Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 128


__ADS_3

Bebeberapa saat kemudian, Fandy Mikaila dan juga Moza telah sampai di kediaman keluarga Wardani. masih sangat tampak jelas bagaimana raut laki-laki itu saat ini. hingga beberapa kali, Mikaila mengusap lengan dari laki-laki itu guna menenangkannya


"ingat di sana ada Aditya. jangan sampai, kamu menunjukkan sesuatu hal yang janggal seperti ini. atau jika tidak, maka kamu akan langsung di-bully olehnya."bisik wanita itu mencoba untuk menenangkan Fandy.


Membuat laki-laki itu, seketika menghirup udara sebanyak mungkin. dan tak lama berselang segera menghembuskan secara perlahan. dan hal itu dilakukan oleh Fandy, sampai beberapa kali.


Setelah beberapa kali melakukan hal itu, pada akhirnya laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu segera tersenyum setelah dianggap semuanya baik-baik saja.


"bagaimana apakah kamu sudah merasa baikan?"tanya Mikaila dan langsung dijawab anggukan kepala oleh laki-laki itu. membuat wanita itu sendiri, seketika tersenyum lebar. dengan segera langsung membawa laki-laki itu keluar dari dalam mobil untuk menemui keluarganya yang udah berada di dalam rumah dan tengah menunggu mereka.


"halo Sayang sayangku bagaimana keadaannya?"tanya Ruri dengan merentangkan tangan dan langsung disambut hangat oleh Moza.


Gadis kecil itu segera menempel pada tubuh wanita paruh baya itu. sepertinya, Moza sangat nyaman bersama dengan Ruri dan juga keluarganya. mungkin saja gadis itu merasa begitu dekat dengan keluarga dari ibunya.


"bagaimana tadi fitting bajunya?"Tanya nenek Kamila menatap ke arah Fandy dan juga Mikaila secara bergantian.


Membuat laki-laki itu seketika mendengus kesal. saat ingatannya kembali pada momen menyebalkan yang baru saja terjadi itu.


"kenapa dengan calon suamimu itu?"tanya nenek Kamila dengan raut wajah kebingungan.


Mikaila tampak meringis untuk beberapa saat kemudian. kemudian setelahnya, memutuskan untuk membuka suara. karena memang, wanita cantik itu tidak pernah melakukan rahasia-rahasiaan terhadap keluarganya itu. apapun yang ia alami dan juga ia rasakan, pastinya akan langsung diketahui oleh kedua orang tuanya dan juga keluarganya.


"tadi waktu aku dan juga Mas Fandy ingin mampir ke minimarket membeli sesuatu sebelum melakukan fitting baju, kami bertemu dengan Arthur."ucapnya Seraya menghela nafas panjang.


"terus?"Mikaila tersentak kaget saat semua orang yang ada di sana kompak bertanya dengan kalimat yang sama.


'kompak betul ini keluarga.' batin Mikaila menghembuskan nafasnya perlahan.


"tiba-tiba saja laki-laki itu memeluk tubuh dari Mikaila dengan begitu erat."sambung Fandy dengan nada suara yang begitu terlihat sangat kesal.

__ADS_1


Kedua bola mata dari semua orang yang ada di sana seketika membulat dengan sempurna saat mendengar penuturan dari laki-laki itu.


"apa itu bener?"tanya Aditya dengan rahang mengeras.


Membuat Mikaila yang mendengarnya seketika menundukkan kepala. dan tak lama berselang, wanita cantik itu pun menganggukkan kepalanya secara perlahan.


"kurang ajar! aku harus memberikan dia pelajaran!"tanpa pikir panjang lagi, laki-laki yang merupakan kakak satu-satunya yang dimiliki oleh Mikaila itu langsung bergegas pergi dari sana.


Aditya sama sekali tidak mau memperdulikan apapun juga. bahkan laki-laki itu tidak memperdulikan genggaman tangan dari Sarah. yang entah sejak kapan sudah menggenggam tangannya dengan begitu erat.


"tolong jaga emosi kamu."bisik Sarah mencoba untuk menenangkan laki-laki itu.


Sebenarnya, Fandy merasa sedikit tersentak saat melihat bagaimana reaksi yang ditunjukkan oleh sahabat dari adik sepupunya itu. karena dapat dikatakan, bahwa yang dilakukan oleh Sarah saat ini adalah suatu keajaiban.


Bagaimana tidak disebut sebagai suatu keajaiban, jika pada dasarnya Sarah adalah sosok wanita Barbar. Tapi saat ini dia berubah menjadi sosok yang begitu lembut dan juga menenangkan.


Jika tidak mengingat bahwa saat ini Aditya tengah kerasukan sosok lain dalam dirinya, mungkin laki-laki itu akan meminta pada Tuhan untuk menghentikan waktu barang sejenak. karena laki-laki itu sangat menikmati momen saat ini.


Dengan langkah tergesa-gesa, laki-laki itu segera masuk ke dalam mobil dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi.


"temui gue di tempat biasa b******!"setelah mengatakan hal itu, Aditya kembali menutup panggilan teleponnya itu.


*****


Sementara itu di dalam kediaman keluarga Stanley, terlihat Arthur baru saja mendudukkan dirinya di kursi teras rumahnya. hingga beberapa saat kemudian, terdengar suara ponsel yang berdering. dengan langkah tergesa-gesa, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu segera mengangkatnya.


"halo?"


"temui gue sekarang!"

__ADS_1


Arthur tampak mengerutkan keningnya sebentar saat laki-laki itu mendengar suara dari seseorang yang sebenarnya tidak familiar di Indra pendengarannya.


Dahinya tampak berkerut untuk beberapa saat." ada apa dia hubungin gue?"tanya Arthur pada dirinya sendiri.


Namun demikian, laki-laki itu tetap melakukan perintah dari seseorang yang berada di sebelah sana. padahal tubuhnya baru saja merasakan istirahat. tapi sudah dipaksakan untuk kembali beraktivitas.


"kamu mau ke mana Arthur?"tanya Bahrun yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu rumah itu.


"aku mau pergi sebentar. apakah mereka masih saja ribut?"tanya Arthur menatap malas ke arah dalam sana.


"sepertinya mereka sudah kelelahan. dan sekarang, mereka sedang berada di kamar masing-masing."sepertinya bukan hanya Arthur yang merasa kelelahan melihat tingkah laku dari dua wanita itu. karena Bahrun, laki-laki paruh baya itu juga merasakan hal yang sama.


Arthur tidak membalas ucapan dari ayahnya lagi. laki-laki itu langsung memutuskan untuk pergi untuk menemui Aditya.


***


Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpangi oleh laki-laki itu telah sampai di tempat yang dijanjikan oleh kedua orang itu.


Bugh


Baru saja Arthur keluar dari dalam mobil, satu pukulan keras segera mendarat begitu mulus di wajah tampan laki-laki itu. sontak saja hal itu membuat Arthur, seketika langsung saja tersungkur di atas tanah.


"bangun pecundang!"ucap laki-laki itu Saraya menarik kerah baju milik Arthur. hingga membuat laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu bangkit dengan tergesa-gesa dan juga sempoyongan.


"apa yang lo lakuin pada adik gue?!" tanya Aditya dengan tatapan yang semakin tajam.


"gu...gue masih sangat mencintai adik lo. jadi gue mohon, berikan kesempatan agar gue bisa bersama-sama dengan adik lu lagi."ucapnya dengan nada suara terbata-bata.


Bugh

__ADS_1


Sekali lagi, Arthur mendapatkan pukulan keras dari Aditya. membuat laki-laki itu kembali tersungkur ke atas tanah.


__ADS_2