
Beberapa bulan kemudian,....
Terkadang, kita memang tidak takkan pernah tahu dengan kondisi yang akan datang di kehidupan kita. Seperti kata pepatah, habis gelap, terbitlah terang. mungkin seperti itulah gambaran dari kehidupan rumah tangga seorang Arthur Stanley. di saat laki-laki itu tengah bahagia karena mengetahui bahwa sang istri dan hamil 3 bulan, seseorang di masa lalunya datang menemuinya.
Tidak tanggung-tanggung, orang itu datang, menemui Arthur saat laki-laki itu, berkumpul dengan keluarga dan juga sang istri yang kebetulan mereka diundang oleh ibunda dari laki-laki itu untuk makan siang.
"bagaimana kondisi kandunganmu, sayang?"tanya Claudia pada wanita yang telah menjadi menantu kesayangannya itu.
"semua baik-baik saja, Bu. kata dokter, satu bulan sekali harus datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kandunganku ini."jawab Mikaila Seraya mengusap perutnya yang mulai membuncit itu.
"Bagus kalau begitu. jaga terus kandunganmu ya. Ibu doakan, semua akan baik-baik saja sampai proses persalinan nanti."Claudia mengusap perut dari menantunya itu dengan penuh kasih sayang.
Tentu saja hal itu membuat Mikaila yang mendengarnya, merasa begitu bahagia. siapa yang tidak suka, jika mertua berbuat baik seperti itu? tentunya itu adalah kebahagiaan dari sebagian wanita atau bahkan seluruh wanita yang ada di muka bumi ini.
Cukup lama mereka berbincang-bincang. hingga Bahrun, mendapatkan telepon dari seseorang di seberang sana.
__ADS_1
"oke saya akan segera ke sana."jawab Bahrun sesaat setelah ponsel itu ia angkat ayo.
Kemudian setelah itu, Bahrun segera menatap ke arah anak dan istrinya dan mengatakan, bahwa ada masalah sedikit di perusahaannya. untuk itu, dirinya harus menuju ke sana untuk melihat semuanya. dan pada akhirnya, kedua orang tua Arthur terpaksa meninggalkan anak dan menantunya.
"kalian jangan pulang dulu ya. nanti setelah ini, kita akan mengadakan syukuran atas kehamilanmu."ucap Claudia sebelum wanita paruh baya itu pergi.
Beberapa saat kemudian,..
Pasangan pengantin muda itu, tengah sesekali berbincang-bincang dan sesekali akan bercanda tawa membahas masa depan mereka.
Mikaila yang mendengar itu hanya tersenyum simpul. Seraya ikut mengusap perut buncitnya sendiri dengan lembut.
"kira-kira, laki-laki atau perempuan?"tanya Mikaila aku menatap ke arah suaminya itu dengan senyuman.
Arthur yang mendengar itu, seketika tersenyum simpul."mau laki-laki atau perempuan, aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. yang terpenting bagiku, kalian berdua selamat dan tidak ada suatu kekurangan apapun."ucapnya dengan tulus.
__ADS_1
Di saat mereka tengah berbincang-bincang, seseorang datang menghampiri Arthur.
"permisi Tuan, Nyonya, di luar ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan Arthur."tiba-tiba saja, salah seorang asisten rumah tangga keluarga itu datang menghampiri keluarga yang tengah bercengkrama hangat itu.
Sontak saja, hal itu membuat Arthur menghentikan aktivitasnya untuk bercanda tawa dengan sang istri. dengan segera, laki-laki tampan itu melangkahkan kakinya untuk menuju ke depan.
"hai sayang, apa kabar?"sapa seseorang. yang langsung membuat Arthur, seketika membeku di tempatnya.
"Ka..kau, untuk apakah ada di sini?!"tanya laki-laki itu Seraya melayang kata teman tajam. setelah sebelumnya, sedikit syok dengan kedatangan orang itu.
"tentu saja aku ingin menemui kekasihku."dengan entengnya, wanita cantik itu berkata seperti itu.
Tidak tahu kah dirinya, bahwa saat ini jantung Mikaila tengah berdetak tidak karuan.
"a... apa yang dimaksud oleh wanita itu?"tanya Mikaila pada dirinya sendiri dengan tubuh yang sedikit bergetar.
__ADS_1
Mikaila menatap ke arah Arthur. namun laki-laki itu sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun. bahkan Arthur, tetap berdiam diri saat wanita itu memeluknya.