Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 146


__ADS_3

Mikaila seketika melayangkan tatapan tajam pada laki-laki itu karena berani-beraninya membentak seorang anak kecil. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Fandy. laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu segera menyeret tubuh mungil milik Moza dan membawanya keluar dari dalam kamar mereka.


"sudah sana lebih baik kamu ikut sama Oma saja."usirnya dengan tega. dan tak lama berselang, laki-laki itu segera menutup pintu kamar dengan sangat kencang.


Membuat tubuh mungil dari Moza seketika tersentak kaget. dan tak lama berselang, bocah kecil berusia 2 tahun itu menggigil ketakutan.


"huuuaaa! Pipi jahat! Pipi nggak sayang lagi sama Moza!" pekiknya Seraya berlari menjauh dari kamar yang ditempati oleh Fandy dan juga Mikaila itu.


Sementara Mikaila yang masih berada di tempat tidur mencoba untuk mengejar bocah kecil yang sudah berhasil dalam hatinya itu.namun langkahnya terhenti saat merasakan tubuhnya diangkat oleh seseorang.


"kau mau ke mana?"tanya Fandy dengan nada suara yang begitu berat.


"a... aku ingin melihat keadaan Moza."sahutnya dengan nada suara terbata-bata.

__ADS_1


"tidak perlu. sebaiknya, kau turuti saja permintaanku."sahut laki-laki itu dengan nada suara yang begitu rendah namun penuh dengan penekanan.membuat Mikaila sendiri seketika pasrah.


'lagi pula dia cuma anak angkat dan tidak terlalu penting dalam hidupku"batin Fandy melanjutkan ucapannya.


"ta.. tapi ---"ucapan dari mikayla seketika terhenti saat tubuhnya merasakan sesuatu yang begitu menyengat seperti aliran listrik yang begitu tinggi. hingga pada akhirnya membuat Mikaila, seketika pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.


***


Sementara itu di kamarnya Moza masih menangis tersedu-sedu.Gadis itu benar-benar sangat terkejut saat mendapatkan bentakan yang begitu keras dari laki-laki itu.


****


Pagi harinya,...

__ADS_1


Seperti biasa Fandy akan langsung berangkat ke kantor setelah melakukan sarapan bersama dengan keluarganya. yang membedakannya sekarang adalah ada Mikaila yang berada di sampingnya. Hal itu, membuat laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengan yaitu merasa sangat bahagia.


"aku berangkat dulu Sayang."pamit Fandy Seraya mencium kedua pipi istrinya.


"eh Moza kok nggak kamu cium ?"tanya wanita itu Seraya penunjuk ke arah bocah kecil yang masih anteng di tempat Seraya menikmati cemilan yang khusus untuk bayi dan balita.


Fandy yang mendengar itu seketika mendegus pelan."entah mengapa, semenjak dari kejadian semalam itu, membuatnya sedikit merasa kesal dan juga benci pada bocah kecil yang ada di hadapannya.dan ada perasaan ingin menyakiti Moza.


Dengan perasaan malas, laki-laki itu segera mendekat ke arah bocah kecil itu kemudian mencium pipi gembulnya.


"jangan nakal lagi Jangan ulangi kesalahan seperti tadi malam!"bisik laki-laki itu tepat di telinga Moza. membuatnya seketika mengganggukan kepala dengan cepat.


"iya Pipi Moza janji, gak akan nakal lagi."ucap ya tersenyum lebar.vnamun tidak seperti biasanyavdi mana Fandy akan ikut tersenyum dan mengusap kepalanya dengan gemas. kali ini, laki-laki itu, hanya menganggukkan kepala.

__ADS_1


Senyuman yang sempat terbit dengan sempurna, seketika luntur. karena melihat respon dari laki-laki itu.


__ADS_2