Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 72


__ADS_3

Saat ini, Mikaila tengah duduk di sebuah bangku bersama dengan Arthur dan sahabat-sahabatnya.


Wanita yang tengah mengandung itu, masih ternganga di tempatnya dengan ekspresi tidak percaya.


"ini serius kamu manggil orang-orang untuk datang ke sini?"tanya wanita itu sekali lagi dengan ekspresi wajah yang masih tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh suaminya itu adalah kebenaran.


"kenapa memangnya kamu masih tidak percaya Jika aku adalah orang yang sebaik ini?"tanya laki-laki itu Seraya menaik-turunkan alisnya.


Membuang Mikaila yang mendengar itu, seketika memutar bola mata malas. dan tak lama berselang, wanita itu mendengus kesal.


Hal itu seketika membuat semua orang yang ada di sana seketika tertawa. termasuk juga dengan para pelayan dan juga penjaga yang memang diundang oleh Arthur untuk menghabiskan menu yang telah mereka pesan.


Walaupun sedikit gagal direncana awal yang ingin merayakan hubungan anniversary mereka secara romantis, tapi Arthur merasa begitu senang karena bisa membuat istrinya tertawa bahagia seperti itu. ditambah lagi, dengan dirinya berbagi bersama para orang-orang yang bekerja di rumahnya.


"Makasih sayang."ucap wanita hamil itu Seraya mengecup pipi dari Arthur. namun tak lama berselang, wajah wanita itu, seketika merah seperti kepiting rebus karena Mikaila baru menyadari jika di sana banyak orang-orang yang memperhatikan mereka.


"kenapa? malu?"goda Arthur Seraya mencolek Dagu milik istrinya itu.


"Mas Arthur ih."ucapnya sewot Soraya sesekali memukul dada bidang milik laki-laki itu.


Dan hal itu sukses membuat semua orang yang ada di sana, seketika tertawa secara bersamaan. apalagi saat melihat raut wajah malu dari wanita itu yang terkesan begitu lucu dan menggemaskan.


"duh imut banget sih sepupu aku ini. jadi pengen ngarungin deh."Celetuk Aditya Seraya terkekeh gemes.


Namun, hal itu segera dihentikan. saat laki-laki yang berstatus sebagai sepupu dari Mikaila itu, tidak sengaja bersitatap dengan Arthur.


Karena pada saat itu juga, Arthur segera menatap Aditya dengan tatapan yang sangat tajam. sepertinya, laki-laki itu masih memiliki dendam kesumat pada Aditya karena sudah berani-beraninya menipunya waktu itu.


"Mikaila suamimu itu kok serem banget sih menatap aku sampai seperti itu?."ucap Aditya menunjuk dengan dagunya menatap ke arah Arthur. yang saat itu juga, tatapan matanya langsung dialihkan oleh laki-laki itu ke arah lain.


"dasar ember."cibir Arthur Seraya melengos menatap ke arah objek lain.


Hal itu sukses membuat semua orang yang ada di sana, kembali tertawa secara bersamaan. termasuk juga dengan Mikaila.

__ADS_1


"kalian itu berantem terus ya? apa jangan-jangan kalian ini sebenarnya adalah sepasang jodoh yang terpisah?" celetuk Oma Juwita.


uhuk uhuk uhuk


Seketika itu pula, kedua mata Mikaila dan juga Arthur, seketika melebar dengan sempurna.


"masak suami aku penyuka terong?"tanya Mikaila dengan nada polosnya.


Arthur seketika melotot tajam."kamu ini ngomong apa sih? ngaco banget kalau ngomong!"omel laki-laki itu dengan raut wajah merah padam.


Bisa-bisanya semua orang membercandai dirinya dengan candaan seperti itu? benar-benar tidak lucu! batin Arthur merasa kesal.


"nggak jangan marah sih Mas. kita hanya bercanda kok."ucap wanita itu Seraya memberikan tanda peach pada laki-laki itu.


