
Sesampainya di kediaman keluarga Stanley, atur segera keluar dari dalam mobil dengan langkah tergesa-gesa. bahkan laki-laki itu tanpa menyapa orang-orang yang ada di dalam rumah mewah itu. tentu saja, pemandangan itu membuat semua orang merasa terkejut.
Entahlah, saat ini Arthur benar-benar merasa tidak nyaman dengan hatinya. apalagi saat laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu mendengar penuturan dari laki-laki pemilik warung itu. membuatnya sedikit merasa tidak nyaman. dan langsung teringat akan Mikaila.
Di pintu rumah itu, tampak sudah berdiri Naima dengan menyuntingkan senyuman terbaiknya. hal itu sama sekali tidak digubris oleh Arthur. lagi itu bahkan langsung masuk ke dalam rumah tanpa menyapa istrinya terlebih dahulu.
"kau ini sebenarnya kenapa? Apakah kau masih marah karena aku tidak mau mengaku kalau aku yang meracuni ibumu?"tanya wanita itu Seraya menarik lengan milik Arthur. hingga membuat mereka berdua, saling berhadapan satu sama lain.
"lepaskan aku jangan pernah sentuh aku dengan tangan kotormu itu!"desisnya dengan tatapan tajam. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Naima. karena kenyataannya wanita itu justru malah bergelayut menjadi lengan milik Arthur.
__ADS_1
"lepas!" ucapnya sekali lagi dengan intonasi yang lebih tinggi dari sebelumnya.
" kau ini sebenarnya kenapa? "kesal Naima."jika kau lupa, aku ini adalah istri sahmu. tidak ada larangan bagi seorang istri yang ingin menyentuh suaminya!"ucapnya dengan tatapan tajam.
"kau ini jangan bersikap seperti itu! ada yang menjebakku supaya aku bisa menikahimu."pungkas laki-laki itu Seraya pergi dari sana. meninggalkan Neymar yang masih mengepalkan tangannya kuat-kuat karena menahan amarah yang luar biasa.
Sementara Claudia dan juga yang lain seketika tersenyum puasa saat melihat wanita itu dicampakkan begitu saja oleh Arthur. karena ketika manusia itu juga sama sekali tidak merestui hubungan antara Naima dan juga Arthur. karena memang, mereka hanya terpaksa melakukan hal itu.
"lihat saja nanti. setelah ini, akan menjadi giliranmu."gumamnya penuh dengan aura penuh dengan iblis.
__ADS_1
Setelah itu, melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar pribadinya.
****
Sementara itu di dalam kamar pribadi milik Arthur, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu, merasa sangat frustasi karena memang laki-laki itu tidak bisa untuk melupakan Asmirandah.
Sekuat tenaga,Arthur Mencoba Untuk Melupakan wanita kesayangannya itu namun selalu saja gagal saat orang-orang di sekitarnya mulai mengungkitnya kembali.
"sialan! Aku harus bisa untuk mendapatkan wanita itu kembali karena sampai kapanpun juga Asmirandah masih tetap menjadi milikku."ucapnya dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai urat-urat ada di sana ikut keluar.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu memutuskan untuk keluar dari dalam kamar untuk menuju ke suatu tempat untuk menenangkan diri.
"Kau mau ke mana lagi Arthur Kenapa kau sering sekali bepergian seperti itu ?"teriak nerima dengan lantang saat wanita itu melihat suaminya Kembali keluar dari dalam rumah.namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Arthur.