
Sementara itu di dalam keluarga Stanley, terlihat orang-orang di sana tanpa sibuk dengan urusannya masing-masing. mereka semua akan mencoba untuk bersikap baik saja dengan mendatangi keluarga Mikaila untuk mengikuti acara pernikahan wanita itu.
"apakah benar kau tidak ingin ikut?"tanya wanita paruh baya itu menatap ke arah Naima yang saat ini tengah menatap mereka semua dengan tatapan sulit untuk diartikan.
"tidak aku tidak ingin ikut jika kalian ingin temui mereka, silakan saja."setelah mengatakan hal itu, Naima segera pergi dari sana. meninggalkan Claudia dan juga yang lain yang saling tatap satu sama lain.
"kenapa dengan dia?"tanya wanita paruh baya itu dengan alis terangkat satu.
"sudahlah jangan pedulikan dia lebih baik sekarang kita segera pergi untuk menghadiri acara itu."ucap Bahrun Seraya menarik tangan milik istrinya itu untuk dibawa ke dalam mobil. dan hal itu langsung disusul oleh Arthur yang memang tidak memperdulikan suasana hati milik Naima.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, bahwa Naima menetap mereka dengan tatapan yang sulit untuk diartikan namun tersirat sangat dalam dan juga mengerikan.
"nikmati kesenangan kalian itu. sebelum nantinya, kalian akan berubah menjadi kesedihan yang luar biasa."ucapnya Seraya tersenyum iblis.
*****
Tak berselang lama keluarga dari Arthur ternyata telah sampai di depan sebuah gedung yang bertuliskan pernikahan antara Mikaila dan juga Fandy.
Terbukti saat mereka masuk ke dalam bangunan itu, suara tepukan tampak begitu gemuruh. menandakan bahwa acara pernikahan telah selesai dilakukan.
__ADS_1
"selamat menempuh baru untuk Mikaila dan juga Fandy. semoga pernikahan kalian benar-benar menjadi pernikahan yang abadi sampai ke alam lain."para pemuka agama itu segera memberikan beberapa wejangan untuk para tamu undangan dan juga kepada pengantin yang baru saja sah menjadi suami istri itu.
Membuat Fandy dan juga Mikaila yang mendengar itu, seketika menundukkan kepala karena merasa malu dengan apa yang mereka rasakan saat ini. setelah puas menundukkan kepala dengan perasaan malu, keduanya sontak mengangkat wajahnya. kemudian saling tersenyum satu sama lain. dan tak lama berselang, menyatukan benda kenyal miliknya sendiri kemudian ********** dengan begitu romantis.
Tentunya pemandangan itu disertai dengan tepukan yang begitu menggema di dalam ruangan itu. dan hal itu sukses membuat semua orang merasa bahagia terutama kedua orang tua dan juga teman-teman milik Mikaila.
Namun hal itu sepertinya tidak berlaku untuk seseorang. yang saat ini hatinya telah hancur. siapa lagi orangnya juga bukan Arthur. laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu seketika menundukkan kepala karena merasa tidak tahan dengan apa yang ia lihat saat ini.
'harusnya aku yang di sana bukan kamu ucapnya penuh dengan penyesalan. kedua tangannya, seketika terkepal dengan sangat kuat di sisi kanan dan kiri tubuhnya.
__ADS_1
"ku merasa tidak tahan lagi aku memutuskan untuk pergi dari sini saja."setelah mengatakan hal itu pada kedua orang tuanya, pada akhirnya Arthur memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu.