melihat istrinya itu mulai mengambil satu tusuk sate bersama dengan satu potong lontong.


Mikaila menggelengkan kepala."aku hanya ingin mencobanya. apakah tidak boleh?"tanya Mikaila dengan raut wajah sedikit merasa sedih.


Sontak saja hal itu membuat Arthur yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"tidak apa-apa. makan aja kalau kamu mau."jawabnya dengan senyuman yang mengembang.


Setelah selesai menikmati makanan itu, mereka kembali melanjutkan perjalanannya. namun entah mengapa, Mikaila sejak tadi merasa begitu gelisah. hingga beberapa kali, wanita kesayangan Arthur itu menatap ke samping kiri dan kanan seperti mencari sesuatu. bahkan tak jarang, wanita itu menatap ke belakang tapi tidak ada apapun yang mencurigakan.


"kamu kenapa sayang kok Mas lihat dari tadi kamu seperti gelisah terus?"tanya Arthur yang mulai menyadari tingkah aneh dari sang istri.


"ah tidak ada apa-apa Mas aku hanya merasa tidak nyaman karena terlalu lama mendudukkan diri."ucapnya asal. namun hal itu langsung dijawab anggukan kepala oleh Arthur. karena laki-laki itu mempercayai apa yang dikatakan oleh istrinya.


"setelah ini, kamu langsung istirahat saja ya."pintanya Seraya mengusap kepala istrinya itu dengan begitu lembut.


Tepat di persimpangan jalan sana, ada sebuah mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka. dan setelah sampai di tempat itu,...


Craaassshh


"aaaakkhh!"Mikaila menjerit sekuat tenaga. karena perutnya, tiba-tiba saja dibelah oleh seseorang yang tidak dikenal hingga mengeluarkan darah yang begitu banyak. tentunya Hal itu membuat Arthur yang melihatnya, seketika membulatkan kedua matanya. tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu segera melajukan kendaraannya menuju ke rumah sakit.


"Ya Tuhan Sayang, kenapa bisa seperti ini!"teriak laki-laki itu histeris karena melihat banyaknya darah yang mulai mengalir dari dalam perut Mikaila.


Mobil itu semakin melesat dengan sangat jauh.


"mampus loe!"ucap seseorang dari dalam mobil dengan begitu sinisnya. dengan segera, melajukan kendaraannya untuk melesat jauh entah ke mana.


****


"kenapa perasaanku menjadi tidak enak seperti ini?"tanya Ruri dengan raut wajah gelisah dan sejak tadi, wanita paruh baya itu melangkahkan kakinya ke sana kemari dengan raut wajah cemasnya.

__ADS_1


"Mama ini kenapa?"tanya Winarto dengan raut wajah kebingungan karena melihat tingkah laku istrinya itu yang sedikit aneh menurutnya.


"entahlah aku juga tidak tahu kenapa perasaanku menjadi seperti ini. yang jelas saat ini, aku merasa Putri kita dalam keadaan bahaya."jelas wanita itu dengan raut wajah khawatirnya.


__ADS_2