Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
Di Panas-panasi


__ADS_3

Pagi harinya,...


Mikaila dan juga Arthur melakukan aktivitas seperti biasa. dan hari ini, laki-laki itu memutuskan untuk segera memboyong istrinya menempati rumah yang telah ia beli sebelumnya.


"setelah sarapan, siap-siaplah karena kita akan segera pergi."ucap Arthur Seraya sejenak, menatap ke arah sang istri.


"mau ke mana?"tanya Mikaila Seraya menghentikan aktivitas makannya.


"pulang!"jawabnya singkat dan kembali melanjutkan aktivitasnya.


"ke mana?"tanya Mikaila yang mulai kepo dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


Membuat Arthur seketika berdecak sebal. karena memang laki-laki itu masih belum menuntaskan rasa kesalnya akibat ulah dari istrinya itu yang mengabaikannya dan juga berbincang-bincang dengan laki-laki lain di hadapannya.


"ck, tidak usah banyak bertanya. cepat selesaikan makananmu saja."setelah mengatakan hal itu, Arthur segera beranjak dari tempat duduknya dan menyambar tas berwarna hitam yang berada di sebelahnya itu.


Sementara Mikaila, wanita itu hanya mendengus kesal. dan dengan segera, mengikuti langkah sang suami. dengan sesekali, wanita itu akan menghentakkan kakinya. karena merasa dongkol dengan sikap negatif yang telah resmi menjadi suaminya itu.


Sementara Arthur, laki-laki tampan dan berkarisma itu, hanya dapat menatap tingkah laku dan istri dengan tatapan datar. dan dengan segera, masuk ke dalam mobilnya. sedangkan Mikaila, wanita itu hanya terdiam dengan mata tersorot tajam. dan sesekali akan memalingkan wajah saat Arthur menatapnya.


tin tin tin


karena merasa sangat kesal, laki-laki itu membunyikan klakson mobilnya beberapa kali. hingga membuat Mikaila, seketika terjingkat.


"ayo masuk kau ingin menjadi patung di situ?!"tanya Arthur Seraya menyembulkan kepalanya di pintu mobil. yang kacanya di turunkan setengah.


Dengan segera Mikaila mulai berjalan menghampiri mobil itu dan langsung masuk ke dalamnya. tanpa berlama-lama lagi, laki-laki itu segera melajukan kendaraannya menuju ke kediaman mereka.


Di sepanjang perjalanan, Tak ada satupun obrolan yang mereka lakukan. kedua orang yang baru saja menjadi pengantin baru itu, sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.

__ADS_1


tring


Tiba-tiba saja, lamunan keduanya buyar saat mendengar suara notifikasi yang sangat kencang dari ponsel salah satu dari mereka. dan dengan kompak, mereka segera mengeluarkan benda pipihnya masing-masing. karena mereka pikir ada pekerjaan yang mendesak.


"oh ternyata bukan."gumam Arthur kembali memasukkan ponsel itu ke dalam saku jas miliknya.


Berbeda dengan Mikaila. Karena Wanita itu langsung menghubungi seseorang yang baru saja mengirimkan pesan kepada ponselnya itu.


"iya Dit ada apa?"tanya Mikaila saat sambungan ponsel itu sudah terhubung oleh seseorang di seberang sana.


Tentu saja hal itu membuat Arthur yang mendengarnya, seketika menoleh ke arah sang istri. sementara raut wajahnya saat ini, sudah berubah menjadi lebih menyeramkan.


"kamu bisa datang ke sini?"tanya Adit dari seberang sana.


"memangnya ada apa?"tanya Mikaila dengan raut wajah tidak enak. karena biasanya, jika sepupunya itu menghubunginya seperti ini, maka akan ada masalah di keluarga mereka.


"itu nenek,..."belum sempat Aditya melanjutkan ucapannya. Mikaila dengan cepat menyergah ucapan dari sepupunya itu.


Sementara Arthur mendengar percakapan sekilas mereka itu, malah dibuat semakin menerka-nerka apa yang mereka bicarakan di telepon barusan.


