
Saat ini Mikaila dan juga kedua sahabatnya tengah berada di halaman belakang. ketiga wanita itu tengah berbincang-bincang dengan hangat dan sesekali akan tertawa Jika ada yang merasa lucu di sekitaran mereka.
"bagaimana hubunganmu dengan Aditya?"tanya Mikaila secara tiba-tiba di tengah-tengah acara huru-hara ke-3 wanita cantik itu.
Membuat tawa yang sebelumnya masih berderai di wajah milik Sarah itu, seketika luntur digantikan dengan tatapan dingin dan juga datar. membuat Mikaila dan juga Hana yang melihatnya, seketika saling pandang satu sama lain. merasa tidak mengerti apa yang dirasakan oleh wanita tomboy yang ada di sebelah mereka saat ini.
"bisakah kalian tidak usah membahas tentang laki-laki itu lagi? aku benar-benar merasa sangat muak!"ucapnya menggeram kesal.
Mikaila dan juga Hana kompak menghela nafas. mereka berdua sepertinya sudah merasa sangat lelah karena terlalu lama memberikan nasehat pada wanita tomboy itu tapi tidak ada hasilnya sama sekali sampai saat ini. padahal, kejadian tidak mengenakkan itu sudah berlangsung cukup lama. yaitu pada saat mereka berdua berada di bangku Sekolah menengah Pertama. tapi ternyata semuanya Itu masih membekas Di ingatan dari Sarah sampai saat ini.
Flashback on.
Terlihat di lapangan sekolah saat ini tengah ramai dengan kehadiran siswa-siswi yang tampak antusias untuk menyaksikan sesuatu drama yang begitu menarik di hadapan mereka. di mana saat ini, ada seorang laki-laki tampan yang tengah memberikan bunga dan berlutut di hadapan seorang gadis tomboy yang tampak menatapnya dengan ekspresi wajah kebingungan.
"gimana apa lu nerima perasaan gue?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah harap-harap cemas.
Sementara wanita tomboy itu masih menatap datar dan juga penuh dengan kebingungan pada laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
"lu ngomong apa sih? kenapa malah ngelantur kayak gini?"tanya gadis yang memakai seragam SMA itu dengan nada yang begitu galak.
"please Sarah tolong terima aku."ucap laki-laki itu dengan nada suara yang berubah menjadi lembut. dan juga tetap bahasa yang sudah berubah. yang pada awalnya mengatakan lo-gue, sekarang malah mengatakan aku-kamu.
Tentu saja hal itu membuat Sarah yang mendengarnya sedikit merasa merinding. apalagi gadis tomboy itu sebelumnya tidak pernah ditaksir oleh seorang laki-laki sampai seperti ini.
__ADS_1
Senang? bahagia? oh itu sudah pasti karena dapat dilihat oleh semua orang bagaimana raut wajah dari gadis tomboy itu. apalagi desas-desus sekolah itu yang mengatakan, bahwa Sarah sudah memiliki perasaan pada Aditya sudah sejak lama. bahkan saat mereka baru pertama kali mendaftar di sekolah menengah pertama itu, Sarah sudah mulai jatuh cinta. namun dia sama sekali tidak berani untuk mengungkapkannya. karena Sarah sadar, bahwa dirinya tidak sebanding dengan keluarga dari Aditya.
"iya aku mau."setelah terdiam cukup lama, pada akhirnya gadis tomboy itu menerima pengakuan Cinta dari Aditya. tentunya hal itu membuatnya begitu sangat bahagia. laki-laki itu langsung memeluk tubuh dari kekasih barunya itu dengan penuh kasih sayang.
Dan sejak saat itu mereka terlihat begitu mesra dan juga sering dikatakan sebagai pasangan fenomenal di tahun ini karena sama-sama memiliki visual yang cantik dan juga tampan.
