
Setelah selesai membersihkan diri, Fandi mengajak Mikaila untuk beristirahat. karena memang laki-laki itu merasa sangat lelah hari ini akibat mengurusi perusahaan yang sedang padatnya itu.
"apa yang kau pikirkan Kenapa kau tidak ingin memejamkan mata?"tanya laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu.
Mikaila yang mendengarnya, seketika menoleh ke arah sumber suara kemudian tersenyum kecil.
"Aku ingin sekali menemui Moza. Apakah kau mengizinkannya?"tanya wanita itu menatap ke arah Fandy dengan tatapan iba. berharap laki-laki itu akan luluh dan langsung mengizinkannya seperti biasa.
Namun ternyata, dugaannya salah besar. karena laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu, malah menari lengan dari Mikaila ikut berbaring dengannya.
__ADS_1
"Sudahlah Lebih baik kau temani aku saja untuk tidur Aku benar-benar sangat lelah hari ini ."tentu saja pernyataan dari Fandi itu sedikit banyak membuat Mikaila terkejut luar biasa.
Apa yang terjadi pada laki-laki ini kenapa dia bisa berubah menjadi seperti itu pada kecil yang sudah sedikit banyak berpengaruh dalam hidupnya ?Apakah ada sesuatu yang tidak dimengerti oleh dirinya beberapa hari ini ?beberapa pertanyaan itu justru berputar-putar di dalam kepala milik Mikaila.
"Kenapa kau menjadi seperti ini Fandi Kenapa kau bersikap seolah-olah Moza adalah orang lain padahal dia adalah putrimu sendiri,"karena merasa tidak tahan dengan tingkah laku dari laki-laki itu, pada akhirnya Mikaila memutuskan untuk bertanya.
Dan hal itu sukses membuat Fandy, seketika merubah ekspresi wajahnya yang awalnya tenang menjadi seperti singa yang kelaparan. dan jujur saja, Hal itu membuat mikayla sedikit merasa takut.
Melihat reaksi dari Fandy itu, Mikaila hanya dapat menghela nafas panjang. untuk saat ini wanita itu benar-benar sangat merasa kebingungan dengan perubahan sikap dari Fandy yang begitu drastis itu.
__ADS_1
"apa yang terjadi pada mereka? Kenapa harus bisa menjadi seperti ini ?"wanita cantik itu memulai bertanya pada dirinya sendiri karena memang dia tidak mengerti apa yang terjadi di antara Fandy dan juga Moza. Apakah sempat mereka berdua terjadi kesalahpahaman? ah, rasanya itu sama sekali tidak mungkin. mengingat Moza yang baru berusia 2 tahun. daripada menebak-nembak seperti ini, lebih baik dia bertanya saja besok pagi.
****
Sementara itu di dalam kamarnya, terlihat Seorang anak kecil nanti saja menangis. padahal, waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. namun gadis kecil itu, sama sekali tidak menghiraukannya.
"hiks hiks hiks hu huu huu Pipi jahat hiks."sejak tadi, hanya kalimat itu yang di lontarkan oleh gadis kecil itu.
Sepertinya, Moza benar-benar merasa sangat terpukul karena Mendapatkan perlakuan kasar dari laki-laki itu. karena memang, sedari kecil Fandy tidak pernah melakukan hal itu padanya. dan hal itu baru saja dilakukan oleh laki-laki itu.
__ADS_1
Karena menangis cukup lama, pada akhirnya, gadis kecil itu tertidur pulas dengan sesekali terisak pelan. sungguh nasib Gadis itu benar-benar sangat malang. membuat siapapun yang melihat itu, pasti akan merasakan Iba yang luar biasa saat melihat pemandangan itu.