Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab129


__ADS_3

Dengan segera Aditya langsung menarik kerah baju milik Arthur dan membawanya untuk segera berhadapan dengannya. sungguh Aditya merasa sangat marah dengan kelakuan yang ditunjukkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya saat ini. Setelah dia mengacaukan kehidupan dari adik sepupunya, sekarang dia malah mengatakan dengan entengnya ingin kembali bersama dengan adik sepupunya itu? Hah apakah dia sudah gila.


"dengerin gue baik-baik!"ucap laki-laki itu Seraya mencengkeram kerah baju yang milik Arthur. bukan hanya itu. Aditya bahkan sampai menekan tangannya untuk mencekik laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu.


"sampai kapanpun juga lu tidak akan pernah bisa mendapatkan adik gue kembali. karena gue orang pertama yang akan membuat lo menyesal telah melakukan hal itu!"setelah mengatakannya, Aditya segera membanting tubuh milik Arthur hingga laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu, sampai tersungkur ke atas tanah.


Uhuk uhuk uhuk


Darah segar seketika langsung meluncur keluar dari dalam mulut laki-laki itu. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Aditya. laki-laki itu segera pergi dari sana dengan menegaskan kedua tangannya.


Seakan-akan, yang baru saja dipegang oleh laki-laki Itu adalah sebuah kotoran. dan setelahnya, langsung masuk ke dalam mobil untuk segera menuju ke tempat semula.


****


"Arthur ada di mana Pak?"tanya Claudia pada suaminya itu karena tidak mendapati sosok Putra kesayangannya itu.


"tadi si dia sudah sampai. tapi entah mendapatkan telepon dari mana, dia kembali lagi dengan wajah tergesa-gesa."sahut laki-laki paruh baya itu dengan entengnya.


Claudia yang mendengar itu semakin merasa khawatir. wanita paruh baya itu takut akan terjadi sesuatu pada Putra Samata wayangnya itu.


Tut Tut Tut


Dengan secepat kilat, wanita paruh baya itu mencoba untuk menghubungi sang anak. namun untuk kesekian kalinya, laki-laki itu tidak mengangkatnya. hal itu semakin membuat Claudia merasa begitu khawatir.


"kenapa tidak ada jawaban?!"wanita paruh baya itu bertanya dengan mengerang frustasi.

__ADS_1


Sementara Bahrun sendiri, laki-laki paruh baya itu hanya terdiam sesekali akan melirik ke arah sang istri yang tampak gusar itu.


Lama-kelamaan, laki-laki paruh baya itu merasa sedikit jumlah dengan apa yang dilakukan oleh Claudia. Sesekali Bahrun akan mendengus kesal. kenapa istrinya itu begitu sangat lebay terhadap Arthur? padahal laki-laki itu bukan seorang anak kecil lagi dia sudah menjadi seorang suami bahkan sempat menjadi seorang ayah. tapi kenapa istrinya itu bersikap seolah-olah Arthur itu masih seorang anak kecil?.


"sudahlah Bu, Arthur itu bukan anak kecil lagi dia sudah menjadi laki-laki dewasa sudah menjadi seorang suami dan sudah pernah menjadi seorang ayah. jadi tidak usah terlalu lebay seperti itu!"setelah mengatakan hal itu, Bahrun segera pergi dari sana meninggalkan Claudia yang masih mematung di tempatnya.


****


Sementara itu di dalam kamarnya, Naima masih bersungut-sungut di atas tempat tidur. Karena bagaimanapun juga, wanita itu sempat mengalami kekalahan saat berkelahi dengan Claudia--Ibu mertuanya.


Tentu saja mereka bertengkar karena merebutkan sosok Arthur. dan ingin menentukan laki-laki itu harus tinggal di mana. sampai saat ini pun, mereka masih sering cekcok. sehingga membuat suasana di rumah itu semakin merasa tidak aman.


"aku harus menyingkirkan wanita sialan itu. karena jika dia sudah tidak ada, maka aku akan semakin mudah untuk menguasai Arthur."ucapnya tersenyum licik.


*****


ternyata memang benar dia sangat menyayangi dan memiliki perasaan yang cukup besar pada Aditya.


Hana seketika tersenyum senang saat melihat pemandangan itu. karena dirinya sempat merasa khawatir saat melihat bagaimana sikap dari Sarah pada semua laki-laki yang ia temui dan juga mencoba untuk mendekatinya. bahkan Hana sempat berpikir, bahwa sahabatnya itu jeruk makan jeruk. tapi ternyata semua itu tidak terbukti.


Bruuummm!!!


Atensi dari semua orang seketika teralihkan saat mendengar suara yang begitu nyaring yang berasal dari luar. membuat mereka semua, seketika langsung melangkahkan kakinya dengan cepat untuk menghampiri sumber suara.


"kau tidak melakukan apa-apa, kan?"tanya Ruri saat melihat keponakannya itu turun dari atas motornya.

__ADS_1


Aditya yang mendengar itu sempat terdiam untuk beberapa saat lamanya. hingga tak lama berselang, laki-laki itu pun menggelengkan kepalanya Seraya tersenyum tipis.


"kalian semua mengkhawatirkanku?"tanya Aditya Seraya menatap jenaka ke arah orang-orang yang ada di depannya saat ini.


Sontak saja, beberapa buah pukulan mendarat mulus di tubuh laki-laki itu. tentu saja pelakunya adalah mereka semua karena merasa gemas dengan tingkah laku yang diperlihatkan oleh Aditya itu.


"awwsss kenapa malah dipukul?!"tanya laki-laki itu memprotes tindakan yang dilakukan oleh keluarganya itu.


"soalnya lu narsis!" desis Sarah sebal. dan tak lama berselang, wanita tomboy itu segera masuk ke dalam rumah milik Mikaila. membuat semua orang yang melihat itu sejenak terdiam karena melihat tingkah laku dari Sarah Yang sepertinya tidak biasa itu.


"Sepertinya dia sudah mulai memiliki perasaan pada Aditya."bisik Hana pada Mikaila.


Membuat wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang pengantin itu, seketika menoleh ke arah sahabatnya dengan tatapan yang terkejut. namun ekspresi itu tidak bertahan lama. Karena setelah itu, Mikaila tersenyum simpul.


"aku orang pertama yang akan merasa sangat bahagia jika momen itu memang benar-benar terjadi."balas wanita itu berbisik di telinga Hana.


****


"kalau begitu saya permisi dulu!"tiba-tiba saja Fandy mengatakan hal itu. membuat semua orang yang ada di sana, seketika menatap laki-laki itu dengan tatapan yang berbeda-beda.


"oh iya kami lupa kalau masih ada kamu."Ruri meringis kecil saat mengingat tingkahnya itu.


"apakah Moza masih tertidur lelap?"tanya Mikaila Seraya menatap ke arah balik punggung Fandy.


"Sepertinya dia sangat kelelahan sekarang. maka dari itu, sebaiknya kami langsung pulang saja karena kamu tidak ingin dia bangun dan kembali merepotkan kalian."ucap Fandy dengan nada suara bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Sontak saja Mikaila dan yang lain seketika memutar bola mata malas. karena sudah merasa jenuh dengan kalimat yang dilontarkan oleh Fandy itu.


__ADS_2