Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 74


__ADS_3

Mereka semua kini tengah berkumpul di belakang villa itu. karena memang hari sudah mulai gelap. setelah sepuas hati bermain di pantai, pada akhirnya Mikaila dan juga Arthur memutuskan untuk segera kembali ke tempat mereka menginap.


"kamu mau makan apa sayang?"tanya Arthur dengan nada yang begitu lembut merangkul pundak dari wanita yang sangat ia cintai itu.


"ayam goreng KFC, boleh?"tanya dengan harap-harap cemas. karena dapat dipastikan, laki-laki itu akan melarangnya dengan alasan kurang baik untuk kesehatan ibu dan juga calon anaknya.


Padahal dirinya, tidak setiap hari menyantap makanan cepat saji seperti itu. hanya di waktu-waktu tertentu saja.


"sayang itu kurang baik. baiknya kamu makan ini saja ya."tunjuk laki-laki itu pada sebuah piring yang terdapat salad sayur di dalamnya.


Mikaila yang awalnya tersenyum lebar, seketika menatap malas ke arah laki-laki itu.


"males banget makan makanan yang seperti kambing itu. aku nggak mau!"ucapnya Seraya mendorong piring itu agar menjauh dari tubuhnya.


Arthur yang mendengar itu seketika menghela nafas panjang. dan pada akhirnya, laki-laki itu tidak bisa untuk menolak permintaan dari sang istri.


"oke kalau begitu. tapi dikit aja ya,"ucapnya memberikan satu bungkus ayam KFC di atas piring dan juga disertai dengan nasi dan juga sayur bening.


Ini lebih baik daripada harus makan makanan seperti itu. "batin Mikaila seraya melirik salad sayur yang ada di sampingnya itu.


"Mikaila!"panggil Aditya dari belakang. hingga membuat wanita hamil itu, ketika menoleh ke arah sumber suara.


"iya ada apa, Dit?"


"mau makan daging sapi panggang, nggak?"tanya laki-laki itu Seraya menawarkan sebuah daging panggang yang sudah matang dan berada di piring bersama dengan beberapa hiasan di dalamnya.


"bawa sini makanannya "ucap wanita itu dengan mata berbinar.


Sementara Arthur sendiri, laki-laki itu menatap tidak percaya ke arah wanita yang berstatus sebagai istrinya itu. apakah Mikaila sanggup untuk menghabiskan semua makanan itu? batin laki-laki itu meringis pelan.


"kenapa Mas seperti itu? Mas nggak suka kalau aku makan banyak?"sembur Mikaila langsung to the point tanpa satir apapun.

__ADS_1


"e .eh, siapa yang bilang?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah panik. apalagi saat mendapatkan tatapan tajam dan juga mengerikan dari wanita itu.


"Ya udah kalau gitu aku nggak jadi makan. nih Dit, buat kamu aja!" ucapnya dengan nada kesal dan langsung mendorong makanan itu menjauh dari tubuhnya.


Tak lama berselang, wanita itu segera masuk ke dalam villa Seraya sesekali menghentak-hentakkan kakinya. dan buat orang-orang yang ada di sana, seketika menatap Arthur dan juga Mikaila dengan tatapan bingung.


"kenapa lagi istrimu?"tanya Claudia menatap tajam ke arah putranya itu.


"hanya masalah kecil aku salah ngomong aja."setelah mengatakannya, Arthur segera beranjak dari tempat duduknya dan ikut menyusul sang istri.


Sementara orang-orang yang ada di sana, hanya menggelengkan kepala. dan pada akhirnya mereka semua kembali kepada aktivitas masing-masing.


Aditya sesekali akan melirik ke arah perkumpulan para cewek-cewek yang tengah asik bercengkrama sesekali bercanda. laki-laki itu sebenarnya ingin sekali bergabung dengan mereka. namun, dirinya sama sekali tidak ingin jika hal itu malah membuat suasana hati dari Sarah kembali memburuk.


"sampai saat ini saja, aku masih sangat mencintaimu Sarah."gumamnya pelan tanpa berniat untuk mengatakannya secara langsung.