"ada apa?"tanya Arthur dengan raut wajah datar dan suara yang sangat dingin. membuat Mikaila yang awalnya ingin meminta izin, seketika mengurungkan niatnya. saat melihat sosok menyeramkan di hadapannya saat ini.


"tidak ada apa-apa. turunkan saja aku di sini."ucap Mikaila menatap lurus ke depan.


Membuat Arthur yang mendengar itu, seketika mendelik."katakan saja memangnya ada apa?"tanya Arthur yang mulai tidak sabar. dan tidak terasa, meninggikan ucapannya.


Membuat Mikaila yang mendengar itu, seketika tersentak kaget."jangan pernah membentak ku. jika anda tidak ingin mengantarkan saya ke tempat itu, saya bisa berangkat sendiri. lebih baik, sekarang anda hentikan saja mobil ini."ucapnya dengan kesal.


Karena Arthur juga merasa sangat kesal dengan tingkah laku dari wanita yang menjadi istrinya itu, laki-laki itu segera menghentikan mobilnya di tepi jalan yang lumayan sepi. dan tanpa basa-basi, Mikaila segera turun dari tempat itu.

__ADS_1


Kemudian, dengan segera mengeluarkan ponsel dan menghubungi Aditya."Dit, bisakah kamu menjemputku di jalan A?"tanya Mikaila saat panggilannya itu sudah tersambung.


"oke kalau begitu aku akan segera ke sana."jawab Adit dari seberang sana. Hal itu membuat Mikaila yang mendengarnya, seketika tersenyum senang.


Tanpa Mikaila sadari, ada seseorang yang mengawasi gerak-gerik wanita itu sejak tadi. siapa lagi orangnya jika bukan Arthur. karena laki-laki itu, sama sekali tidak benar-benar meninggalkan sang istri.


"telepon siapa dia? sialan! kenapa aku harus merasakan sakit seperti ini?!"tanya laki-laki itu Seraya memukul setir mobilnya dengan kencang.


Tak berselang lama, Arthur melihat sebuah motor yang sangat besar menghampiri sang istri dan berhenti tepat di samping wanita itu.


"berani-beraninya dia selingkuh di depan mataku."ucap laki-laki itu dengan geram. Arthur hendak menyusul dan membuntuti istrinya. namun sebuah panggilan, menghentikan aktivitasnya.


"baik aku akan segera ke sana."setelah mengatakan hal itu, Arthur segera melajukan kendaraannya untuk meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang sangat kacau.


***


"ayo naik."ucap Aditya Seraya menyerahkan sebuah helm pada wanita itu."kenapa kau sendirian di sini? mana suamimu?"tanya Adit lagi saat mereka sudah berada di perjalanan.


"sudah tidak usah bertanya tentang laki-laki itu. lebih baik, kita segera ke rumah nenek."jawab Mikaila dengan ketus.


Nampaknya, wanita itu merasa sangat kesal dengan kelakuan dari suaminya itu. kenapa dia sangat marah hanya karena mendapatkan panggilan dari laki-laki lain? padahal laki-laki itu adalah sepupunya sendiri. Pikir Mikaila.


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya motor yang dikendarai oleh Aditya telah sampai di depan sebuah rumah sederhana di pinggiran kota itu.


"kau masuklah dulu. aku akan menyusul nanti."ucap Adit Soraya kembali ke tempat duduknya.


Mikaila yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. kemudian dengan segera, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah itu. namun baru tiga langkah kakinya berjalan, suara Adit kembali terdengar. hingga membuat wanita itu menghentikan langkahnya kembali.


"ada apa?"tanya Mikaila dengan raut wajah heran. Tanpa menjawab pertanyaan wanita itu, Aditya menarik tangan Mikaila. dan dengan segera memotretnya.

__ADS_1


"tidak ada apa-apa. tadi aku hanya melihat ada sesuatu yang aneh di tanganmu. tapi ternyata, aku salah lihat."ucap laki-laki itu dengan santainya. dan tanpa Mikaila ketahui, sepupunya itu mengirimkan foto yang baru saja ia ambil kepada seseorang dengan caption yang sangat menggelitik.


"aku akan memanas-manasi suamimu."batin Aditya tersenyum lebar.


__ADS_2