Dan pada akhirnya, mereka segera menikmati makanan dengan sesekali bercanda tawamu. Aditya sesekali akan menggoda sahabatnya itu tepat di depan wajah suaminya. hingga tak jarang, Arthur akan mengamuk dan merasa kesal.


***


"kalian berdua pulang sama siapa?"tanya Ruri pada kedua sahabat putrinya itu.


"nggak mau diantar aja?"tanya Winarto mencoba untuk memberikan sumbangan pada dua gadis sahabat dari putrinya itu.


Hana dan Sarah seketika menggelengkan kepalanya. mereka berdua merasa sungkan jika harus kembali merepotkan keluarga itu. karena mereka berdua, sudah cukup beruntung ditolong oleh keluarga Wardani. karena jika tidak, mungkin saat ini mereka sudah mati kelaparan.


"kalian pulang bareng gue aja."tiba-tiba saja Aditya datang dengan menawarkan diri. dan hal itu sukses membuat Hana dan juga Sarah yang mendengarnya, sejenak saling pandang satu sama lain.


"nggak usah lah kita bisa pulang sendiri kok."tolak Sarah dengan sopan.


"udah nggak usah sekuat. masuk sekarang!"perintah Aditya tak terbantahkan. dan pada akhirnya, kedua wanita itu pun menyetujui tawaran dari sepupu sahabatnya itu.


"kalian bertiga hati-hati ya. awas Aditya kamu jangan ngebut-ngebut."peringat Mikaila dengan tatapan tajamnya.


"iya iya bawel."setelah mengatakan hal itu, Aditya segera masuk ke dalam mobilnya diikuti oleh Sarah dan juga Hana.

__ADS_1


****


Sementara Arthur dan juga Mikaila, memutuskan untuk melaksanakan pulang ke kediaman mereka bersama dengan beberapa pengawal dan juga pelayan di rumah itu.


"kalian hati-hati ya."pesan Ruri pada menantu dan juga anaknya itu.


"kami mengerti Ma."balas mereka berdua dan langsung masuk ke dalam mobil.


"semoga saja, kebahagiaan selalu menyertai kalian berdua."gumam wanita paruh baya itu tanpa sadar mengusap air matanya yang tiba-tiba saja mengalir dan membasahi wajah yang sudah mulai ditumbuhi keriput itu.


"ayo kita juga pulang."Winarto dengan segera merangkul pundak sang istri dan mengajak wanita paruh baya itu untuk pulang.


***


"makasih atas tumpangannya."ucap Hana yang lebih dulu turun dari mobil Aditya. sementara Sarah sendiri, wantek itu masih sibuk entah apa yang ia cari.


"nah akhirnya ketemu."ucap Sarah seraya menghela nafas lega. dengan segera tangannya terulur hendak membuka pintu mobil itu. namun dengan secepat kilat, Aditya menarik tangan dari wanita itu. hingga membuat keduanya, seketika tak berjarak sedikitpun.


Untuk sepersekian detik, tatapan mereka saling bertemu dan saling mengunci satu sama lain. hingga tak lama berselang...


cup


Kedua mata dari Sarah seketika membelalak tak percaya. dan dengan secepat kilat, wanita itu menarik diri dari dekapan Aditya. dan setelahnya..


plak


Satu tamparan keras seketika mendarat mulus di wajah tampan sepupu dari Mikaila itu.


"lu benar-benar brengsek ya!" hardik Sarah dengan lelehan air mata yang mengalir dari dua mata wanita itu.


sementara Aditya sendiri, laki-laki itu masih terdiam. mencoba mencerna dengan apa yang baru saja terjadi.


"ma...maaf gue nggak sengaja. gue hanya..."ucapan dari Aditya seketika terhenti saat Sarah memotong ucapannya.

__ADS_1


*cukup! lo nggak usah ngomong apa-apa lagi. mulai sekarang, lo adalah laki-laki yang gue benci seumur hidup!"setelah mengatakan hal itu, Sarah segera pergi dari sana dengan dada yang bergemuruh hebat menahan sesak di dalam sana.


"lo jahat Dit!" ucapnya Seraya mengusap wajahnya kasar.


__ADS_2