
Beberapa saat kemudian,...
Suasana di dalam kamar Itu tampak hening. karena baik Mikaila ataupun Arthur, sama sekali tidak mengeluarkan suara mereka. Sepertinya, pasangan suami istri itu tengah bergelut dengan pikirannya masing-masing.
"apa kamu merasakan sesuatu?"pertanyaan dari Arthur itu, sukses membuat lamunan Mikaila terhenti.
"maksud Mas bagaimana?"tanya wanita itu dengan raut wajah tidak mengerti dengan maksud dan tujuan laki-laki yang ada di pangkuannya saat ini.
Tak langsung menjawab, Arthur segera merubah posisinya. yang awalnya berbaring, menjadi duduk dan saling berhadapan dan menatap lekat ke arah wanita itu.
"aku rasa aku sudah mulai menyukaimu."ucap Arthur mencoba mengatur deru nafasnya saat mengakui perasaannya itu.
Sementara Mikaila, wanita itu hanya terdiam. Karena sejujurnya dirinya juga merasakan hal yang sama. mulai merasa nyaman dengan dengan laki-laki yang ada di hadapannya saat ini. dan mulai menginginkan lebih dari pernikahan kontraknya ini. Namun demikian, mikayla masih belum berani untuk mengutarakan semuanya. gengsinya masih terlalu tinggi untuk mengatakan semuanya.
"la.. lalu, apa yang Mas inginkan?"tanya Mikaila dengan degup jantung yang terasa semakin kencang.
__ADS_1
"aku mau kita memulainya dari awal dengan perasaan yang kita miliki saat ini. aku sungguh-sungguh sangat mencintaimu."ucap Arthur dengan begitu yakin dan juga suara yang sangat lembut.
Mikaila dengan susah payah, mencoba untuk menelan salivanya sendiri saat mendengar pengakuan dari laki-laki itu. "ta... tapi, aku takut. aku takut jika,..."ucapan Mikaila terhenti, saat Arthur dengan segera menutup mulut wanita itu menggunakan bibirnya.
Tentu saja, hal itu membuat wanita itu seketika terbelalak kaget. Mikaila dengan segera mencoba untuk melepaskan diri dari laki-laki itu. Namun, bukannya semakin melemah, sentuhan itu justru semakin lama semakin menjadi. hingga membuat Mikaila akhirnya pasrah.
"stop Mas!"ucap wanita itu dengan deru nafas yang memburu. membuat Arthur yang hendak melakukan sesuatu terhadap istrinya itu, seketika menghentikan aktivitasnya. sejenak, kedua mata mereka bertemu. mencari tahu lewat tatapan mata keduanya.
"ada apa?"tanya Arthur dengan rawat wajah kebingungan.
"Mas Mau ngapain?"tanya Mikaila yang masih berada di bawah kungkungan suaminya.
"aku takut."tiba-tiba saja, Mikaila berkata seperti itu. dan tak lama berselang, terdengar suara isakan tangis dari bibir mungilnya. hingga membuat Arthur yang awalnya ingin menyentuh wanita itu, seketika menghentikan langkahnya. laki-laki itu segera berbaring di samping wanita itu. dengan nafas yang naik turun.
"apa yang membuatmu masih meragukanku?"tanya Arthur dengan nada suara yang sedikit mengerikan. hingga membuat Mikaila, sedikit tersentak kaget.
__ADS_1
"a..aku han... hanya takut, kan nanti aku telah menyerahkan semuanya, apakah emas bisa menjamin bahwa tidak akan pernah meninggalkanku?"tanya wanita itu dengan sisa-sisa keberanian. walaupun harus dengan suara terbata-bata.
Namun memang, pertanyaan itu, yang selalu dipertanyakan oleh Mikaila. hingga tak terasa, wanita itu kembali terisak. tentu saja hal itu membuat Arthur yang mendengarnya, sedikit tersentak kaget. dengan perlahan-lahan, laki-laki itu membawa istrinya masuk ke dalam dekapan hangatnya.
"aku tidak bisa menjanjikan apa-apa untukmu. tapi yang jelas, mulai saat ini kamu akan selalu aku lindungi. dan aku akan memperlakukanmu, selayaknya sebagai seorang istri."ucap laki-laki itu berbisik di telinga Mikaila.
Membuat wanita itu yang awalnya merasa ragu, ketika merasakan ketenangan yang luar biasa."kalau begitu, aku akan coba untuk membuka hati untuk Mas. tapi, tolong jangan pernah membuat aku kembali ragu dengan sikap ataupun tutur kata darimu."ucap wanita itu menatap ke arah mata Arthur dengan sorot mata permohonan.
"tentu saja sayang."ucap Arthur semakin mengeratkan pelukannya di tubuh mungil sang istri. dan tiba-tiba saja, tangan lentik wanita itu, menelusup masuk ke dalam kaos milik suaminya itu. tentu saja hal itu membuat Arthur yang merasakannya, menatap istrinya itu dengan tatapan tak percaya.
"sayang, kamu...."ucapan Arthur terhenti, saat dengan segera Mikaila membungkam laki-laki itu dengan bibir tipisnya. membuat Arthur yang awalnya merasa terkejut, kini malah senang hati menerima serangan itu.
"apakah kamu sudah siap?"tanya Arthur berbisik di telinga istrinya.
"tentu saja. kita mulai Semuanya dari awal."ucap wanita itu dengan senyuman yang begitu manis. dan pada akhirnya, apa yang mereka impikan selama ini pun terjadi malam itu. tanpa ada paksaan sedikitpun.
__ADS_1
Semua itu, dilakukan Arthur dan juga Mikaila, dengan hati yang senang dan juga bahagia.
"terima kasih."ucap laki-laki itu saat mereka hampir saja terlelap di kasur empuk itu. dan Mikaila yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. kemudian dengan segera, menyembunyikan tubuh kecilnya dalam dekapan tubuh kekar sang suami.