Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 81


__ADS_3

setelah berbincang-bincang dan melihat bagaimana wujud dari malaikat kecil mereka, pada akhirnya Arthur memutuskan untuk membawa kembali istrinya itu untuk beristirahat.


Karena memang kondisi dari mikayla sendiri belum stabil akibat operasi sesar yang baru saja dilakukan oleh wanita itu.


"Mas!"panggil Mikaila pada Arthur yang masih termenung dengan pikirannya sendiri.


"ya Sayang, ada apa?"tanya laki-laki itu sedikit tergagap.


"bolehkah aku meminta untuk kau menyediakan alat pompa untuk ASI? sepertinya, cairan yang ada di dalam sini merembes keluar. terasa begitu sakit dan mengganggu." keluh Mikaila Seraya menyentuh area yang dikatakan dari awal itu.


Membuat Arthur yang mendengar itu, seketika tersenyum simpul. dan dengan segera mengaggukan kepalanya. membawa wanita kesayangannya itu menuju ke ruangan VIP tempat Mikaila beristirahat.


Tanpa sadar, ada seseorang yang mengawasi pergerakan dari pasangan suami istri itu dari balik tembok.


Setelah memastikan pasangan suami istri itu pergi dari hadapannya, orang yang memakai pakaian serba warna hitam itu menyelinap masuk ke dalam ruang perawatan bayi prematur.


***


"sayang, kamu di sini sebentar ya aku mau pergi."ucap Arthur Soraya tersenyum simpul dan mengusap kepala dari wanita kesayangannya itu dengan penuh kasih sayang.


"jangan lupa pesananku."sahut Mikaila memperingatkan suaminya itu. yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Arthur.


Laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu, menganggukkan kepala. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam rumah sakit. namun langkahnya tiba-tiba berhenti saat mendengarkan suara gaduh dari ruang perawatan bayi prematur.


degh


Jantung Arthur seakan ingin lepas dari tempatnya saat laki-laki itu baru saja membuka pintu ruangan.


Tubuh laki-laki itu seketika membeku di tempatnya. pandangannya seketika berputar-putar. dengan langkah perlahan-lahan, Arthur mulai mendekati tempat di mana putrinya berada. tangannya dengan gemetar, mulai mengangkat benda tajam Yang tergeletak di samping tubuh bayinya itu.


"aaaakkhh!"setelah mengumpulkan niat dan juga kekuatan sepenuhnya, laki-laki itu baru bisa menjerit dengan sekuat tenaga.


Tak lama berselang, semua orang berbondong-bondong menghampiri ruangan itu. mereka semua membekap mulutnya sendiri. dan kebetulan di sana, keluarga Wardani baru saja kembali dari rumah masing-masing.

__ADS_1


"apa yang kau lakukan?!"tanya Winarto Seraya mencengkeram kerah baju milik Arthur. dan melayangkan beberapa kali pukulan tepat di rahang tegas milik laki-laki itu. hingga membuat tubuhnya, seketika tersungkur di atas lantai.


"kenapa bisa seperti ini?!"jerit Oma Juwita dengan sekuat tenaga. dan tak lama berselang, wanita sepuh itu seketika tak sadarkan diri.


Sementara Bahrun dan juga Claudia yang baru saja datang, masih mematung di tempatnya karena merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


"tidak mungkin Arthur melakukan hal ini."gumam wanita itu dengan menggelengkan kepalanya lirih. tak terasa bulir bening mengalir cukup deras dari kedua kelopak matanya.


Tak membutuhkan waktu lama, polisi segera datang mengamankan Arthur dan juga barang bukti berupa gunting dan juga jasad bayi itu. sementara Arthur sendiri, laki-laki itu masih terdiam karena masih merasa syok dengan apa yang terjadi saat ini.


suasana yang awalnya tenang, kini berubah menjadi riuh karena kejadian yang baru saja terjadi itu. mereka semua berbondong-bondong saling berbisik satu sama lain karena tidak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh Arthur itu.


Tiba-tiba saja, semua Orang menepi saat melihat seorang wanita yang baru saja melahirkan berjalan tertatih-tatih menghampiri laki-laki yang masih terduduk di atas lantai marmer rumah sakit.


