Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 103


__ADS_3

"Bagaimana Apakah kamu masih mengelak dengan bukti yang ada saat ini ?"tanya Naima menatap ke arah mereka semua dengan Tatapan yang begitu lembut dan juga senyuman yang begitu mengagumkan.


Membuat semua orang yang ada di sana seketika menatap dan juga tidak percaya dengan wanita yang ada di hadapan mereka saat ini termasuk juga Arthur dan juga Bahrun.


"Saya minta, segera nikahi anak saya atau jika kalian menolak, kalian akan menerima konsekuensi yang sudah saya sebutkan tadi."dengan senyuman yang begitu menyebalkan,laki-laki paruh baya yang mereka kenal sebagai ayah dari Naima,memberikan ancaman.


Sementara orang dari keluarga Stanley sama sekali tidak ada yang membuka mulut berbicara.karena mereka semua masih sangat syok dengan kejadian yang baru saja dialami oleh Arthur itu.


"Apakah boleh kita minta waktu?" tanya Claudia mencoba untuk berbicara dari hati ke hati.karena wanita paruh baya itu berharap jika keluarga dari Naima bisa mempertimbangkan semua masalah dan tidak langsung gagabah dalam mengambil keputusan.


Naima yang mendengar penuturan dari calon ibu mertuanya itu,seketika menoleh Seraya menyunggingkan senyuman yang begitu manis.


"Maafkan aku ibu mertua,tapi aku tidak bisa menunggu lagi Bagaimana nantinya jika aku ibu hamil yang akan bertanggung jawab nantinya?"tanya wanita itu bernada mencibir.


Hal itu membuat semua orang yang ada di sana sama keluarga dari Stanley seketika tersentak diam.


"Apakah kau yakin Arthur memang benar-benar menyentuhmu malam itu ?"Setelah sekian lama terdiam pada akhirnya Oma Juwita membuka suara.


Naima dengan segera menoleh ke arah wanita tua itu dan langsung menunjukkan sebuah rekaman CCTV tanpa basa-basi.


"bagaimana apakah Oma dan yang lain masih berusaha untuk mengelak? atau Oma ingin, kami melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib agar nama kalian kembali tercoreng?"tanya wanita itu dengan ada yang begitu lembut.


Semua orang dari keluarga Stanley seketika menggelengkan kepalanya dengan kuat."jangan kamu mohon jangan pernah lakukan itu."ucap Oma Juwita dengan tubuh bergetar hebat.


Mengorbankan bisnis kerajaan keluarga Stanley hanya demi seorang yang tidak berguna seperti Arthur? tentu saja Oma Juwita tidak akan pernah melakukan hal itu. Karena Wanita itu, benar-benar telah merasa kecewa dengan sosok laki-laki yang menyandang sebagai cucu kesayangannya itu.

__ADS_1


"baiklah! kalau begitu, pernikahan kalian akan diselenggarakan satu bulan dari sekarang."putus wanita renta itu pada akhirnya.


Sontak saja ucapan dari wanita tua itu membuat semua orang membulatkan kedua matanya tak terkecuali Arthur.


"Oma aku tidak mau kenapa Oma bersikap enteng seperti ini?!"tanya laki-laki itu memprotes tindakan sang nenek yang dianggap lancang karena mengatur hidupnya sesuka Hati.


"lalu kau mau apa?!"sentak wanita tua itu Seraya menatap tajam ke arah cucu laki-lakinya itu.


"kau ingin keluarga kita kembali hancur dari sebelumnya? Ingatlah! kau itu sudah pernah menghancurkan keluargamu ini! apakah itu masih belum cukup?"tunjuk wanita tua itu dengan tatapan marah dan juga murka.


Arthur yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala. karena memang laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.


Dan setelah rapat keluarganya itu selesai, laki-laki itu segera masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam. meninggalkan semua orang yang masih terdiam dengan pikiran masing-masing. sementara keluarga dari Naima, telah berpamitan 5 menit yang lalu.


"sungguh nasibmu Malang sekali sayang."gumam Claudia Saraya menitihkan air mata karena merasa tidak tahan dengan penderitaan yang dialami oleh Putra tunggalnya itu.


"aku hanya berharap Putraku mendapatkan kebahagiaannya. dan jika itu tidak ditemui dalam hubungannya dengan Mikaila dulu, setidaknya bukan dengan Naima. karena aku merasa, wanita itu tidak pernah tulus dengan Arthur."ucap Claudia Seraya menghela nafas panjang.


Sementara Bahrun dan juga Oma Juwita, hanya terdiam dengan pikiran masing-masing. karena sebenarnya, dua manusia berbeda generasi itu juga memiliki perasaan yang sama dengan apa yang dimiliki oleh Claudia. namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena semua bukti mengarah pada Arthur.


"aaaaarrgghhh"di dalam kamarnya, Arthur saat ini tengah berteriak dengan sangat lantang karena baru saja mendapatkan begitu berat cobaan yang menghampiri hidupnya.


"kenapa aku tidak bisa dibiarkan bahagia sedetik Saja Tuhan? kenapa aku harus merasakan kesakitan untuk yang kesekian kalinya?"tanya laki-laki itu mengerang frustasi.


setelah berhasil menghancurkan seluruh barang yang ada di dalam kamar itu, pada akhirnya Arthur memutuskan untuk menyesap nikotin. Arthur memang bukan perokok aktif. laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu, akan menggunakan barang itu jika merasa terdesak.

__ADS_1


Seperti sekarang ini, Arthur benar-benar merasa begitu pusing sehingga dirinya memutuskan untuk menggunakan barang yang sebenarnya dilarang oleh kesehatan itu.


*****


Sementara itu di tempat lain terlihat seorang laki-laki dewasa bersama dengan wanita dewasa tengah berbincang-bincang. dan di tengah-tengah mereka saat ini, terdapat anak kecil.


Yap mereka adalah Mikaila Fandy dan juga Moza. mereka bertiga baru saja keluar dari sebuah minimarket yang ada di kawasan rumah Fandy. karena memang, saat itu mereka tengah bertemu untuk bermain dengan bocah kecil itu. hingga pada akhirnya memutuskan untuk pergi ke minimarket dan berbelanja.


"ternyata memang mereka akan menikah."celetuk Fandy saat memakai ponsel.


Membuat Mikaila yang mendengar itu, sontak saja menoleh dan menatap ke arah Fandy dengan kening mengerut.


"mereka siapa?"tanya Mikaila dengan raut wajah penasaran.


Sontak saja hal itu membuat raut wajah dari Fandy, seketika menegang. namun di dalam hati laki-laki itu merasa begitu girang karena tujuannya telah berhasil.


"coba kamu lihat ini."perlahan tapi pasti, Fandy segara memperlihatkan sebuah postingan dari sosial media milik Naima.


Tentunya Hal itu membuat Mikaila, seketika merasa begitu terkejut. namun setelahnya, raut wajah dari wanita itu sudah berubah menjadi biasa saja.


"mereka akan menikah?"tanya Mikaila dengan raut wajah datar.


"hmmm kenapa memangnya kamu masih menyukainya?"tanya Fandy dengan spontan.


Sontak saja, Mikaila menggelengkan kepalanya."Mana mungkin aku cemburu? aku Dengan Dia saja sudah tidak memiliki hubungan apapun." elak wanita itu dengan memalingkan wajah.

__ADS_1


Sementara Fandy sendiri, masih menatap ke arah wanita itu, dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. namun tak lama berselang, kedua sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman.


__ADS_2