Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 68


__ADS_3

Mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di taman itu dengan sesekali bercerita satu sama lain. lebih tepatnya yang bercerita adalah ke empat gadis itu. karena Aditya, hanya bertugas sebagai pengawal mereka bersama dengan beberapa bodyguard yang memang disediakan untuk mengawasi gerak-gerik Mikaila. tentunya itu atas suruhan dari Arthur.


Karena laki-laki itu tidak menginginkan sesuatu kembali terjadi kepada istri dan juga calon anaknya. cukup satu kali dirinya menjadi teledor seperti itu dan membahayakan dua nyawa sekaligus. itu adalah pertama dan terakhir kalinya. janji Arthur.


Mikaila terus saja berceloteh. sesekali, akan bertanya tentang bagaimana sifat asli dari Arthur. dan Dengan semangatnya, Debby menceritakan sifat dari laki-laki itu.


"kau serius? masa dia seperti itu, sih? tapi kalau bersamaku kenapa berbeda?"pertanyaan beruntun itu seketika dari bibir Mikaila. membuat Debby sendiri, sesekali akan terkekeh pelan.


"Ya iyalah. siapa manusia di dunia ini yang ingin terlihat jelek ataupun buruk di hadapan orang yang dia cintai? semua orang, pasti menginginkan dirinya tampil sebaik mungkin." balas Debby terkekeh kecil.


Mikaila yang mendengar itu seketika terdiam. benar juga apa yang dikatakan oleh Debby itu. mana mungkin seseorang berani untuk menunjukkan sisi lain dari dirinya pada orang yang benar-benar ia cintai. tak lama berselang, kedua pipi dari wanita hamil itu seketika memerah. karena menyadari, ternyata dirinya memang benar-benar menjadi wanita yang begitu dicintai oleh Arthur.


"hayo loh mikirin apa?" goda Hana Seraya menyenggol lengan dari Mikaila.


"apa sih ganggu aja deh!"ucapnya cemberut. Namun demikian, mereka bertiga melihat bagaimana salah tingkahnya seorang Mikaila.


Mereka pada akhirnya mendudukkan diri di sebuah bangku taman yang terlihat kosong di tempat itu. banyak orang yang berlalu lalang di sana Dan juga beberapa anak kecil yang tengah bermain bola. dan tiba-tiba saja...


bugh


" aaaakkhh "


" Mikaila! apakah kau baik-baik saja?!"seketika itu pula, keempat orang itu panik luar biasa saat melihat Mikaila meringis kesakitan.


"aku gak papa. ini saja aku merasa terkejut."sahut wanita itu Seraya mengangkat tangan ke udara.


Tak lama berselang, datanglah seorang anak kecil yang begitu menggemaskan menghampiri Mikaila dan yang lain.

__ADS_1


"Tante aku minta maaf, ya?"ucap bocah kecil itu dengan sedikit ketakutan.


Mikaila yang mendengar itu, seketika merasa begitu gemas dengan bocah kecil itu. apalagi dengan penampilan yang begitu lucu. membuat Mikaila merasa tidak tahan dan sesekali akan mencubit kecil pipi dari bocah itu. untungnya, cubitan dari Mikaila itu tidak terlalu sakit sehingga tidak membuat bocah itu menangis. karena jika sampai hal itu terjadi, maka mereka akan dihadapkan dengan ibunya. yang pastinya akan mengamuk karena anaknya dicubit sembarangan.


"iya sayang Tidak apa-apa kok. tante baik-baik saja. lain kali, mainnya hati-hati ya,"peringat Mikaila dengan nada yang begitu lembut.


"yeah! Makasih tante cantik!"ucapnya Seraya melompat-lompat kecil dan tak berselang lama, bocah kecil itu memberikan satu kehidupan di pipi Mikaila. hingga membuat si empunya, seketika terdiam untuk beberapa saat. dan tak lama berselang, wanita hamil itu membalas kecupan di pipi gembul bocah laki-laki itu.


"dadah tante cantik. semoga kita bisa ketemu lagi, ya?"ucapnya Seraya melambaikan tangan ke arah Mikaila.


