
"udah nggak usah protes aja. cepetan makan nanti aku ajak kamu ke suatu tempat. pasti kamu akan suka."ucap laki-laki itu mencoba untuk membujuk sang istri agar segera menghabiskan makanan yang telah ia bawa.
Mendengar kata tempat indah, mata dari Mikaila seketika berbinar dengan sempurna.
"kamu serius, Mas?"tanya wanita hamil itu dengan nada yang sangat girang. membuat Arthur yang melihat itu, seketika merasa begitu gemas.
Mikaila dengan semangat segera menyantap makanan itu dan sesekali berceloteh dengan mulut yang masih penuh. hal itu tak jarang, membuat sang suami menegurnya. karena takut, Mikaila akan tersedak makanannya sendiri.
"udah nggak usah bawel lebih baik makan aja dulu! Setelah semuanya selesai, kita akan langsung pergi berjalan-jalan."ucap laki-laki itu dengan tegas tak terbantahkan.
Sementara Mikaila yang mendengarnya, seketika mencebikkan bibirnya ke bawah. Namun demikian, wanita itu tetap menikmati makanan yang ada di hadapannya sampai tak tersisa sedikitpun.
"kalau begitu, aku ganti baju dulu."ucapnya dengan antusias dan langsung beranjak dari tempat duduknya. berlari kecil menuju ke kamar mandi.
Sementara Arthur yang melihat itu, hanya menggelengkan kepalanya Seraya tersenyum kecil.
"Terima kasih atas kebaikan hatimu sayang. aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan jika kamu tidak mau kembali lagi padaku. Mungkin aku akan langsung gila."gumamnya Seraya menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh sang istri.
Tak berselang lama, Mikaila telah selesai dengan handuk mandinya. untuk beberapa saat ke depan, Arthur merasa tertegun. sesuatu yang ada di dalam sana seperti bangkit saat melihat bagaimana penampilan seksi dari istrinya itu.
Namun, hal itu segera ia tepis. mengingat, Arthur tidak ingin membuat istrinya itu kembali tersakiti walaupun seujung kuku sekalipun.
"Mas kenapa belum mandi katanya mau ngajak aku keluar?"tanya Mikaila Seraya menyentuh lengan dari laki-laki itu.
"e .eh, iya sayang mas mandi dulu ya."setelah mengatakan hal itu, Arthur dengan segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar mandi.
Sementara Mikaila sendiri, wanita yang tengah mengandung itu menatap ke arah suaminya dengan tatapan kebingungan.
"kenapa dia aneh seperti itu?"tanya mikhayla pada dirinya sendiri."ah sudahlah lebih baik aku bersiap-siap saja."setelahnya wanita itu melanjutkan untuk merias dirinya secantik mungkin.
__ADS_1
****
"bagaimana penampilanku, Mas?"tanya Mikaila Seraya memutar tubuhnya tepat di hadapan sang suami.
"benar-benar perfect."gumamnya memandang sang istri dengan tatapan begitu memuja. membuat Mikaila yang mendapatkan pujian itu, seketika tersenyum tersipu malu.
"apa kita berangkat sekarang?"tanya wanita hamil itu mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
"kenapa mengalihkan pembicaraan? kamu baper, ya?"goda Arthur Seraya mencolek dagu lancip milik istrinya itu.
Tentu saja tindakan dari Arthur itu, membuat Mikaila semakin gelagapan sendiri. Karena Wanita itu benar-benar merasa terbawa suasana dan terbawa perasaan dengan apa yang diungkapkan oleh suaminya itu.
"Mas ayo berangkat!"rengek Mikaila manja. Sungguh, wanita itu tidak bisa menahan diri untuk tidak tersipu malu akibat gombalan yang dilakukan oleh suaminya itu.
Arthur seketika tertawa lepas. tak lama berselang, laki-laki itu segera merengkuh pinggang ramping milik istrinya itu dan membawanya untuk menuju ke dalam mobil yang memang telah dipersiapkan.
