Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 150


__ADS_3

Tak lama berselang dari itu,Arthur telah sampai di kediaman keluarga sepupunya.dan dengan langkah tergesa-gesa laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu langsung masuk ke dalam kamar milik Debby.dia sama sekali tidak memperdulikan teriakan ataupun umpatan dari wanita itu.yang terpenting saat ini,dia ingin berkeluh kesah pada wanita itu tentang hubungannya dan juga tentang perasaannya terhadap Mikaila.


"Kau kenapa datang-datang langsung membuka kamarku seperti ini sangat tidak sopan!"hardiknya Seraya mendengus kesal.namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Arthur laki-laki itu tetap melangkahkan kakinya dan duduk di ranjang milik sepupunya itu.


"Apakah kau bisa membantu ?"tanya Arthur dengan nada yang begitu memelas. membuat Debby yang awalnya ndak marah-marah, seketika mengurungkan niatnya. wanita tomboy itu, langsung ikut Duduklaki-laki itu dengan raut wajah yang begitu prihatin.


"Ada apa? kau masih belum bisa move on dari mantan istrimu itu ?" tanya Debby menebak.dan hal itu langsung dijawab anggukan kepala oleh Arthur tanpa drama Seperti biasanya.


Sontak saja, hal itu membuatnya merasa sangat kasihan. Sebenarnya wanita itu ingin sekali membantu namun semua itu di luar kendali. apalagi saat ini mereka berdua sudah sama-sama berkeluarga.sehingga, pastinya akan sangat sulit jika ingin mempersatukan mereka kembali


"apa yang harus aku lakukan aku benar-benar tidak sanggup jika harus hidup seperti ini terus-menerus?"tanya laki-laki itu dengan nada suara terisak pelan.

__ADS_1


Debby yang mendengarnya, sempat terdiam untuk beberapa saat. karena jujur sajawanita itu tidak pernah melihat raut wajah kacau dari sepupunya seperti ini.


"Aku harus apa lagi sekarang ?"ucap Arthur kembali bertanya menatap ke arah wanita itu dengan Tatapan yang begitu sendu.


Debby yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepalanya lemah. karena wanita itu, juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk saat ini.


"hanya ada satu cara pasrahkan dirimu pada Tuhan karena ini semua sudah menjadi takdir."ucapnya Seraya menepuk bahu laki-laki itu dan memutuskan untuk pergi dari sana.


Debby memutuskan untuk membuatkan minuman hangat sepupunya itu agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.


"terima kasih."sahutnya dengan menerima uluran tangan dari wanita yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Setelah menghabiskan minuman hangat itu, Arthur memutuskan untuk segera pulang. Karena memang, waktu sudah menunjukkan jam 09.30 malam.


****


Sementara di kediaman keluarga stainless seorang wanita Tengah diam-diam membuatkan minuman di tempat yang begitu Temaram.


"kau benar-benar harus diberikan pelajaran agar tidak selalu meremehkanku." ucap Naima dengan nada suara yang begitu sinis. Kemudian melangkahkan kakinya untuk mendekati kamar pribadi milik Arthur.


Dan setelah berhasil meletakkan Minuman itu di tempatnya,Naima memutuskan untuk bersembunyi di kamar mandi.Karena Wanita itu tahu, jika sebentar lagi Arthur akan pulang.


Ceklek

__ADS_1


Senyuman dari Naima seketika mengembang dengan sempurna saat tebakan darinya itu ternyata benar. karena di hadapannya saat ini,laki-laki itu berdiri menjulang.


"Kau pasti akan langsung terkena oleh jebakanku."gumam wanita itu dengan tatapan yang begitu Mendamba. sungguh godaan terberat bagi Naima adalah melihat wajah tampan Arthur.


__ADS_2