Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 90


__ADS_3

("aku bertemu dengan Mikaila dan juga Aditya.")


Mendengar nama seseorang yang selama ini ada di hatinya membuat Fandy seketika melebarkan kedua matanya.


"kamu ketemu di mana? bisa tolong pantau dia terus?"ucap laki-laki itu memohon.


Terdengar dengusan dari seberang sana tak lama berselang, terdengar jawaban dari Naima.


("Oke Baiklah aku akan ke sana sekarang.")


Fandy yang mendengar itu seketika tersenyum simpul dan tak lama berselang laki-laki itu segera kembali melanjutkan perjalanannya.


"mungkin dulu kau tidak akan pernah melihat ke arahku tapi sekarang, aku menjamin 100% bahwa kau pasti akan langsung bertekuk lutut padaku."Sombongnya dengan nada sumbang.


Sepertinya kali ini, Fandy tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Apalagi, ditambah dengan kehadiran bocah kecil berusia 2 tahun itu.


Karena Fandy yakin ikatan batin di antara mereka berdua pasti akan terjalin dengan begitu kuat. walaupun mereka belum saling mengenal satu sama lain.membayangkan hal itu saja membuat Fandy sudah merasa begitu senang. membayangkannya saja, laki-laki itu sudah merasa tidak sabar ingin bertemu dengan wanita yang selama ini ada di dalam hatinya itu.


"aku harus segera menyelesaikan kegiatanku sekarang." ucapnya dengan nada bersungguh-sungguh.


****


Sementara itu di tempat lain terlihat Mikaila dan juga Aditya yang baru saja keluar dari dalam mobil dengan menenteng berbagai paper bag berukuran sedang.


"Eh kalian sudah sampai ?"tanya Mikaila saat wanita itu melihat keberadaan kedua sahabatnya.


Sontak saja, hal itu membuat Sarah dan juga Hana yang mendengarnya menoleh dan langsung membantu kedua orang itu untuk menata barang-barang yang baru saja dikeluarkan dari dalam mobil.


Tiba-tiba saja, seorang wanita paruh baya yang memang ditugaskan untuk menjaga Panti itu saat Mikaila tidak ada datang menghampirinya.


"ada apa?" tanya Mikaila saat menyadari keberadaan dari wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"maaf Nona ada bayi baru yang diletakkan di atas kardus oleh orang yang tidak bertanggung jawab."ucap wanita paruh baya itu Seraya menunduk hormat.membuat Mikaila yang mendengar itu, seketika mendengus malas.


Bukan, bukan karena ucapan dari wanita paruh baya itu yang membuat Mikaila berubah menjadi malas. akan tetapi sapaan dari wanita paruh baya itu yang menyebutnya 'nona.'yang membuatnya malas.


Karena Mikaila sudah hampir setiap hari memperingatkan wanita paruh baya itu untuk munculnya dengan nama saja. tidak harus ada embel-embel gelar ataupun apapun itu.karena memang Mikaila bukanlah wanita yang gila akan Sanjungan.


"di mana dia sekarang ?"tanya wanita itu Seraya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam bangunan tiga lantai itu.


"ada di kamar khusus bayi."sahut wanita itu Seraya menundukkan kepala tidak berani untuk menatap ke arah Mikaila. wanita itu tahu pemilik Panti Tengah menatap tidak suka ke arahnya.


Sebenarnya,wanita paruh baya itu bukan bermaksud untuk membuat gara-gara dengan pemilik panti.namun wanita itu terlalu jika harus memanggil Mikaila dengan sebutan nama saja.


Apakah kalian masih ingat dengan seorang wanita paruh baya yang sempat menemani Mikaila saat wanita itu kabur dari kejaran Arthur?


