Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
Semakin Mesra


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,...


Hubungan antara Arthur dan juga Mikaila, makin lama semakin membaik. dua anak manusia yang awalnya melakukan prosesi pernikahan hanya karena tidak ingin dijodohkan oleh pilihan orang tua masing-masing, kini berubah menjadi sepasang suami istri yang saling mencintai.


Tentu saja, hal itu tidak disangka-sangka oleh Arthur. karena laki-laki itu sempat menganggap remeh tidak akan pernah menyukai mikayla dari sudut pandang manapun. Namun ternyata, kenyataannya berbanding terbalik dengan apa yang ia omongkan selama ini. dan bahkan, Arthur lah yang terlebih dahulu menyatakan cinta pada wanita itu.


Sungguh, betapa malunya laki-laki itu saat ini. karena harus menjilat ludahnya sendiri. namun, hal itu tidak menjadi masalah. karena saat ini, Mikaila juga merespon perasaannya. membuat laki-laki itu, merasa sangat senang.


"Hari ini kamu mau ke mana?"tanya laki-laki itu saat mereka telah berada di ruang tamu sedang menonton televisi kesukaan dari Mikaila.


"rencananya aku mau ke restoran. tapi, sepertinya aku tidak jadi."ucap Mikaila dengan ekspresi wajah lesu.


"lalu mau ke mana memangnya?"tanya Arthur dengan raut wajah bingung. salah satu alasan dirinya tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita, adalah tidak ingin melihat raut wajah membingungkan dari para makhluk lemah lembut itu.


"hari ini Mas mau nganterin aku?"tanya Elizabeth dengan nada menuntut.


Membuat Arthur yang mendengar itu, sejenak terdiam. dan beberapa saat kemudian, laki-laki itu menganggukkan kepala.


"huh bolehlah jika aku menundanya beberapa saat saja. toh rapatnya akan dilakukan nanti jam sepuluh. dan sekarang baru pukul setengah delapan pagi."gumam laki-laki itu dalam hatinya.


"Mas, ayo! kok bengong?"tanya wanita itu Seraya melambaikan tangan dapat di wajah Arthur. dan Hal itu membuat laki-laki itu sendiri, seketika gelagapan dibuatnya.


Pada akhirnya, sepasang suami istri itu segera keluar dari rumah mewah mereka dengan saling bergandengan satu sama lain. dan tak lama berselang, mereka menuju ke halaman rumah. dimana di sana, mobilnya telah terparkir dengan baik. beserta dengan sopir yang telah disiapkan oleh Arthur.

__ADS_1


"hari ini bawa sopir?"tanya Mikaila menatap ke arah sang suami.


"iya karena aku ingin menikmati waktu luang bersama dengan istri tercinta."ucapnya mengecup singkat pipi dari wanita itu.


Membuat wajah Mikaila seketika merah padam. karena menahan malu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.


"kenapa wajahmu merah seperti itu?"tanya Arthur menggoda wanita yang berstatus sebagai istrinya itu. padahal, laki-laki itu tahu apa yang menyebabkan Mikaila memiliki wajah seperti kepiting rebus.


"Mas!"rengek Mikaila Seraya menatapnya dengan tatapan tajam. membuat Arthur yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan.


"iya deh iya maaf."ucap laki-laki itu Seraya membukakan mobil untuk istri tercintanya. dan setelah itu, dirinya pun juga ikut masuk ke dalam.


"memang kita mau ke mana?"tanya Arthur saat mereka sudah berada di perjalanan.


"ini gunakan sesuka hatimu."ucap laki-laki itu Seraya menyerahkan kartu itu pada Mikaila. tentu saja, membuat wanita itu yang mendengarnya, merasa sangat bahagia. bahkan tanpa sadar, Mikaila memeluknya dengan sangat erat.


"Terima kasih suamiku sayang."ucapnya Seraya mengecup pipi dari laki-laki itu. seolah-olah melupakan apa yang baru saja terjadi.


Sementara Arthur yang melihat itu, hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya."kalau sudah masalah seperti ini, semua akan dilupakan. termasuk juga dengan gengsinya."batin Arthur tersenyum geli melihat tingkah laku dari istrinya itu.


****


Tak berselang lama, mobil yang ditumpangi oleh Arthur dan juga Mikaila, telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan ternama di negara itu. dan dengan segera, mereka turun dari dalam mobil.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, mereka tak henti-hentinya bergandengan tangan. membuat beberapa orang yang melihat itu, merasa begitu iri dengan apa yang dilakukan oleh Mikaila itu. karena orang-orang itu tahu, siapa yang tengah berjalan Seraya bergandengan tangan itu.


"mereka semakin mesra."


"mereka cocok sekali. tampan dan cantik. sungguh pasangan yang luar biasa."


"andai saja Tuan Arthur mau jadi kekasihku, pasti aku akan merasa sangat bahagia."


Begitulah bisik-bisik yang diterima oleh telinga Mikaila. hingga membuat wanita itu seketika merapatkan tubuhnya kepada sang suami. sementara Arthur yang melihat itu, seketika hanya dapat mengulum senyum.


"apakah kau cemburu?"laki-laki itu berbisik di telinga Mikaila.


Membuat wanita itu yang mendengarnya, seketika mendelik tajam ke arah Arthur."kenapa masih bertanya? apakah kau senang di goda seperti itu?"tanya Mikaila dengan nada suara ketus dan sedikit sewot.


Arthur yang melihat itu segera menarik pinggang istrinya untuk lebih merapat. dan tak lama berselang, laki-laki itu melingkar di pinggang Mikaila.


"kita tidak akan pernah berpisah. jika bukan kita sendiri yang memisahkan dan juga, tentu ada campur tangan Tuhan."bisiknya dengan lembut.


Mereka Akhirnya telah sampai di tempat yang dikehendaki oleh Mikaila. dengan segera, wanita cantik itu mulai memilih barang-barang yang ia suka. sementara Arthur, berada tepat di belakang wanita itu.


"sudah?"tanya Arthur menatap ke arah istrinya.


"sudah ini saja cukup."jawabnya Seraya menganggukkan kepala. dan dengan segera, membereskan belanjaannya itu.

__ADS_1


__ADS_2