Sementara di meja para cewek-cewek itu, terlihat Debby, sesekali akan menatap ke arah Arthur. dengan Senyuman yang tidak bisa diartikan.


"sayang buka pintunya dong!"rengek Arthur Seraya mengetuk pintu kamar yang memang sengaja dikunci oleh Mikaila.


Arthur harus memiliki banyak atau untuk bisa membujuk wanita yang sedang mengambek seperti Mikaila ini. karena memang, ini adalah pengalaman pertamanya membujuk seorang wanita.


Karena pada saat dulu dirinya bersama dengan Naima, wanita itu tidak pernah menunjukkan sisi buruknya kepada Arthur. dan itu sempat membuat laki-laki itu, merasa begitu bahagia.


Namun sekarang, Arthur paham. karena memang pada dasarnya setiap wanita itu memiliki sifat merajuk seperti Mikaila. hanya saja para wanita-wanita itu, dapat menutupinya dengan baik. dan sekarang, Arthur baru merasakan sifat buruk dari seorang Naima. yang ternyata, begitu mengerikan.


"ngapain kamu ke sini?"Sentak Mikaila yang ternyata sudah ada di hadapannya saat ini.


Tentu saja hal itu membuat Arthur, seketika melangkah mundur karena begitu terkejut mendapati istrinya berada tepat di hadapannya.


"sa.. sayang, kamu sudah tidak marah?"tanya laki-laki itu gelagapan.

__ADS_1


Sementara Mikaila sendiri, wanita itu tersenyum sinis Seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


"kenapa kamu terkejut seperti itu? apa yang ada di dalam pikiranmu?"tanya wanita itu masih menatap datar ke arah Arthur. buat laki-laki itu sedikit bergidik.


"Sayang aku minta maaf. aku nggak bermaksud untuk membuat kamu tersinggung seperti itu. sekarang kamu makan lagi ya?"Arthur membujuk istrinya itu agar mau untuk menyantap makanannya lagi.


"udah nggak selera!"balasnya dengan nada yang sangat ketus.


"tapi kamu belum makan sayang. oke kamu nggak mau maafin aku nggak papa. tapi yang jelas saat ini, kamu harus makan untuk menjaga kondisi kamu agar bisa tetap sehat seperti semula."ucap Arthur yang masih mencoba untuk membujuk wanita itu.


"lebay!"cibir Mikaila Soraya melengos ke arah lain."aku baru nggak makan sekali nggak akan bikin aku kurus."lanjutnya Seraya tetap melangkahkan kaki untuk keluar dari kamar itu.


Arthur yang melihat itu, sempat merasa bingung. hingga pada akhirnya, kedua sudut bibirnya pun melengkung membentuk sebuah senyuman. saat wanita itu, melangkahkan kakinya untuk mengambil piring yang memang telah dibawa oleh Arthur hingga masuk ke dalam sila.


"mau makan apa lagi? nanti biar aku siapkan."tanya laki-laki itu Seraya mengusap punggung tangan dari Mikaila.


"nggak usah ini aja aku udah kenyang kok."jawabnya tetap anteng menyantap makanan itu.


Arthur yang melihat itu seketika terkekeh pelan. kemudian, tangannya mengusap lengan dari wanita itu.


Sementara Mikaila, wanita itu tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh Arthur. karena memang wanita itu, tengah fokus dengan makanannya.


"gimana mau makan lagi, nggak?"tanya Arthur menawarkan.


"aku mau makan salad boleh, nggak?"tanya wanita itu secara tiba-tiba.


"makan salad apa? bukankah tadi aku sudah menawarkan salad sama kamu?"tanya Arthur dengan raut wajah kebingungan.


"ih bukan salad yang itu."jawabnya Seraya mencebikkan bibirnya ke bawah.


"terus salad apa?"tanyanya dengan raut wajah kebingungan.

__ADS_1


"salad buah."jawabnya singkat. dan Hal itu membuat Arthur yang mendengarnya, menganggukkan kepala mengerti.


__ADS_2