
Saat ini, suasana di rumah sakit masih tampak tegang. karena Mikaila belum juga membuka mata. sementara orang-orang yang ada di sana, sudah merasa sangat khawatir. termasuk juga dengan Ruri. wanita paruh baya itu bahkan tak henti-hentinya menangis dan menggenggam tangan dari putrinya dengan sangat erat.
Ruri merasa gagal menjadi seorang ibu karena kejadian ini. bahkan putrinya itu belum juga benar-benar sembuh dan baru saja pulang dari rumah sakit. tapi sekarang lihatlah dia sudah kembali berbaring di atas tempat tidur itu.
Siapapun, tidak akan pernah tega melihat darah daging mereka seperti itu. apalagi wanita yang berjuang untuk melahirkannya. begitu pula dengan Ruri. jika bisa ditukar, maka dirinya ingin berada di posisi Mikaila. karena wanita paruh baya itu, benar-benar tidak sanggup jika harus melihat pemandangan itu lebih lama lagi.
Tak lama berselang, seorang dokter datang menghampiri kumpulan dari manusia itu. dan mengatakan, bahwa Mikaila telah sadarkan diri. tentu saja kabar itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa begitu bahagia. tanpa pikir panjang lagi mereka segera memerintahkan tenaganya disebut untuk memindahkan Mikaila ke ruangan VVIP.
Dan di sinilah mereka sekarang di salah satu ruangan VVIP yang ada di rumah sakit itu. dengan formasi keluarga lengkap tengah menunggu detik-detik Mikaila membuka matanya.
"euuumm."mata semua orang seketika langsung mengarah kepada sosok wanita yang baru saja mengeram bertahan itu. dan tak lama berselang, mata mereka semua berpindah dengan cukup terang saat melihat kesadaran dari Mikaila yang mulai muncul ke permukaan.
"akhirnya sayang kamu bangun juga!"seru Ruri Seraya memeluk tubuh putrinya itu dengan sangat erat. wanita paruh baya itu benar-benar merasakan lega luar biasa. walaupun dirinya selalu berselisih paham dengan putrinya itu, tak bisa membuat kadar rasa sayangnya luntur. karena memang, Ruri sangat menyayangi Mikaila.
"Ma, apa yang terjadi?"tanya wanita itu yang hendak bangkit dari tempat tidur. sontak saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, kompak melarangnya. hingga membuat Mikaila kembali ke posisi semula.
"jangan terlalu banyak gerak sayang! kamu harus bedrest. karena kandungan kamu, sedikit mengalami masalah."ucap Ruri dengan hati-hati.
Mata dari Mikaila seketika melebar. dengan cepat, wanita itu mengusap perutnya yang semakin membuncit itu.
"kapan aku boleh pulang?"tanya Mikaila masih dengan nada yang sangat lemah. membuat semua orang yang ada di sana seketika saling pandang satu sama lain. dan tak lama berselang, Aditya keluar dari ruangan itu.
"Adit lu mau ke mana?"tanya Mikaila sedikit berteriak. hingga wanita itu mendapatkan beberapa kali teguran dari orang-orang yang ada di sana.
"jangan teriak-teriak seperti itu. kamu itu baru saja sadar!"tegur Winarto dengan melangkahkan kakinya menghampiri ranjang rumah sakit itu.
Mikaila yang mendengar itu seketika tersenyum kecil. tak lama berselang, Aditya datang bersama dengan seorang dokter dan juga dua orang perawat yang memasuki ruang VVIP tersebut.
__ADS_1
"kenapa harus manggil manual? kan di sini ada alat untuk menyambungkan pada mereka? kenapa harus mempersulit diri?"tanya Mikaila bertubi-tubi memprotes tindakan dari kakak sepupunya itu.
"pengen jalan-jalan aja. lagian, gue suntuk dengerin lo teriak-teriak terus suara lo berisik!"jawabnya dengan nada suara ketus. dan hal itu sukses membuat nenek Kamila yang mendengarnya, memukul pundak dari cucunya itu. hingga membuat si pemilik tubuh ,seketika mengadu kesakitan.