****
"Mas jangan liatin aku seperti itu aku malu."bisik Mikaila tepat di telinga sang suami. dan hal itu semakin membuat Arthur yang mendengarnya, tertawa lepas.
Tak lama berselang mobil yang mereka tumpangi telah sampai di sebuah restoran yang begitu mewah dan juga megah. membuat mata Mikaila sendiri, seketika melebar dengan sempurna.
"wooow bagus banget pemandangan ini mas."ucap wanita itu penuh dengan kegembiraan memandang antusias bangunan megah yang ada di hadapannya saat ini.
"gimana apakah kamu suka?"tanya Arthur menatap intens ke arah sang istri.
"tentu aku suka."jawabnya dengan menggelayut manja di lengan laki-laki itu. sementara Arthur sendiri, kini telah terkekeh gemas. ingin sekali laki-laki itu mengacak-acak rambut milik sang istri.
Namun, niat itu segera ia urungkan. karena wanita yang sangat disayanginya, sudah berdandan cukup cantik dan juga menarik. Arthur hanya tidak mau jika istrinya itu malah marah karena tindakannya itu.
__ADS_1
"yuk keluar."ucap Arthur Seraya mengundurkan tangan kepada wanita itu setelah sampai di samping badan mobil.
"Makasih suamiku."ucapnya Seraya meraih uluran tangan laki-laki yang paling dicintai kedua setelah ayahnya itu.
Mereka berjalan melewati para penjaga yang kini telah menunduk."kenapa sepi sekali, Mas?"tanya wanita itu dengan raut wajah herannya.
"ya sepilah Sayang ini kan semuanya sudah aku booking."sahut Arthur dengan entengnya. karena laki-laki itu merasa, apa yang mereka bahas saat ini adalah masalah sepele.
Namun ternyata, Arthur salah besar. karena tiba-tiba saja, Mikaila langsung melepaskan genggaman tangannya dari lengan laki-laki itu. tentunya Hal itu membuat si pemilik tubuh, seketika tersentak kaget.
"Sayang, kamu ini kenapa?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah herannya.
"Mas kamu matikan rezeki orang?"tanya wanita itu secara tiba-tiba tanpa memperdulikan pertanyaan sebelumnya dari sang suami.
"ma.. maksudnya apa?"tanya Arthur dengan mulut tergagap.
"kamu membooking satu restoran ini hanya untuk acara kita berdua? itu namanya, kamu mematikan rezeki orang Mas!"ucap wanita itu dengan mata berkaca-kaca.
Membuat Arthur yang melihat itu seketika tersentak kaget. laki-laki itu mendadak menjadi panik. saat melihat lelehan air mata yang membasahi wajah cantik milik istrinya.
Entah mengapa, mikhaila menjadi sensitif ini terhadap hal-hal yang menurutnya begitu sepele.
"kamu tahu nggak Mas, bagaimana capeknya orang-orang itu saat memasak untuk para pengunjung yang akan datang? lalu,Mas Arthur dengan teganya membooking restoran ini. itu artinya, makanan itu tidak akan pernah dimakan oleh orang. karena pasti, kita hanya makan seadanya saja."jelasnya Seraya mengusap air mata yang mulai mengalir itu.
Seketika itu pula Arthur yang mendengar itu, semakin merasa tertegun dan juga merasa kebingungan dengan apa yang dibahas oleh wanita ini sekarang.
Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu segera menghubungi semua orang yang ada di rumahnya untuk datang ke tempat itu termasuk juga dengan teman-teman Mikaila dan juga sepupu Arthur sendiri.
"udah udah nggak usah nangis. aku sudah menghubungi orang-orang untuk datang ke sini dan menikmati makanan ini secara gratis."ucapnya mencoba untuk menenangkan.
__ADS_1
"Mas Arthur serius?"tanya wanita itu dengan raut wajah berbinar.