Sepeninggalan bocah kecil itu, semua orang menatap ke arah Mikaila dengan raut wajah sedikit khawatir. terutama Aditya. laki-laki jangkung itu, seketika langsung berjongkok di hadapan sepupunya itu. untuk memeriksa bagian mana yang sakit akibat tendangan bola yang baru saja mengenai tubuhnya itu.


"apanya yang sakit?"tanya Aditya dengan raut wajah khawatirnya.


Mikaila yang mendengar itu, sejenak terdiam. hingga beberapa saat kemudian, wanita itu menggelengkan kepalanya.


"tidak ada yang sakit. lagi pula, yang terkena bola itu adalah punggung bukan perut Jadi tidak akan terjadi masalah apa-apa."sahutnya dengan senyuman manis.


"semoga kamu bisa seperti itu ya sayang ceria dan juga aktif."ucap Mikaila Seraya mengusap perut miliknya yang semakin buncit itu.


"oh ya ngomong-ngomong soal keponakanku, apakah kamu dan juga Arthur sudah mengetahui jenis kelaminnya?"tanya Hana dengan raut wajah penasaran.


Mikaila yang mendengar itu seketika menggeleng lemah."kami berdua sepakat tidak ingin melihat jenis kelamin dari anak kami. biar itu menjadi rahasia dan juga surprise nantinya. yang terpenting bagi kami adalah, kondisinya yang baik-baik saja di dalam sana. itu sudah lebih dari cukup."ucapnya Seraya tersenyum lembut.


Mereka semua, mengangguk-anggukkan kepala."apakah mau makan es krim?"tanya Sarah secara tiba-tiba. tentunya Hal itu membuat Mikaila yang mendengarnya, seketika berbinar.


"mau dong aku mau rasa coklat dan juga rasa kacang almond."sahut wanita hamil itu dengan antusias.

__ADS_1


Sarah yang melihat itu, seketika terkekeh pelan. dan dengan segera beranjak dari tempat duduknya itu.


"mau aku temani?"tanya Aditya secara tiba-tiba. hingga membuat semua orang yang ada di sana, sedikit melongo karena melihat tingkah tidak biasa dari laki-laki jangkung itu.


"tidak usah aku bisa sendiri kok."ucap Sarah dengan cepat dan langsung pergi dari sana.


Sementara Mikaila dan juga Hana yang melihat itu, seketika saling pandang satu sama lain. dan tak lama berselang, kedua wanita itu pun tersenyum penuh arti. sementara Debby sendiri, wanita itu hanya terdiam karena tidak mengerti apa yang dimaksud oleh kedua orang yang ada di sampingnya itu.


****


"bagaimana kondisi dari istriku?"tanya Arthur Seraya matanya tetap fokus ke arah komputer yang ada di hadapannya saat ini.


Sang asisten pun segera meletakkan sebuah tablet di tangannya tepat dihadapan Arthur."Nyonya muda begitu bahagia Tuan. dan sejauh ini, tidak ada yang mencurigakan di sekitar mereka." adu Reno sang asisten pribadi milik Arthur.


Arthur yang mendengar itu seketika tersenyum kecil. namun tiba-tiba saja, minumnya luntur saat melihat rekaman saat sang istri terkena bola di punggungnya.


"apakah dia baik-baik saja?"tanya Arthur pada sang asisten saat melihat raut wajah dari istri tercintanya itu.


"tentu Tuan. saat ini, Nyonya tengah menikmati es krim bersama dengan sepupu dan juga teman-temannya."papar Reno Seraya menyerahkan rekaman yang lain.


Terlihat Arthur, seketika menghela nafas lega."syukurlah kalau begitu. aku bisa kembali berkerja dengan tenang."sahutnya Seraya kembali fokus terhadap sesuatu yang ada di hadapannya itu.


****


"bagaimana apakah kita akan meluncur dalam waktu dekat?"tanya seseorang wanita yang tak lain adalah Citra.


"tidak usah. aku berubah pikiran."sahut Naima dengan senyuman iblisnya.

__ADS_1


"maksudmu?"tanya Citra dengan raut wajah tidak mengerti.


"sepertinya kurang seru jika kita bermain-main dengan orang yang masih hamil muda. perjuangannya masih kurang jika kandungannya terlalu muda."


__ADS_2