Yap betul sekali dia adalah Mbok Marta.wanita paruh baya itu saat ini menjadi pengurus dari panti asuhan yang memang didirikan oleh Mikaila.dan semenjak wanita tua itu tahu bagaimana kondisi dari keluarga Mikaila, Mbok Marta membiasakan diri memanggilnya dengan sebutan 'Nona.'yang tentunya, itu sama sekali tidak membuat Mikaila nyaman


"ck, udah berapa kali aku bilang Mbok, jangan pernah memanggilku dengan sebutan nona panggil aku seperti dulu saja." ucapnya dengan nada yang sedikit di tekankan.Karena Wanita cantik itu masih mencoba untuk menghargai wanita yang ada di hadapannya saat ini.


Sesampainya di sana, Mikaila tertegun begitu saja. tak lama berselang, setelah itu tiba-tiba saja air matanya mengalir dan tidak bisa dihentikan.


Tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera berlari dan langsung menggendong bayi mungil itu dengan sangat hati-hati. di sana, Mikaila menangis tersedu-sedu.rasa sesak di dalam dada itu seketika kembali menyeruak menggebu-gebu.


Sementara Sarah dan juga Hana, yang melihat itu sontak saja memalingkan wajah karena tidak kuasa menahan kesedihan atas nasib dari sahabatnya itu.


"apakah sudah diberikan minuman ?"tanya wanita itu menoleh ke arah Mbok Marta.


Sontak saja, wanita paruh baya itu pun menganggukkan kepala."sudah Non--eh nak."jawabnya dengan nada gugup karena mendapatkan tatapan tajam dari wanita itu.


Aditya yang melihat itu, seketika terkekeh pelan."Udahlah nggak usah galak-galak kamu ini bikin orang takut aja."Cibirnya Seraya mencubit kecil pipi dari sepupunya itu.dan hal itu langsung mendapatkan tatapan mematikan dari wanita itu.


****

__ADS_1


Sementara itu, di luar bangunan panti terdapat seorang wanita yang tengah memantau keadaan dengan mengenakan pakaian serba warna hitam.Siapa lagi orang itu jika bukan Naima.


 Tak lama berselang wanita itu pun memotret dan mengirimkan itu pada Fandi memang Tengah menunggu di seberang sana.setelah selesai melakukan tugasnya, Naima segera bergegas pergi dari sana dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


****


"hehehe akhirnya, aku menemukan Keberadaanmu. kali ini, Kamu tidak akan pernah lulus."ujarnya Soraya terkekeh .


tok tok tok


"Permisi tuan ini laporan yang anda minta."lapor salah satu karyawan pada Fandy. membuat laki-laki itu langsung menganggukkan kepala dan mengerti.


"apakah semua sudah selesai?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah tidak sabar. hingga membuat si karyawan itu pun sedikit tertegun.dan tak lama berselang tersentak kaget.


"su.. sudah Tuan." jawabnya terbata-bata. dan langsung memutuskan untuk undur diri dari sana. Karena melihat raut wajah seram dari Bosnya itu.


Fandy sama sekali tidak memperdulikan hal itu. laki-laki itu segera keluar dari dalam ruangannya untuk menuju ke kediaman kedua orang tuanya karena ada sesuatu yang harus dia lakukan saat ini juga.


****


Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpangi oleh laki-laki itu telah sampai di depan rumah keluarganya.


"Loh kenapa pulangnya cepat sekali mau ke mana memangnya ?"tanya Ratih dengan raut wajah keheranan.


Fandi yang mendengar itu, seketika tersenyum simpul. "mau pergi sama Moza kan tadi pagi udah janjian." sahut laki-laki itu dengan tersenyum simpul.


"mau kemana ---"


"Pipi!" ucapan Ratih seketika terhenti. saat mendengar ucapan dari bocah kecil berusia 2 tahun itu.


"Moza!" seru laki-laki itu, seraya menangkap dan menggendong bocah kecil itu dan memutar-mutarkannya beberapa kali. hingga membuat Moza sendiri, tertawa lepas karena merasa geli.

__ADS_1


__ADS_2