"a...apa yang kamu lakukan, Mas?"tanya Mikaila dengan tubuh gemetaran.


membuat Arthur yang masih menatap kosong, seketika mendongakkan kepalanya menatap manik hitam milik wanita yang sangat ia cintai itu.


plak


Satu tamparan keras ketika mendarat mulus di wajah tampan milik Arthur. hingga membuat laki-laki itu, seketika tertoleh ke samping dengan begitu kerasnya.


"apa yang sebenarnya merasukimu, Mas? kenapa kamu melakukan ini?!"tanya wanita itu histeris. dan tak lama berselang, Mikaila pun tak sadarkan diri karena merasa tidak tahan dengan apa yang baru saja ia saksikan itu.


Dengan segera, wanita yang baru saja merasa bahagia karena melahirkan itu dibawa ke ruang perawatan. sementara Arthur sendiri, laki-laki itu segera diamankan oleh pihak berwajib.


Arthur tidak bisa mengelak. karena memang, semua bukti tertuju kepadanya. ditambah lagi, tidak ada CCTV di sekitaran tempat itu. sehingga membuat semuanya menjadi mudah untuk mengarah pada laki-laki itu.


****


"hahaha rasanya aku puas sekali!"ucap seorang wanita dengan tertawa terbahak-bahak.


drrrttt drrttt

__ADS_1


Tak lama berselang, ponselnya terdengar berdering. yang menandakan ada panggilan.


"hello apakah kau baik-baik saja?"hanya wanita itu dengan tiangnya.


("halo, bagaimana? apakah semuanya berjalan dengan lancar?")


"tentu saja semuanya berjalan dengan lancar. kau tidak perlu khawatir."ucapnya masih dengan nada suara yang begitu senang.


("lalu, di mana sekarang bayi itu?")tanya Naima dari seberang sana dengan nada suara yang begitu penasaran.


"dia ada bersamaku."ucapnya dengan ekspresi wajah yang tiba-tiba saja berubah.


"sekarang, aku harus bagaimana?"tanya Citra yang saat ini tengah bersembunyi di sebuah bangunan kosong yang tidak jauh dari rumah sakit itu.


("terserah kau mau apakan bayi itu aku tidak peduli. yang aku mau, mereka semua merasakan rasa sakit karena tidak bisa memiliki sesuatu yang telah mereka genggam seperti aku dulu.")


Tut


Setelah mengatakan hal itu, Naima segera mematikan sambungan teleponnya. membuat Citra, sedikit mengumpat karena merasa selalu dijadikan babu.


Tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera pergi dengan membawa bayi milik Arthur yang memang telah ditukar oleh wanita itu.


**flashback on**.


Sesaat setelah dirinya mengintip pergerakan dari Arthur dan juga Mikaila yang semakin lama semakin menjauh, wanita itu memutuskan untuk pergi dari sana. tak lama berselang, di depan rumah sakit itu tiba-tiba saja datang sebuah ambulan. dan tak lama berselang, para petugas medis itu segera mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam kendaraan itu.


Senyuman dari Citra seketika terbit saat menyadari akan sesuatu. bahwa di kaki wanita itu, terdapat sesosok bayi mungil yang sepertinya baru saja lahir.


Tanpa pikir panjang lagi, Citra segera melemparkan sesuatu benda di semak-semak yang tidak jauh dari para petugas itu. hingga membuat mereka semua, seketika menoleh dan mulai mendekati tempat itu.


Dan di saat itulah Citra beraksi. wanita yang sempat akan menjadi Nyonya muda Stanley itu, segera berlari dan langsung mengambil bayi itu tanpa diketahui oleh siapapun.


Dan setelah berhasil, wanita itu segera menukar dengan bayi milik Mikaila yang berada di dalam inkubator. wanita itu sama sekali tidak memikirkan bagaimana jika Putri Arthur dan juga Mikaila tidak bisa bernafas karena tidak menggunakan alat. yang terpenting saat ini, dendamnya sudah sedikit terbalaskan.

__ADS_1


__ADS_2