Sementara Mikaila sendiri, seketika langsung tertawa lepas melihat reaksi menggelikan dari sepupunya itu.
"rasain emang enak! weeeekk."Mikaila meledek cara yang menjulurkan lidah ke arah laki-laki itu. hingga membuat Adit yang melihatnya, seketika melayangkan tatapan tajam.
Namun hal itu sama sekali tidak bertahan lama. Karena untuk kesekian kalinya, Aditya mendapatkan pukulan dari sang nenek. hingga membuat laki-laki itu, seketika mencebikkan bibirnya ke bawah.
Sementara orang-orang yang ada di sana menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah laku dari Mikaila dan juga Aditya.
"kalian ini kaya anak kecil aja." celetuk Sarah secara tiba-tiba. hingga membuat pandangan mata dari Mikaila dan juga Aditya seketika mengarah ke arahnya. membuat Sarah, kelapa kan sendiri dibuatnya. Perlahan-lahan wajah dari wanita itu memerah karena menahan malu.
Sementara Hana yang berada di sampingnya, hanya terkekeh pelan melihat tingkah laku dari kedua sahabatnya itu yang menurutnya sangat lucu.
"bagaimana Nona, apakah anda sudah merasa lebih baik?"Tanya Dokter wanita itu Seraya menempelkan alat kepada tubuh wanita hamil itu.
tuk
"aaaakkhh! sakit Pah! kenapa malah disentil?!"tanya wanita itu dengan nada cemberut.
"lagi pula kamu aneh-aneh aja. kamu itu baru saja sadar kenapa langsung minta pulang?"tanya laki-laki paruh baya itu dengan raut wajah tidak suka dan juga berkacak pinggang.
"aku kan udah bosen."cicitnya Seraya menundukkan kepala.
Membuat Winarto dan juga Ruri yang melihat itu, seketika menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
"nanti setelah 3 hari ataupun seminggu, kamu akan kami bawa pulang."ucap laki-laki paruh baya itu pada akhirnya.
"kenapa lama sekali?"protes Mikaila dengan ekspresi wajah tak terima.
"itu sudah paling cepat Mikaila. atau kamu mau, Papa membiarkan kamu di sini selama satu bulan?"tanya laki-laki paruh baya itu memberikan pilihan.
"kenapa penawarannya Malah semakin lama?"tanya Mikaila semakin tidak terima.
"sudah lebih baik kamu istirahat saja."ucapnya Seraya mengusap kepala putrinya itu dengan penuh rasa sayang.
Dan pada akhirnya, Mikaila pun menuruti permintaan dari laki-laki paruh baya itu. karena memang benar saat ini kepalanya sedikit pusing entah karena apa.
****
"apa Mikaila sudah sadar?"tanya seorang laki-laki pada seseorang dari seberang sana.
"baik! kalau begitu, terima kasih!"setelah mengatakan hal itu, laki-laki itu segera memutus sambungan teleponnya.
"syukurlah jika kamu sudah sadar sayang."ucapkan terserah Yang memejamkan mata dan menghembuskan nafasnya lega.
Walaupun laki-laki itu tidak bisa menyentuh wanita kesayangannya secara langsung, namun dirinya masih bisa memantau pergerakan dari Mikaila. melalui beberapa anak buah yang sengaja diturunkan oleh Arthur sendiri.
Dor
Arthur terperanjat kaget. laki-laki itu langsung menoleh ke arah belakang dengan tatapan yang sangat tajam. tak lama berselang, laki-laki itu mengusap dadanya yang terasa berdenyut akibat terkejut.
"ngapain kamu di sini?"tanya Arthur dengan tatapan sinisnya.
__ADS_1
"kenapa sih kalau lihat aku, seperti lihat hantu?"tanya Debby dengan raut wajah masam karena selalu mendapat semprotan dari sepupunya itu.
"karena kamu nyebelin."jawab laki-laki itu Seraya berlalu pergi dari sana. meninggalkan Debby yang masih mematung di tempatnya. tak lama berselang, wanita itu pun menghentak-hentakkan kakinya di atas lantai.