Membuat Sarah merasa begitu bahagia karena dapat memiliki salah satu most wanted di sekolahnya itu. namun itu tidak berlangsung lama. karena beberapa hari setelahnya, Sarah mendengar sesuatu yang begitu menyakitkan saat gadis tomboy itu hendak mencari keberadaan sang kekasih.
"lu tenang aja. Sarah udah berada dalam genggaman gue. dan kayaknya dia bucin banget sama gue. pastinya akan selalu menuruti keinginan dari kekasih tanpanya ini bukan?"tanya Aditya dengan tertawa pelan disusul oleh orang-orang yang ada di sana.
"hahaha bener banget tuh."timpal yang lain.
"lalu apa yang akan lo lakuin setelah ini?"tanya salah seorang dari mereka yang merasa begitu penasaran dengan rencana dari Aditya itu.
Degh
Bagai dihantam godam yang begitu besar, Sarah seketika melangkah mundur saat mendengar penuturan yang begitu menjijikkan dan menyakitkan dari laki-laki yang ia anggap sebagai kekasih hatinya itu.
Dengan tubuh gemetar hebat, gadis tomboy itu segera melangkahkan kakinya dengan tertatih-tatih untuk menghampiri kumpulan para remaja laki-laki itu. dan setelahnya,...
Plak
Satu tamparan keras seketika langsung mendarat mulus di wajah tampan milik Aditya. dan tentunya membuat laki-laki itu, langsung tersungkur ke atas tanah dengan hidung dan bibir yang berdarah.
__ADS_1
"lu benar-benar brengsek! nyesel gue nerima lo!"teriak Sarah dengan begitu marahnya. dan tanpa pikir panjang lagi, wanita tomboy itu segera pergi dari sana meninggalkan orang-orang yang masih terbengong di tempatnya itu.
Sejak saat itu, Sarah memutuskan untuk pindah sekolah. dan bertemu dengan Hana di sekolah barunya itu. dan sejak saat itu pula, Sarah sangat membenci makhluk yang bernama laki-laki.
Gadis tomboy itu semakin mempertinggi dan memperkokoh tembok atau benteng pertahanan agar tidak kembali jatuh kepada lubang yang sama. Namun sepertinya semesta belum merestui kepergian dari Sarah di hidup Aditya.
Karena beberapa tahun setelahnya, mereka bertemu lagi. di sebuah kantor yang sama. karena kebetulan Hana dan juga Sarah bekerja di perusahaan milik keluarga dari Mikaila. dan semenjak itu, dua anak manusia yang sempat berselisih paham di masa lalu itu, kembali dipertemukan dan saling berinteraksi karena tuntutan pekerjaan. selama itu pula, Aditya masih mencoba untuk mendekati gadis tomboy itu untuk meminta maaf.
flashback off.
Sarah tampak menghela nafas panjang. kemudian langsung menyantap makanan yang telah ada di hadapannya saat ini dengan begitu nafsunya. entah itu karena efek kelaparan, atau karena emosi yang meledak-ledak di dalam hatinya.
Setelah selesai menyantap sate sapi yang ada di hadapannya saat itu, wanita tomboy itu segera pergi dari sana tanpa memperdulikan apapun bahkan teriakan dari kedua sahabatnya itu.
Brugh!
"awww"
Suara petikan yang begitu keras, membuat Mikaila dan juga Hana mendengar itu segera saling pandang satu sama lain. dan tak lama berselang, dua wanita itu segera berlari tergopoh-gopoh untuk menghampiri sumber suara.
"Sarah kamu tidak apa-apa?"tanya suara yang begitu berat dan juga familiar di telinga wanita tomboy itu.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Sarah segera pergi dari sana meninggalkan Aditya yang masih kebingungan menatap kepergian dari wanita itu.
__ADS_1
Dan tak lama berselang, laki-laki Itu tampak menghela nafas panjang. "sampai saat ini pun, kamu masih membenciku. padahal, aku sudah mendapatkan karmanya."ucapkan lirih.