Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 143


__ADS_3

Sementara itu, di kediaman milik Arthur Naima Tengah tertawa dengan sangat puas. karena pada akhirnya, wanita licik itu bisa menyingkirkan penghalang besar dalam hubungannya antara dia dan juga Arthur.


"aku yakin setelah ini, tidak ada lagi orang berani terhadapku.Karena pada dasarnya mereka pasti akan takut dan berpikir ulang karena aku adalah seseorang yang merupakan pembunuh berdarah dingin."ucapnya Seraya tertawa dengan begitu lepas.


Tidak seperti orang-orang Kebanyakan yang akan merasa frustasi karena telah meracuni seseorang,Naima justru mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan orang-orang itu.


'dia datang nona .'beritahu seseorang di seberang sana pada Naima.membuat wanita yang memiliki Ambisi yang luar biasa itu ketika berpura-pura tidak mengetahui Apapun Yang Terjadi pada ibu mertuanya itu.


Braaakk!!


Semua orang yang ada di sana seketika terlonjak kaget. tak terkecuali, Naima.wanita itu dengan segera langsung berdiri menghampiri laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu dengan raut wajah kebingungan.

__ADS_1


"kenapa?" Naima dengan nada suara yang begitu lembut dan juga ekspresi wajah yang sangat polos.


Sementara Arthur sendiri laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu menatap tajam ke arah wanita yang baru beberapa hari ia nikahi. "kau jangan sok polos seperti itu Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan terhadap ibuku ?"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang begitu menggelegar.


"Arthur ini ada apa ?"tanya Oma Juwita yang terlihat begitu panik saat melihat ekspresi wajah cucunya yang begitu murka itu.


"dia!"tunjuk Arthur dengan nada suara yang begitu ditekankan dan juga tatapan mata yang begitu nyalang dan ditunjukkan pada Naima.


"Memangnya ada apa dengan istrimu itu ?"tanya Oma Juwita dengan ekspresi wajah begitu kebingungan karena memang wanita tua itu tidak mengetahui apa yang terjadi Claudia.


"APA?!!"Oma Juwita seketika langsung berteriak dengan sangat kencang saat penuturan dari cucu laki-lakinya itu.kemudian wanita Renta itu menatap ke arah Naima dengan tatapan sangat tajam.

__ADS_1


"Apakah itu benar kau yang meracuni menantuku?!"tanya wanita tua itu dengan Tatapan yang begitu mematikan.


Namun anehnya alih-alih merasa takut,wanita yang terobsesi pada Arthur itu, justru menggelengkan kepalanya dengan santai.


"apa yang dikatakan oleh Arthur itu sama sekali tidak benar."balas Naima dengan santai .


"Apa maksudmu berkata demikian ? jelas-jelas, di tubuh Ibuku, terdapat cairan seperti racun yang berukuran sangat kecil. ingin mengelak apalagi kau?"tanya laki-laki itu menatap tajam ke arah Naima.


Namun bukannya merasa terkejut atau takut,wanita yang sudah mulai tidak waras akibat rasa cintanya yang tidak terbalaskan oleh Arthur itu, malah melepaskan tawanya. membuat orang-orang yang ada di sana seketika Saling pandang satu sama lain karena mereka merasa heran dengan tingkah laku dari wanita itu.


"tidak ada yang lucu Naima! lebih baik, sekarang kau mengaku saja daripada bertele-tele seperti ini!"tandas Arthur mencoba untuk memperingatkan agar tidak bermain-main dengannya.

__ADS_1


Karena dapat dipastikan orang itu pasti akan langsung menyesal jika berani bermain-main dengannya.


"apa yang harus aku katakan? memang kenyataannya, Aku tidak pernah meracuni ibumu!"ucapnya kelewat santai.


__ADS_2